Lawan Demo Anarkis dari Luar Bali, Pecalang Bali Nyatakan Sikap Tegas

RIBUAN pecalang mengikuti Gelar Agung Pecalang Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/9/2025), untuk mendukung aparat keamanan menghadapi aksi demonstrasi anarkis. (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, DENPASAR – Belasan ribu pecalang dari 1.500 desa adat di sembilan kabupaten dan kota di Bali berkumpul di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/9/2025). Mereka hadir dalam Gelar Agung Pecalang Bali untuk merespons aksi demonstrasi anarkis yang sehari sebelumnya terjadi di depan Mapolda Bali dan Kantor DPRD Bali.

Acara ini dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Ribuan pecalang menegaskan bahwa mereka bersatu menjaga kedamaian Pulau Dewata dari aksi anarkis yang merusak ketertiban.

Pecalang Resah dengan Aksi Anarkis

Para pecalang menilai aksi rusuh mencoreng citra Bali sebagai daerah yang damai sekaligus destinasi wisata dunia. Apalagi, aparat menemukan bahwa sebagian besar pelaku berasal dari luar Bali. Kondisi itu membuat pecalang merasa perlu turun langsung menjaga kesucian Tanah Gumi Bali.

Karena itu, mereka siap melawan siapa pun yang melakukan tindakan anarkis dan merusak fasilitas publik. Selain itu, pecalang berjanji mendukung TNI dan Polri dalam pengamanan. Kolaborasi ini sudah memiliki dasar hukum lewat Pergub Bali Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa.

Pernyataan Sikap Pecalang Bali

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Pecalang Desa Adat Peminge Nusa Dua, Nyoman Beker, ribuan pecalang menegaskan enam hal berikut:

Menolak segala bentuk demo anarkis di Tanah Gumi Bali.

Menjaga Bali sebagai tanah kelahiran dan tempat hidup seluruh masyarakat, agar tetap aman dan damai.

Tidak rela bila aksi anarkis merusak ketenteraman Bali.

Siap membela Bali secara Niskala-Sakala dari ancaman pihak mana pun.

Mendukung penuh aparat TNI-Polri menindak tegas pelaku anarkis sesuai hukum.

Berkomitmen bekerja sama dengan aparat keamanan dan seluruh komponen masyarakat menjaga ketertiban Bali.

Dukungan Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

Deklarasi sikap ini disaksikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ketua DPRD Bali, Pangdam Udayana, Kapolda Bali, Kajati Bali, Danlanal, Danlanud, hingga para tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas Bali. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *