Mataredaksi.com, BOGOR – Kekalahan Real Madrid Club de Fútbol dari Real Betis Balompié tidak hanya menyisakan kekecewaan. Keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR) pada penghujung pertandingan juga memicu perdebatan sengit di kalangan Madridista.
Sebagian pendukung Los Blancos mempertanyakan keputusan yang membuat penalti Kylian Mbappé tidak mendapat kesempatan untuk diulang. Mereka menyoroti posisi Marc Bartra ketika Mbappé melepaskan tendangan dari titik putih.
Mbappé sebenarnya mendapat peluang besar untuk menyelamatkan Madrid dari kekalahan. Wasit Alejandro Hernández Hernández memberikan penalti, setelah Natan Bernardo melakukan pelanggaran terhadap Vinícius Júnior di dalam kotak penalti Betis Balompié.
Namun, Álvaro Valles berhasil membaca arah tendangan Kylian Mbappé. Kiper Betis Balompié itu kemudian menepis bola, sebelum Bartra mengamankan bola pantulan dan menggagalkan peluang terakhir Real Madrid.
Momen tersebut langsung menjadi bahan perdebatan di media sosial. Sejumlah Madridista menilai Bartra sudah berada di dalam kotak penalti ketika eksekusi berlangsung sehingga mereka mempertanyakan mengapa VAR tidak meminta wasit mengulang tendangan.
Tuduhan Korupsi Bermunculan
Kekecewaan sebagian suporter berkembang menjadi tudingan serius terhadap perangkat pertandingan. Beberapa Madridista bahkan menggunakan istilah “korupsi” untuk menggambarkan keputusan VAR yang tidak memerintahkan penalti ulang.
Tuduhan tersebut muncul setelah mereka melihat Marc Bartra bergerak ke arah bola sebelum Álvaro Valles mengamankan situasi. Bagi sebagian pendukung Madrid, posisi bek tim tuan rumah itu dianggap cukup untuk memunculkan dugaan pelanggaran dalam eksekusi penalti.
Posisi Bartra Jadi Sorotan
Namun, keputusan VAR tetap memiliki dasar aturan. Bartra memang berada di udara ketika Mbappé menendang bola, tetapi kedua kakinya tidak menyentuh tanah di dalam atau pada garis kotak penalti.
Detail tersebut membuat VAR tidak menemukan pelanggaran yang mengharuskan wasit mengulang tendangan. Dengan demikian, perdebatan di kalangan Madridista lebih banyak berkaitan dengan persepsi terhadap posisi Bartra daripada adanya pelanggaran yang terbukti.
Kekalahan 0-1 dari Real Betis akhirnya bertahan hingga peluit akhir. Troy Parrott mencetak gol penentu pada menit ke-81, sedangkan kegagalan Mbappé dari titik putih menjadi salah satu momen paling dramatis dalam laga tersebut.
Hasil itu sekaligus menghentikan start sempurna Real Madrid bersama José Mourinho di La Liga EA Sports 2026/2027. (MR-02)






