Mataredaksi.com, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mempercepat proses pembebasan lahan untuk proyek Bendungan Cibeet. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menunjukkan tren positif setelah progres pembebasan lahannya menembus angka 90 persen.
Pemerintah membangun Bendungan Cibeet di tiga wilayah Kecamatan Cariu, yakni Desa Wargajaya, Desa Banyu Asih, dan Desa Kutamekar. Infrastruktur strategis ini menjanjikan manfaat besar bagi masyarakat luas.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, Pemkab Bogor terus memperkuat koordinasi dengan Balai Pengelola Waduk dan Sungai (BPWS) serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Langkah ini bertujuan mempercepat penyelesaian sisa pembebasan lahan yang masih berjalan.
Target Rampung Lebih Cepat pada 2027
Rudy menjelaskan bahwa pembebasan lahan saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen, sementara tim terkait sedang menyelesaikan sisanya.
“Pembebasan lahan Bendungan Cibeet sudah mencapai sekitar 90 persen. Tim masih memproses sisanya. Kami bersama BPWS dan Kementerian PU terus berkoordinasi untuk mendukung tim agar percepatan ini berjalan lancar”, ujar Rudy.
Ia menambahkan, perencanaan awal menetapkan seluruh tahapan pembebasan lahan berlangsung hingga 2028. Namun, berkat sinergi kuat antar-instansi, Pemkab Bogor optimistis mampu memangkas target penyelesaian hingga akhir 2027.
“Seluruh tahapan berjalan sesuai rencana sepanjang 2026 hingga 2027. Kami berharap bisa memajukan target selesai dari 2028 ke akhir tahun 2027”, tegas Politikus kunci Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Bogor tersebut.
Kuatkan Ketahanan Air dan Kendalikan Banjir
Rudy menekankan bahwa pembangunan Bendungan Cibeet memegang peran kunci dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Bogor. Bendungan ini tidak hanya mengelola pasokan air, tetapi juga mampu mengendalikan banjir sekaligus memenuhi kebutuhan harian masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mengawal dan memonitor setiap tahapan. Kami ingin Bendungan Cibeet segera selesai dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat”, pungkas Rudy Susmanto. (MR-01)






