Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Jerman akhirnya meraih kemenangan pertama bersama Jürgen Klopp, setelah mengalahkan Serbia 2-0 dalam pertandingan ketiga Phase League A Grup A2 UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027.
Hasil tersebut menjadi kemenangan perdana Die Mannschaft setelah gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan sebelumnya. Pertandingan berlangsung, di Stadion Allianz Arena, Distrik Fröttmaning, München, Jumat (2/10/2026) dini hari WIB.
Florian Wirtz tampil sebagai salah satu pemain paling menonjol dalam permainan dominan Jerman. Gelandang Liverpool itu menciptakan sejumlah peluang sebelum akhirnya mencetak gol kedua Jerman. Sementara itu, Tom Bischof membuka keunggulan tuan rumah pada akhir babak pertama.
Jerman Tekan Serbia Sejak Awal
Jerman langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Aleksandar Pavlović sempat melepaskan tembakan yang melengkung tipis di sisi gawang. Setelah itu, Nick Woltemade gagal mengarahkan sundulannya ke sasaran.
Pada menit ke-18, Serge Gnabry juga melepaskan tembakan melebar dari tiang kiri setelah menerima umpan brilian dari Wirtz. Serbia kemudian mendapat tekanan bertubi-tubi. Kiper Đorđe Petrović harus bekerja keras untuk menggagalkan peluang Gnabry dan Wirtz melalui dua penyelamatan penting.
Namun, Petrović akhirnya tak mampu membendung serangan Jerman enam menit sebelum babak pertama berakhir. Upaya awal Wirtz membentur tiang, tetapi bola kembali kepada Tom Bischof.
Bischof langsung memanfaatkannya dengan melepaskan tembakan keras ke bagian atas gawang. Jerman pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Wirtz Gandakan Keunggulan Jerman
Memasuki babak kedua, Die Mannschaft terus mempertahankan tekanan. Petrović kembali menggagalkan peluang Bischof dengan menepis tembakan kerasnya ke atas mistar.
Serbia asuhan Veljko Paunović juga mencoba keluar dari tekanan. Namun, serangan Said El Mala yang sempat mengenai pemain lawan masih melebar dari sisi kanan gawang.
Jerman kemudian kembali menciptakan peluang melalui Woltemade. gelandang serang untuk klub Serie A Juventus tersebut mendapat umpan silang Philipp Treu, tetapi tembakannya justru melebar.
Tekanan Jerman akhirnya membuahkan gol kedua setelah pertandingan melewati satu jam. Wirtz menunjukkan kualitas individunya ketika menerima umpan dari Maximilian Mittelstädt.
Pemain Liverpool itu kemudian melewati Srđan Babić dengan dribelnya sebelum melepaskan tembakan yang menggetarkan gawang Serbia.
Gol tersebut membuat Jerman semakin nyaman mengendalikan permainan. Sebaliknya, tim tamu yang dijuluki Orlovi (“The Eagles”) kesulitan membangun serangan dan lebih banyak bertahan menghadapi tekanan tuan rumah.
Serbia Minim Ancaman
Serbia asuhan Veljko Paunović baru mencatat tembakan pertamanya sekaligus satu-satunya pada menit ke-78. Filip Kostić mencoba peruntungannya melalui tembakan jarak jauh.
Namun, Jonas Urbig dengan mudah mengamankan bola. Setelah itu, Jerman tetap mampu mengontrol jalannya pertandingan hingga peluit akhir.
Dominasi Jerman Terlihat dari Statistik
Dominasi Jerman juga terlihat dari jumlah peluang yang diciptakan. Tim asuhan Jürgen Klopp melepaskan 32 tembakan dan menghasilkan nilai expected goals (xG) sebesar 3,82.
Dari jumlah tersebut, enam peluang masuk kategori peluang besar menurut Opta. Catatan itu menunjukkan tekanan Jerman sepanjang pertandingan, meski mereka hanya mencetak dua gol.
Wirtz Jadi Sorotan Klopp
Satu hal yang mungkin menjadi catatan Jürgen Klopp adalah efektivitas penyelesaian akhir. Dengan 32 tembakan dan xG 3,82, Jerman hanya mampu mencetak dua gol.
Meski demikian, Klopp tentu mendapat banyak alasan untuk puas, terutama dengan penampilan Wirtz. Gelandang Liverpool tersebut tampil agresif dan berulang kali menjadi sumber ancaman bagi pertahanan Serbia.
Wirtz menciptakan enam peluang, terbanyak dalam pertandingan. Ia juga mencatat delapan sentuhan di kotak penalti lawan dan menyelesaikan dua dari tiga percobaan dribel. Selain mencetak gol kedua, Wirtz juga memainkan peran penting dalam terciptanya gol pembuka Bischof.
Wirtz Catat Gol ke-12 untuk Jerman
Penampilan tersebut menjadi jawaban Wirtz di level tim nasional setelah mengalami sejumlah kesulitan bersama klubnya pada musim ini. Ia tampil percaya diri dan mampu memberikan pengaruh besar terhadap permainan Jerman.
Gol ke gawang Serbia juga menjadi gol ke-12 Wirtz untuk Jerman pada usia 21 tahun 37 hari. Hanya Edmund Conen pada 1935 dalam usia 20 tahun 281 hari dan Lukas Podolski pada 2006 dalam usia 20 tahun 357 hari yang mencapai 12 gol untuk tim nasional Jerman pada usia lebih muda.
Kemenangan 2-0 atas The Eagles sekaligus memberikan Jürgen Klopp tiga poin pertamanya sebagai pelatih Jerman. Performa Wirtz menjadi salah satu sorotan utama dalam kemenangan tersebut. (MR-01)






