Reuni Fàbregas Berakhir Manis Bagi The Gunners: Arsenal Tekuk Como via Penalti 4-3

Persahabatan klub Pramusim 2026

Reuni Santai - Pelatih Como 1907, Cesc Fàbregas (kiri), berbincang hangat dengan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, usai laga pramusim 2026, di Emirates Stadium, Holloway, London, Inggris, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. I Lariani mampu menahan imbang The Gunners 1-1, sebelum kalah 3-4 lewat adu penalti. (Foto: X/@ffetuff)

Mataredaksi.com, BOGOR – Arsenal FC harus melewati drama adu penalti untuk mengalahkan Como 1907 dalam laga persahabatan pramusim, di Stadion Emirates, Holloway, London, Inggris, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.

Pertandingan berakhir 1-1 setelah kedua tim saling mencetak gol pada babak pertama. Arsenal kemudian memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengakhiri laga dengan hasil positif sebelum menghadapi Manchester City pada FA Community Shield 2026.

Laga tersebut juga menjadi momen emosional bagi Cesc Fàbregas. Mantan pemain Arsenal itu kembali ke Emirates sebagai pelatih Como 1907, klub yang tampil mengejutkan di Serie A Italia musim lalu.

Lewis-Skelly Bawa Arsenal Unggul

Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan tuan rumah hampir menghasilkan gol cepat melalui situasi bola mati. Namun, sundulan Gabriel Magalhães masih dapat disapu Piero Hincapié sebelum melewati garis gawang.

Tidak lama kemudian, kesalahan komunikasi pemain Como 1907 kembali membuka ruang bagi Arsenal. Gabriel Jesus mendapatkan kesempatan menembak ke gawang yang sudah kosong, tetapi sudut tembak yang sempit membuat bola justru mengenai tiang.

Arsenal akhirnya memperoleh keunggulan pada menit ke-33. Kiper Como 1907, Jean Butez, melakukan kesalahan saat membuang bola sehingga mengarah kepada Myles Lewis-Skelly.

Lewis-Skelly kemudian mengontrol bola setelah menerima sundulan dan meneruskannya kepada Gabriel Martinelli. Pemain muda Arsenal itu mampu menuntaskan peluang dengan penyelesaian tenang untuk membawa timnya unggul 1-0.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sekitar 10 menit. Como 1907 merespons melalui aksi Martin Baturina yang melewati dua pemain bertahan Arsenal sebelum melepaskan tembakan keras. Bola meluncur ke gawang dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.

Como Beri Perlawanan Sengit di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Arsenal melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain. Bruno Guimarães mendapat kesempatan menjalani debut bersama The Gunners setelah masuk pada awal babak kedua.

Arsenal kembali menciptakan peluang emas melalui aksi Fábio Vieira dan Cristhian Mosquera. Namun, kedua upaya tersebut belum mampu mengubah papan skor.

Di sisi lain, Como juga beberapa kali mengancam gawang Arsenal. David Raya yang tampil sebagai pemain pengganti harus bekerja ekstra keras menjelang akhir pertandingan dengan menggagalkan dua peluang berbahaya milik Jesús Rodríguez.

Arsenal sempat mencetak gol melalui Kai Havertz pada kesempatan terakhir waktu normal. Namun, wasit membatalkan gol tersebut karena Havertz berdiri dalam posisi offside. Karena kedua tim tetap bermain imbang 1-1 hingga peluit panjang berbunyi, adu penalti harus menentukan pemenang laga.

Arsenal Menang Drama Adu Penalti

Dalam drama dari titik putih, Arsenal akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. David Raya tampil sebagai salah satu pahlawan penentu setelah melakukan penyelamatan penting.

Meskipun kegagalan Noni Madueke sempat memberikan peluang bagi Como untuk mengambil keuntungan, Arsenal mampu mempertahankan ketenangan. Ketenangan tersebut terjaga hingga Christos Tzolis sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan.

Hasil positif tersebut membuat Arsenal menutup rangkaian laga pramusim dengan kemenangan. Ini menjadi modal berharga sebelum mereka meladeni Manchester City pada ajang FA Community Shield, di Stadion Principality, Cardiff, Wales, Minggu (16/8/2026) pukul 21.00 WIB.

Lewis-Skelly Jawab Spekulasi Masa Depan

Selanjutnya, Myles Lewis-Skelly juga mencuri perhatian publik setelah mencetak gol pembuka. Penampilan apik tersebut datang ketika masa depannya tengah menjadi bahan spekulasi media, termasuk rumor bahwa Arsenal mempertimbangkan tawaran dari Manchester United dan Chelsea.

Kedatangan Bruno Guimarães dengan nilai transfer £75 juta memang berpotensi memperketat persaingan di lini tengah. Namun, Lewis-Skelly menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki alasan kuat untuk bersaing merebut posisi utama.

Ia bahkan menjadi salah satu pemain Arsenal dengan jumlah tembakan terbanyak, yakni dua percobaan, serta menuntaskan seluruh 22 umpan tanpa cela. Catatan impresif tersebut membuatnya menjadi satu dari dua pemain Arsenal yang mencatat akurasi operan 100 persen bersama Madueke.

Secara statistik, Arsenal tampil jauh lebih dominan dengan catatan expected goals (xG) mencapai 2,42, sementara Como 1907 hanya menghasilkan 0,25 xG. Dengan kemenangan manis melalui adu penalti ini, Arsenal berhasil mengantongi modal positif menjelang duel perebutan trofi FA Community Shield. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *