Pisa SC 1-2 AC Milan: Gol Telat Modrić Selamatkan Rossoneri di Serie A

Meluapkan Kegembiraan - Gelandang gaek AC Milan, Luka Modrić meluapkan kegembiraan usai mencetak gol telat yang membawa timnya menang 2-1 atas Pisa SC pada giornata 24 Serie A Italia 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. Gol di menit ke-85 ini memastikan Rossoneri tetap menjaga peluang di papan atas klasemen, sekaligus membuktikan pengalaman sang gelandang veteran menjadi penentu kemenangan. (Sumber foto: X/@acmilan)

Mataredaksi.com, BOGOR – AC Milan nyaris kehilangan poin saat bertamu ke markas Pisa Sporting Club. Luka Modrić mencetak gol penentu di menit ke-85, memastikan kemenangan 2-1 bagi tim asuhan Massimiliano Allegri pada giornata 24 Serie A Italia 2025/2026 di Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat Rossoneri tetap menjaga peluang bersaing di papan atas dan menekan pemimpin klasemen Inter.

Tekanan Awal dan Gol Pembuka

Pisa SC langsung menekan sejak menit awal. Permainan agresif mereka membuat lini belakang AC Milan beberapa kali tertekan. Ruben Loftus-Cheek membuka skor untuk AC Milan sebelum jeda dengan sundulan hasil umpan silang Zachary Athekame.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Ruben-Loftus-Cheek-celebrate.jpgMerayakan – Ruben Loftus Cheek gelandang AC Milan merayakan bersama rekan setim setelah mencetak gol selama pertandingan Serie A melawan Pisa SC, di Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)

Niclas Füllkrug masuk sebagai pengganti di menit ke-45 babak kedua dan hampir menggandakan keunggulan tim tuan rumah. Namun, tendangan penalti penyerang asal Jerman membentur tiang kiri gawang, mengejutkan fans tuan rumah dan membuat pertandingan semakin menegangkan.

Loyola Samakan Kedudukan

Filip Stojilković juga melewatkan peluang emas ketika menghadapi kiper Mike Maignan, yang sigap mengamankan bola dari garis gawang. Felipe Loyola kemudian menyamakan kedudukan dengan tendangan terukur.

AC Milan mulai menyesuaikan strategi. Mike Maignan dan kolega memanfaatkan kedisiplinan lini tengah dan melakukan transisi cepat untuk menekan pertahanan Pisa SC, sekaligus menjaga penguasaan bola. Suasana stadion semakin panas saat kedua tim saling menyerang, dengan sorak-sorai fans tuan rumah yang bergemuruh.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Niclas-Fullkrug-no.jpgFrustrasi – Penyerang AC Milan, Niclas Füllkrug, menunjukkan ekspresi frustrasi setelah gagal mengeksekusi penalti saat melawan Pisa SC di Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)

Modrić Menjadi Penentu

Di menit-menit kritis, Luka Modrić menunjukkan pengalaman luar biasa. Ia menerima umpan satu-dua dari Samuele Ricci dan menembak melewati Nícolas David Andrade, membawa Il Diavolo Rosso masih julukan AC Milan unggul 2-1.

Meskipun Adrien Rabiot menerima kartu merah karena dua kartu kuning dalam 20 detik, pertahanan Milan tetap solid dan menjaga keunggulan hingga peluit akhir. “Di tengah tekanan lawan dan tensi tinggi, pengalaman Modrić menjadi penentu kemenangan bagi Rossoneri”, ujar komentator pertandingan.

Statistik dan Rekor

Kemenangan ini membuat AC Milan menorehkan poin terbaik kedua mereka setelah 24 pertandingan liga sejak era tiga poin untuk kemenangan (1994-95), hanya kalah dari 61 poin pada musim 2003-04. Rossoneri mencatat 2,35 expected goals (xG) dibandingkan 0,77 milik Pisa SC. Kedua tim sama-sama melepaskan tujuh tembakan.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Luka-Modric-celebrate-1024x684.jpgMerayakan Gol – Luka Modrić gelandang AC Milan merayakan setelah mencetak gol selama pertandingan Serie A melawan Pisa SC – Stadio Romeo Anconetani, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)

Luka Modrić, di usia 40 tahun dan 157 hari, menjadi pemain tertua ketiga yang mencetak gol di Serie A, setelah Alessandro Costacurta (41 tahun dan 25 hari) dan Zlatan Ibrahimović (41 tahun dan 166 hari). Rekor head-to-head juga menunjukkan Setan Merah selalu menang dalam empat pertemuan terakhir melawan Pisa SC.

Kesimpulan

Kemenangan ini menegaskan ketangguhan AC Milan menghadapi tekanan, serta kualitas individu dan disiplin taktik tim. Rossoneri tetap menjadi kandidat kuat di papan atas Serie A 2025/2026. Pengalaman Modrić dan determinasi tim menjadi faktor penentu kemenangan dan menjaga semangat mereka bersaing hingga akhir musim.(MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *