Piala Dunia 2026: FIFA Tolak Banding Prancis, Olise Hadapi Risiko Kartu Kedua

Momen Kartu Kuning – Pemain Timnas Prancis, Michael Olise (kiri), menunjukkan ekspresi frustrasi setelah wasit Ilgiz Tantashev asal Uzbekistan mengeluarkan kartu kuning dalam laga babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 melawan Paraguay, di Stadion Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Minggu (5/7/2026) pagi WIB. Pemain sayap Bayern München mendapat hukuman usai terlibat duel dengan Matías Galarza. (Sumber foto: @FootballFacts/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Prancis gagal membatalkan kartu kuning Michael Olise jelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Maroko.

Fédération Internationale de Football Association atau FIFA menolak banding Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), sehingga kartu yang diterima pemain sayap Bayern München itu tetap tercatat.

Prancis akan menghadapi Maroko, di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB. Pelatih Didier Deschamps mengonfirmasi keputusan FIFA sehari sebelum pertandingan.

“Tidak ada perubahan dengan kartu kuning Olise. Kami menerima keputusan dari FIFA pagi ini bahwa kartu kuning Olise tetap berlaku”, kata Deschamps.

Olise menerima kartu kuning saat Prancis menang 1-0 atas Paraguay pada babak 16 besar. Wasit Ilgiz Tantashev asal Uzbekistan memberi hukuman setelah Olise terlibat duel dengan Matías Galarza.

Dalam insiden tersebut, di Stadion Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Galarza terjatuh sambil memegangi wajahnya. Namun, tayangan ulang memperlihatkan Olise menarik jersey pemain Atlanta United FC tersebut dan tidak mengenai bagian wajah lawannya.

https://pbs.twimg.com/media/HMxmaGTXoAAl5mW? format=jpg&name=medium(Sumber foto: @AndiOnrubia/X)

Terancam Absen di Semifinal

Kartu kuning itu membuat Olise berada dalam situasi rawan. Ia tetap dapat bermain melawan Maroko, tetapi kartu kuning tambahan akan membuatnya absen pada semifinal.

Karena itu, FFF mengajukan banding kepada FIFA. Federasi menilai wasit menjatuhkan kartu secara tidak tepat. FFF meminta FIFA menghapus catatan kartu Olise sebelum pertandingan perempat final berlangsung.

Prancis menilai Galarza berhasil memengaruhi keputusan wasit melalui reaksinya dalam duel tersebut. Mereka pun berharap FIFA meninjau ulang rekaman pertandingan dan mengambil keputusan berbeda.

Namun, FIFA tidak mengabulkan permohonan FFF. Keputusan itu membuat Deschamps harus meminta Olise tampil disiplin saat menghadapi Maroko.

Prancis Soroti Kasus Balogun

FFF juga menjadikan kasus Folarin Balogun sebagai salah satu dasar banding. FIFA sebelumnya membatalkan larangan bermain striker tim nasional Amerika Serikat tersebut setelah menerima protes atas kartu merah yang ia terima.

Kasus Balogun memicu perdebatan karena FIFA sebelumnya menyatakan tidak membuka jalur banding untuk hukuman itu. Meski demikian, badan sepak bola dunia tersebut akhirnya membatalkan sanksi dan mengizinkan Balogun kembali bermain.

Keputusan itu membuat Prancis melihat peluang untuk mengajukan peninjauan ulang terhadap kartu kuning Olise. Akan tetapi, FIFA mengambil sikap berbeda dan mempertahankan keputusan wasit.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi FIFA dalam menangani permintaan banding. Prancis merasa memiliki alasan kuat, terutama karena kartu Olise berpotensi memengaruhi komposisi skuad pada fase krusial.

https://pbs.twimg.com/media/HMtnlllbAUA-rGj? format=jpg&name=besar(Sumber foto: @idextratime/X)

Risiko Kartu Kedua bagi Olise

Olise tetap dapat tampil saat Prancis menghadapi Maroko. Jika ia mampu menghindari kartu kuning, pemain sayap itu dapat bermain pada semifinal karena FIFA menghapus akumulasi kartu sebelum fase tersebut.

Sebaliknya, kartu kuning saat menghadapi Maroko akan membuat Olise menjalani larangan satu pertandingan. Prancis pun berpotensi kehilangan salah satu pemain penting apabila berhasil melangkah ke empat besar.

Menanti Duel Maroko

Pemenang laga Prancis kontra Maroko akan bertemu pemenang duel Spanyol melawan Belgia. Karena itu, Deschamps berharap Olise dapat menjaga emosinya dan tetap memberi pengaruh besar bagi permainan Les Bleus. Keputusan itu juga menambah tekanan bagi Olise pada laga penting.

FIFA Kembali Jadi Sorotan

Kasus Olise kembali menempatkan FIFA dalam sorotan. Perbedaan hasil antara banding Prancis dan kasus Balogun berpotensi terus memantik perdebatan sepanjang Piala Dunia FIFA 2026. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *