Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Maroko menunjukkan kedalaman skuad yang mengesankan saat membungkam Madagaskar dengan skor telak 4-0 dalam laga uji coba internasional, di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, Rabu (3/6/2026) dini hari WIB.
Meski mengistirahatkan sejumlah pemain utama, termasuk bek andalan Achraf Hakimi sejak awal pertandingan, Maroko tetap tampil dominan dan mengendalikan jalannya laga dari menit pertama hingga peluit akhir.
Bintang kemenangan tuan rumah adalah Ismael Saibari. Gelandang PSV Eindhoven itu mencetak dua gol pada babak pertama untuk membawa Maroko unggul nyaman sebelum turun minum.
Pelatih Mohamed Ouahbi memanfaatkan pertandingan ini untuk menguji kedalaman tim menjelang Piala Dunia 2026. Hasilnya, para pemain pelapis mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan penampilan yang meyakinkan.
Saibari Jadi Pembeda di Babak Pertama
Maroko langsung menekan sejak awal pertandingan. Serangan cepat mereka membuahkan hasil ketika Saibari membuka keunggulan pada menit keempat melalui sundulan yang memanfaatkan umpan matang Bilal El Khannouss.
Gol cepat tersebut membuat Madagaskar kesulitan keluar dari tekanan. Maroko terus mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Saibari kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-24. Gol kedua itu semakin menegaskan dominasi tuan rumah yang tampil agresif sepanjang babak pertama.
Pemain berusia 25 tahun itu sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak hat-trick sebelum jeda. Namun, kesempatan emas tersebut gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
Meski demikian, keunggulan dua gol sudah cukup untuk membawa Maroko mengakhiri babak pertama dengan rasa percaya diri tinggi.
Pergantian Pemain Tambah Daya Gedor
Memasuki babak kedua, Ouahbi mulai menurunkan beberapa pemain reguler untuk menjaga ritme permainan tim. Azzedine Ounahi dan Soufiane Rahimi menjadi dua nama yang memberikan dampak signifikan setelah masuk dari bangku cadangan.
Kolaborasi keduanya menghasilkan gol ketiga Maroko pada menit ke-78. Ounahi dilanggar oleh Thomas Fontaine di dalam kotak penalti dan wasit langsung menunjuk titik putih.
Rahimi yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Situasi semakin sulit bagi Madagaskar setelah El Hadary Raheriniaina menerima kartu merah akibat pelanggaran keras yang disertai protes berlebihan kepada wasit.
Unggul jumlah pemain membuat Maroko semakin leluasa mengembangkan permainan. Tim berjuluk Atlas Lions itu terus menekan pertahanan lawan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Modal Positif Menuju Piala Dunia
Dominasi Maroko tercermin dari statistik pertandingan. Mereka mencatatkan expected goals (xG) sebesar 3,76 serta melepaskan 20 tembakan, dengan sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Keunggulan tersebut akhirnya bertambah menjelang laga berakhir. Ayoub El Kaabi sukses mencetak gol keempat untuk memastikan kemenangan telak 4-0 bagi tuan rumah.
Hasil ini menjadi sinyal positif bagi Maroko yang akan tampil di Piala Dunia 2026 dengan membawa ekspektasi tinggi. Atlas Lions masih dikenang sebagai tim Afrika pertama yang mampu mencapai semifinal Piala Dunia saat turnamen berlangsung di Qatar pada 2022.
Kemenangan atas Madagaskar juga menunjukkan bahwa Maroko tidak hanya bergantung pada pemain-pemain bintang. Kedalaman skuad yang dimiliki memberi banyak pilihan bagi Ouahbi dalam menyusun tim terbaiknya.
Selain Hakimi yang diistirahatkan, gelandang Real Madrid, Brahim Díaz juga hanya dimainkan sebagai pemain pengganti pada penghujung laga. Kondisi itu membuat sejumlah pemain kunci tetap bugar menjelang laga uji coba berikutnya melawan Norwegia akhir pekan ini.
Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan seperti saat menghadapi Madagaskar, Maroko berpeluang menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. (MR-02)






