Pastikan Tidak Ada Korban, Bupati Bogor dan Forkopimda Tinjau Lokasi Munculnya Asap di PT Antam

Bupati Rudy Susmanto menegaskan tidak ada karyawan maupun warga terdampak setelah pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung di lokasi

KLARIFIKASI LANGSUNG – Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan penjelasan kepada awak media saat meninjau lokasi munculnya asap di area PT Aneka Tambang (Antam), Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (15/1/2026). Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. (Sumber foto: Dok. Humas Diskominfo Kabupaten Bogor)

Mataredaksi.com, BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor mendatangi langsung lokasi munculnya asap di area PT Aneka Tambang (Antam), Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (14/1/2026) dini hari WIB. Langkah ini menyusul beredarnya video di masyarakat yang memicu berbagai spekulasi.

Rudy Susmanto menyatakan pemerintah daerah langsung bergerak setelah menerima laporan awal. Ia menjelaskan, manajemen PT Aneka Tambang mencatat asap muncul sekitar pukul 00.30 WIB. Pada waktu tersebut, perusahaan tidak menjalankan aktivitas operasional penambangan.

“Di Kabupaten Bogor, izin usaha pertambangan yang resmi hanya dimiliki oleh PT Aneka Tambang. Lokasi asap berada di dalam wilayah izin usaha pertambangan Antam. Kami turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan manajemen perusahaan untuk memastikan kondisi di lokasi”, tegas Rudy Susmanto.

Rudy Susmanto memastikan seluruh karyawan PT Aneka Tambang dalam kondisi aman. Ia menegaskan tidak ada pekerja yang terjebak ataupun mengalami cedera akibat peristiwa tersebut.

Isu Korban 700 Orang Tidak Benar

Bupati Bogor menepis informasi yang menyebutkan adanya korban dalam jumlah besar. Menurut dia, kesalahpahaman istilah teknis memicu isu tersebut.

“Yang dimaksud adalah level 700, bukan korban 700 orang. Tidak ada karyawan yang menjadi korban. Pihak PT Aneka Tambang sudah melakukan verifikasi internal dan memastikan tidak ada aktivitas penambangan saat kejadian”, jelasnya.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kadar karbon monoksida (CO-gas beracun) sempat mencapai 1.200 ppm (Parts Per Million) pada awal kejadian. Seiring waktu, kadar gas itu menurun hingga berada di kisaran 100 ppm pada sore hari. Sementara itu, ambang batas aman karbon monoksida berada pada angka 25 ppm.

Manajemen PT Aneka Tambang bersama instansi teknis akan melanjutkan pengecekan lanjutan. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi lingkungan benar-benar aman sebelum aktivitas di area tambang kembali berjalan normal.

Pemkab Bogor Siagakan DPKP, BPBD, dan Dinkes

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda menyiagakan personel dan peralatan dari sejumlah perangkat daerah. Kesiapsiagaan ini melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Bogor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan.

Rudy Susmanto menjelaskan, pemerintah daerah menerapkan prosedur standar kesiapsiagaan untuk merespons setiap potensi kedaruratan. Namun, setelah memastikan tidak ada korban dan situasi terkendali, pemerintah memutuskan tidak mengirim personel masuk ke area tambang.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Bogor beserta jajaran dan Dandim 0621/Kabupaten Bogor beserta jajaran atas respons cepat dalam menyikapi informasi yang berkembang di masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media yang menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta lapangan. Kami mengimbau agar setiap informasi yang disampaikan ke publik benar-benar terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan”, ujar Rudy.

Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan akan terus menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat berdasarkan data lapangan. Jika terdapat perkembangan lanjutan, pemerintah daerah akan menyampaikannya secara terbuka dan bertanggung jawab.

“Kami hadir untuk melayani masyarakat Kabupaten Bogor. Kami berharap aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan situasi tetap kondusif”, pungkas Rudy Susmanto. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *