Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Società Sportiva Calcio Napoli, Antonio Conte menyebut kemenangan 1-0 atas AS Roma bukan hanya tiga poin, tetapi juga “pesan untuk diri sendiri” dalam persaingan Scudetto. Dalam waktu bersamaan, ia mengungkapkan bahwa ia akan “selalu mengambil cuti di masa depan” demi memberikan ruang bernapas bagi tim.
Kemenangan di Stadio Olimpico, Senin (1/12/2025) dini hari WIB, menempatkan Napoli kembali sejajar dengan AC Milan di puncak klasemen Serie A.
Conte dan Cerita Cuti yang Jadi Bahan Candaan
Studio DAZN membuka sesi dengan gurauan: performa Napoli membaik sejak Conte mengambil cuti beberapa waktu lalu. Sang pelatih pun menanggapinya dengan santai.
“Ini tidak biasa selama jeda internasional di Inggris untuk memiliki waktu istirahat. Mereka memberikannya kepada saya tanpa bertanya ketika saya di Chelsea dan Tottenham”, ujar Conte sambil tersenyum.
Menurutnya, jeda tersebut sudah disepakati klub karena Napoli menjalani periode empat bulan dengan ritme memainkan laga setiap tiga hari.
“Saya memiliki staf yang hebat. Jadi seperti di Inggris, saya pikir saya akan selalu melakukannya di masa depan. Ada tekanan besar, dan sedikit ruang bernapas untuk saya, keluarga, serta staf terasa bijak”, katanya.
Krisis Cedera yang Justru Merevitalisasi Tim
Napoli memasuki laga ini dengan daftar cedera panjang, terutama di lini tengah. Kondisi itu memaksa Conte beralih ke formasi 3-4-2-1, keputusan yang pada akhirnya menghidupkan kembali dua pemain yang sebelumnya kurang mendapat menit bermain: David Neres dan Noa Lang.
Neres kembali tampil gemilang. Gol cepatnya melalui serangan balik di menit ke-36 menjadi pembeda, sekaligus gol ketiganya dalam dua laga Serie A.
“Datang ke Olimpico dan bermain dengan otoritas, itu tidak mudah. Roma sedang bagus dan berada di depan kami di klasemen. Saya senang melihat karakter para pemain”, tegas Conte.
Meski begitu, ia mengakui bahwa situasi tim masih berat. “Kita berada di periode sulit dengan banyak pemain cedera. Saya berharap pemain yang saya miliki sekarang tetap sehat. Kalau tidak, masalah akan bertambah”, ujarnya.
Conte menyebut perubahan formasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan. “Saat ini hanya ada Lobotka dan McTominay sebagai gelandang. Alternatif lain bukan di posisi itu, sementara Vergara dari akademi juga harus siap ketika diperlukan”, jelasnya.

Tanggapan Conte Soal McTominay dan Performa Kolektif
Ada pertanyaan publik soal posisi Scott McTominay dalam sistem 3-4-2-1. Namun Conte menilai pemain asal Skotlandia itu tetap berada pada peran aslinya. “Menurut saya, itu memang perannya. Dia adalah gelandang box-to-box. Kami tidak punya opsi lain, jadi dia sangat penting”, ujar Conte.
Ia juga menegaskan bahwa karakter dan kelaparan pemain menjadi alasan Napoli mampu meraih Scudetto musim lalu, dan kini masih bisa mempertahankannya.
Ucapan De Laurentiis dan Respons Conte
Di tengah euforia kemenangan, Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis menulis pesan singkat di media sosial: “Kemenangan besar untuk kelompok yang dipimpin oleh seorang komandan sejati!”
Conte yang melihat pesan itu langsung tertawa. “Apa dia maksud aku?” ujarnya sambil bercanda. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kemenangan ini adalah hasil dari mentalitas tempur tim.
“Ini saatnya kami memakai baju besi dan berperang. Kami mengalahkan Atalanta, lalu Qarabağ, dan sekarang AS Roma. Ini pesan untuk diri kita sendiri, bahwa kami bisa melakukannya bila fokus”.
Puncak Klasemen Makin Ketat
Dengan hasil ini, Napoli dan AC Milan sama-sama mengoleksi 28 poin. AS Roma dan Inter menguntit dengan 27 poin. Bologna berpeluang menyusul jika mengalahkan Cremonese. Ujian berikutnya langsung berat: Napoli vs Juventus di Stadio Maradona akhir pekan ini.
Kalimat Penutup Conte yang Sangat Conte
Saat diminta mendeskripsikan pekerjaan pelatih hanya dengan satu kata, Conte mengeluarkan jawaban yang langsung memicu tawa panel DAZN. “Sejujurnya, saya tidak akan merekomendasikan pekerjaan ini kepada seorang teman. Mungkin kepada musuh,” ujarnya. “Jadi, saya akan menyebutnya profesi paling tidak disarankan di dunia”. (MR-03)






