Mataredaksi.com, BOGOR – London City Lionesses, yang sebagian besar dihuni pemain baru, mengejutkan penonton dengan gol pembuka melalui penalti Kosovare Asllani. Penalti itu melewati kiper Daphne van Domselaar.
Gol ini memberi tekanan awal bagi Arsenal, tetapi tim asuhan Renée Slegers segera merespons dengan permainan gemilang. “Tim kami beradaptasi dengan Barclays WSL (Women’s Super League)”, kata manajer London City Lionesses, Jocelyn Prêcheur.
“Kami merekrut pemain yang memahami intensitas kompetisi. Sekarang kami fokus membangun kohesi tim. Para pemain muda menunjukkan antusiasme, dan pengalaman ini sangat berharga untuk musim ini”, tambah Prêcheur.
Arsenal WFC membalikkan keadaan lewat gol Olivia Smith, Chloe Kelly, Stina Blackstenius, dan Frida Maanum. Smith mencetak gol penyeimbang pada menit ke-61 dan memukau penonton. Debutnya menunjukkan transfer awal musim ini sudah berdampak bagi The Gunners.
“Musim ini panjang, dan setiap pertandingan memberi pelajaran berharga”, lanjut Prêcheur. “Kami ingin membangun chemistry antar pemain baru. Arsenal memang tim kuat, tetapi kami yakin London City bisa bersaing seiring berjalannya musim”.
Penampilan kedua tim menunjukkan dinamika Barclays WSL 2025/26 yang kompetitif. Arsenal memanfaatkan pengalaman dan kualitas pemain senior.
The Lionesses (Si Singa Betina) menonjolkan kecepatan dan agresivitas pemain muda. Duel ini diprediksi menjadi sorotan utama musim WSL, terutama untuk memantau perkembangan tim debutan. (MR-03)






