Mataredaksi.com, BOGOR – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bogor menggelar buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Bell’s Place Hotel and Rooftop Restaurant, Jalan Pasir Maung, Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026. Selain mempererat silaturahmi antaranggota, acara tersebut juga menjadi bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
Para pengurus, anggota, serta mitra organisasi hadir dalam suasana hangat. Rangkaian acara meliputi dialog literasi, tausiyah Ramadan, doa bersama, hingga penyerahan santunan sebelum berbuka puasa.
Angkat Tema Literasi Keuangan Syariah
Tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, organisasi independen non-partisan bagi pengusaha muda di Kabupaten Bogor juga menggelar dialog literasi keuangan dan asuransi syariah. Kegiatan ini bekerja sama dengan Panin Dai-Ichi Life.
Tema yang diangkat adalah; “Sinergitas Pengusaha Muda bersama Lembaga Keuangan guna Penguatan Literasi untuk Pertumbuhan Daerah”. Diskusi ini menekankan pentingnya perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah.
Chief of Sharia Business Panin Dai-Ichi Life, Evi Mayasari, bersama Head of Marketing & Corporate Communications Andre Yoginata serta Business Development Manager Leonie F. Ndoen, memaparkan pentingnya perencanaan keuangan dan proteksi usaha berbasis prinsip syariah.
Dari pengamatan Mataredaksi, para peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama terkait pengelolaan risiko bisnis, perlindungan aset, hingga strategi menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika ekonomi.
Seperti yang disampaikan Chief of Sharia Business Panin Dai-Ichi Life, Evi Mayasari, menjelaskan bahwa perlindungan usaha dan pengelolaan risiko menjadi fondasi bisnis jangka panjang. Evi Mayasari menilai pengusaha muda perlu memahami instrumen keuangan secara menyeluruh.
Manajemen Risiko Jadi Sorotan
Ketua BPC HIPMI Kabupaten Bogor, Akhmad Hidayat, menyatakan literasi keuangan merupakan kebutuhan mendasar. Menurut Daday, panggilan karib Ketua HIPMI Kabupaten Bogor ini, pengusaha tidak cukup hanya memiliki modal dan jaringan.
“Pengusaha harus memahami manajemen risiko, manajemen keuangan, dan perlindungan asuransi agar usaha tetap stabil dan mampu berkembang dalam jangka panjang. Tanpa itu, bisnis akan sulit berkembang secara stabil”, ujarnya.
Daday menambahkan, bahwa kolaborasi dengan lembaga keuangan dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kabupaten Bogor. Langkah ini penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Sementara itu, perwakilan dari Asuransi Syariah, H. Abay mengatakan, bahwa teman-teman dari BPC HIPMI Kabupaten Bogor harus memahami tentang literasi keuangan.
“Teman-teman harus paham tentang asuransi di semua sektor bisnisnya. Karena memang skema dari asuransi ini dalam Islam. Jadi kita harus membayar iuran, walapun kita tidak sakit tapi dengan iuran itu kita memberikan pengobatan kepada yang lainnya. Artinya sedekah kepada yang lain dan di dalam dunia bisnis perlu belajar lebih dalam tentang manejemen dan resiko ini dengan asuransi”, kata H. Abay.
Perkuat Nilai Spiritual dan Kolaborasi
Sedangkan tausiyah Ramadan yang disampaikan KH. Muhammad Jalaludin Almahali mengingatkan pentingnya keseimbangan antara usaha dan nilai spiritual.
Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haq, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ini mengajak para pengusaha menjadikan Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum memperbaiki integritas dan kepedulian sosial.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi internal organisasi. Anggota HIPMI memanfaatkan momen tersebut untuk memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, HIPMI Kabupaten Bogor berharap dapat mencetak pengusaha muda yang tangguh, adaptif, serta memiliki pemahaman keuangan yang kuat. “Organisasi juga berkomitmen menghadirkan program edukatif berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah”, tambah Daday. (MR-07)






