Mataredaksi.com, BOGOR – Liverpool mengawali kiprah di Liga Champions UEFA musim 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. Tampil di hadapan publik di Stadion Anfield, The Reds bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Club Atlético de Madrid 2-1 pada laga perdana phase league, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang tren positif Liverpool bersama Andoni Iraola. Sang pelatih menjalani debutnya di Liga Champions dari sisi lapangan dengan hasil sempurna, meski timnya harus bekerja keras melewati perlawanan Atlético Madrid.
Liverpool Langsung Menekan
Liverpool langsung memberikan ancaman ketika pertandingan baru berjalan 15 detik. Dominik Szoboszlai merebut bola selepas kick-off sebelum mengirimkannya kepada Alexander Isak. Penyerang tersebut kemudian melepaskan tembakan yang melebar di sisi kiri gawang Jan Oblak.
Julián Álvarez lalu memaksa Alisson Becker melakukan penyelamatan pertamanya. Liverpool kembali mengancam melalui Bradley Barcola yang tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak bergabung dari Paris Saint-Germain.
Menerima umpan Szoboszlai dari sisi kanan, Barcola mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit. Namun, Atlético Madrid justru mencuri keunggulan pada menit ke-17.
Julián Álvarez mengirim umpan yang mengecoh Milos Kerkez. Marcos Llorente memanfaatkan kelengahan tersebut untuk menyelinap ke ruang kosong dan menaklukkan Alisson.
Kiper Liverpool kemudian kembali bekerja keras. Alisson harus meregangkan tubuh sepenuhnya untuk menepis tembakan jarak jauh Julián Álvarez yang mengarah ke gawang.
Szoboszlai Samakan Kedudukan
Liverpool tidak membiarkan Atlético Madrid membawa keunggulan hingga turun minum. Lima menit sebelum jeda, The Reds akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan.
Szoboszlai menuntaskan peluang tersebut setelah menerima sentuhan cerdik Ronald Araújo di dalam kotak penalti. Bola kemudian ia lesakkan melewati Jan Oblak sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Momentum Liverpool berlanjut selepas jeda. Hanya lima menit setelah babak kedua dimulai, Alexis Mac Allister membalikkan keadaan melalui sepakan kaki kiri.
Gol tersebut lahir tidak lama setelah Barcola hampir menambah keunggulan Liverpool. Dalam sebuah serangan balik cepat yang dipimpin Florian Wirtz, Barcola melepaskan tembakan yang meleset tipis dari sasaran.
Barcola Cedera, Atlético Menekan
Situasi kemudian berubah ketika Barcola tiba-tiba berhenti berlari meski sedang tidak menguasai bola. Liverpool akhirnya menarik pemain tersebut keluar karena cedera.
Atlético Madrid memanfaatkan situasi itu untuk meningkatkan tekanan. Julián Álvarez kembali memperoleh ruang di tepi kotak penalti, tetapi tembakannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan Alisson.
Liverpool perlahan mampu meredam tekanan tersebut. Tuan rumah bahkan kembali menciptakan beberapa peluang untuk memperlebar jarak. Tembakan Isak sempat diblok Robin Le Normand, sedangkan sundulan Araújo menyambut sepak pojok Szoboszlai meleset tipis dari tiang jauh.
Liverpool juga sempat mengira telah mencetak gol ketiga ketika pertandingan memasuki menit ke-89. Jeremie Frimpong melakukan sontekan setelah tembakan Víctor Muñoz ditepis, tetapi gol tersebut tidak mengubah skor akhir.
The Reds akhirnya mempertahankan keunggulan hingga lima menit waktu tambahan berakhir dan mengamankan tiga poin penuh.
Mac Allister Jadi Pahlawan
Marcos Llorente kembali menjadi sosok yang merepotkan Liverpool di Anfield. Penyerang bayangan Atlético Madrid tersebut kini telah mencetak lima gol ke gawang Liverpool di Liga Champions.
Hanya Robert Lewandowski ketika menghadapi FK Crvena Zvezda dan Cristiano Ronaldo saat melawan AFC Ajax yang memiliki catatan gol tandang lebih banyak ke satu lawan spesifik, masing-masing enam gol.
Di kubu Liverpool, Szoboszlai tampil sebagai salah satu pahlawan. Ia mencatatkan 10 keterlibatan gol di Liga Champions sejak awal musim lalu, terdiri dari enam gol dan empat assist.
Jumlah tersebut dua kali lebih banyak daripada pemain Liverpool lainnya. Ia juga telah mengoleksi tiga gol dan tiga assist dalam enam penampilan kandang terakhirnya di kompetisi Eropa.
Mac Allister pun memberikan kontribusi besar di lini tengah. Pemain asal Argentina tersebut tampil impresif dan terlihat semakin menemukan bentuk terbaiknya setelah melewati musim 2025-2026 yang sulit.
Lima dari 20 gol Mac Allister untuk Liverpool di semua kompetisi tercipta dari luar kotak penalti. Dalam pertandingan ini, ia juga menjadi pemain yang memenangkan duel paling banyak dengan catatan lima duel.
Liverpool Layak Raih Kemenangan
Kemenangan atas Los Rojiblancos, julukan Atlético Madrid, memperpanjang catatan Liverpool menjadi empat kemenangan beruntun dalam empat pertemuan terakhir kedua tim di Liga Champions.
Secara statistik, The Reds juga layak mengakhiri pertandingan sebagai pemenang. Liverpool menghasilkan expected goals (xG) sebesar 1,68 dari 14 tembakan. Sementara itu, Atlético Madrid hanya mencatatkan 0,81 xG dari sembilan percobaan.
Debut Iraola Berbuah Kemenangan
Andoni Iraola pun menandai pengalaman pertamanya sebagai pelatih di kompetisi elite UEFA dengan kemenangan. Sebelumnya, ia pernah tampil dalam tiga pertandingan Liga Champions pada musim 2014-2015 bersama Athletic Bilbao.
Kini, pelatih asal Spanyol tersebut merasakan atmosfer kompetisi tersebut dari area teknis dan langsung membawa Liverpool meraih kemenangan pada laga pembuka. Perjuangan Liverpool memang tidak mudah.
Namun, comeback 2-1 atas Atlético Madrid menjadi awal yang positif bagi perjalanan The Reds di phase league Liga Champions UEFA 2026/2027. (MR-01)






