Jinakan Flamengo 2-4, Bayern München Tantang PSG di Babak 8 Besar

Piala Dunia Antarklub FIFA 2025

BOMBER Bayern München, Harry Kane melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua untuk timnya saat mengalahkan CR Flamengo 4-2 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, pada Senin (30/6/2025) dini hari WIB itu. X/@FIFACWC

Mataredaksi.com, Amerika Serikat – Kapten Tim nasional (Timnas) Inggris, Harry Kane mencetak gol ke-40 dan ke-41 di semua kompetisi musim ini saat Fußball-Club Bayern München memenangkan laga sengit melawan Clube de Regatas do Flamengo untuk mencapai perempat-final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025.

 

Dalam duel babak 16 besar yang digelar, di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, pada Senin (30/6/2025) dini hari WIB itu, “Die Roten” (Sang Merah) menang 4-2 (3-1).

 

Raksasa Brasil beralias “Rubro-Negro” (Scarlet-Black), yang datang dengan rekor 11 laga tak terkalahkan, harus tertinggal lebih dulu saat laga baru berjalan enam menit.

 

Gelandang asal Chile, Erick Pulgar salah mengantisipasi tendangan sudut Joshua Kimmich dan membuat bola masuk ke gawangnya sendiri.

 

Hanya tiga menit berselang, “Die Bayern” menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Harry Kane melepaskan tendangan keras mendatar yang tak terbendung, setelah Dayot Upamecano berhasil merebut bola dari penguasaan Giorgian de Arrascaeta di area pertahanan Flamengo.

 

Pasukan “Scarlet-Black” (Merah-Hitam) sempat membuka asa melalui tendangan keras Gerson Santosyang menaklukkan Manuel Neuer, 12 menit sebelum babak pertama usai.

 

Namun, Leon Goretzka kembali menjauhkan keunggulan ‘Sang Bayern’ menjadi dua gol melalui tendangan jarak jauh yang tampak mengecoh kiper Agustín Rossi.

 

Di babak kedua, penalti dari Jorge Luiz Frello Filho alias Jorginho sempat membuat skor menjadi 3-2, sebelum penyelesaian klinis Kane pada 18 menit terakhir memastikan kemenangan ‘Sang Merah’.

 

Poin utama dari laga ini adalah ketajaman Kane. Striker Inggris ini berhasil menembus batasan 40 gol dalam dua musim berturut-turut untuk pertama kalinya, setelah musim 2023-24 lalu, ia tuntaskan dengan koleksi 44 gol di semua kompetisi.

 

Kane menjadi salah satu dari tujuh perubahan yang dilakukan pelatih Vincent Kompany, setelah kekalahan 1-0 dari SL Benfica, dan terbukti sang juara Bundesliga memulai laga dengan semangat ekstra.

 

Kedua tim dikenal dengan gaya permainan menekan (high press), tetapi intensitas yang ditunjukkan Bayern München pada menit-menit awal terbukti terlalu berat bagi Flamengo.

 

Dipimpin oleh Harry Kane, tim asal Jerman tersebut terus-menerus menekan pasukan ‘Merah-Hitam’ asuhan Filipe Luís hingga ke area pertahanan sendiri.

 

Skuad “FC Hollywood” masih julukan Bayern München menolak untuk mengendurkan serangan, bahkan setelah unggul cepat melalui gol bunuh diri Eric Pulgar.

 

Manuel Neuer dan kolega langsung menggandakan keunggulan lewat Kane yang pada akhirnya juga mencetak gol ketiganya di turnamen ini untuk menyegel satu tempat di babak delapan besar bagi timnya.

 

Berbicara kepada DAZN, setelah pertandingan, Harry Kane mengakui tingkat kesulitan laga tersebut. “Ini adalah pertandingan yang sangat berat, lawan yang tangguh, dan kondisi yang sulit. Saya rasa kami bermain sangat baik di sebagian besar jalannya laga”.

 

“Namun, setiap kali kami berhasil unggul dua gol, mereka selalu bisa mencetak gol balasan. Gol terakhir kami sedikit meredakan ketegangan dan setelah itu kami mampu mengendalikan permainan”, lanjutnya.

 

Mengenai laga melawan Paris Saint-Germain di babak berikutnya, Kane menyatakan; “Ini akan menjadi pertandingan berat lainnya. PSG menjalani musim yang luar biasa. Kami pernah menghadapi mereka di awal musim dan berhasil menang”.

 

“Pertandingan nanti pasti akan sulit, tetapi kami tahu bahwa kami bisa mengalahkan siapapun saat kami berada di level permainan terbaik kami. Sekarang kami akan fokus pemulihan dan kemudian memberikan segalanya di lapangan”, tutup Kane.

 

Akui Kualitas Pemain Elit

Sementara, kekalahan dari Bayern München di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 tak hanya mengakhiri perjalanan wakil Brasil itu di turnamen, tapi juga memunculkan refleksi tajam dari pelatih Flamengo, Filipe Luís.

 

Secara blak-blakan, ia menyebut, bahwa kualitas pemain-pemain elite dunia saat ini masih didominasi oleh klub-klub Eropa, meski Flamengo sempat memberikan perlawanan lewat gol Gerson dan penalti Jorginho.

 

Namun, dominasi Bayern München, khususnya dalam 10 menit pertama dan penguasaan ritme permainan, membuat wakil Jerman itu tak terbendung.

 

“Kami bermain melawan tim elit sepak bola. Mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi dan menekan dengan intensitas luar biasa. Mereka pantas menang”, ujar Filipe Luís seusai laga.

 

“Kami memang mampu menciptakan peluang dan sempat memberikan tekanan tinggi, tapi fakta tetaplah fakta bahwa mereka memiliki pemain yang lebih baik”.

 

Pelatih berusia 39 tahun itu juga menyoroti kenyataan bahwa banyak pemain top Brasil yang justru berkembang di Eropa.

 

Ia menyebut nama Vinícius Júnior, yang kini bersinar di Real Madrid sebagai contoh nyata potensi yang hanya berkembang penuh saat hijrah ke benua biru.

 

“Kalau Vinícius tidak pergi ke Real Madrid, mungkin Brasil masih punya pemain terbaik dunia saat ini. Tapi itu realitasnya, para pemain top kini ada di Eropa”, tukasnya.

 

Meskipun tim-tim Brasil tampil meyakinkan di fase grup, hasil Flamengo menghadapi Bayern ini dia nilai menjadi pengingat bahwa ketimpangan level kompetisi di antara benua masih nyata.

 

Tidak Sepenuhnya Sepakat

Sementara itu, Pelatih Bayern München, Vincent Kompany tidak sepenuhnya sepakat bahwa perbedaan kualitas antara benua hanya soal individu.

 

Teknisi asal Belgia ini menilai, bahwa filosofi, keberanian dan kualitas pelatih di Amerika Selatan justru telah menjembatani perbedaan teknis.

 

“Saya tidak melihatnya sebagai hitam atau putih. Beberapa striker terbaik dunia berasal dari Amerika Selatan, dan mereka punya sepak bola dalam darah”, ucap Kompany.

 

Kompany juga menambahkan, bahwa pertandingan kontra Flamengo adalah salah satu laga paling menguras emosi dan energi dalam turnamen sejauh ini, dan mengakui bagaimana Flamengo mampu memberikan tekanan, serta menciptakan momen berbahaya. (NCA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *