Mataredaksi.com, BOGOR – Manchester City melanjutkan awal sempurna di Premier League 2026/2027, setelah mengalahkan Ipswich Town dengan skor 3-2 pada pekan ketujuh di Etihad Stadium, Sabtu (17/10/2026) malam WIB.
Dua gol Erling Braut Håland membantu The Citizens mempertahankan rekor kemenangan dalam tujuh pertandingan pertama musim ini. Phil Foden membuka keunggulan Manchester City pada menit ke-19.
Namun, Ipswich Town asuhan Gary Paul O’Neil segera menyamakan kedudukan melalui Daizen Maeda. Erling Håland kemudian membawa tuan rumah kembali unggul lewat sundulan pada menit ke-34, sebelum menambah golnya pada babak kedua untuk memperbesar keunggulan menjadi 3-1.
Ipswich tidak menyerah begitu saja. Gol penalti Zian Flemming pada menit ke-90 memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 dan membuat penghujung pertandingan berlangsung menegangkan.
Meski mendapat tekanan, Manchester City mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Kemenangan tersebut juga mengantarkan Enzo Maresca mencatatkan pencapaian bersejarah.
Juru taktik burusia 46 tahun asal Italia tersebut menjadi manajer pertama yang memenangi tujuh pertandingan pertamanya di Premier League bersama sebuah klub.
Foden Buka Keunggulan, Maeda Langsung Membalas
Manchester City memulai pertandingan dengan agresif. Rúben Dias lebih dahulu mengancam melalui sundulan yang melebar. Upaya berikutnya membentur pemain lawan dan memaksa Christian Timothy Walton menepis bola menjauh dari gawang.
Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-19. Mateo Kovačić mengirimkan bola kepada Jérémy Doku yang bergerak di sisi kiri. Pemain sayap asal Belgia tersebut kemudian melepaskan umpan silang yang disambut Phil Foden dengan penyelesaian dari jarak dekat untuk membawa Manchester City unggul 1-0.
Ipswich Town asuhan Gary O’Neil merespons dengan cepat. Umpan Abdoul Ouattara membuat pertahanan Manchester City kesulitan mengantisipasi pergerakan Daizen Maeda.
Penyerang sayap kiri asal Jepang tersebut berhasil melewati Marc Guéhi sebelum menaklukkan Gianluigi Donnarumma melalui penyelesaian ke tiang dekat dalam situasi satu lawan satu.
Gol itu mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan menunjukkan bahwa The Tractor Boys, julukan Ipswich Town, masih mampu memberikan perlawanan meskipun bermain di kandang lawan. Emersonn Correia kemudian memperoleh kesempatan, tetapi tembakannya melebar dari sasaran.
Håland Kembali Membawa Manchester City Unggul
Manchester City kembali meningkatkan tekanan setelah kebobolan. Mateo Kovačić sekali lagi berperan penting dalam membangun serangan melalui umpan silang akurat yang mengarah ke kotak penalti Ipswich.
Erling Håland menyambut bola tersebut dengan sundulan kuat yang gagal dihentikan Christian Walton. Gol itu membawa Manchester City kembali memimpin 2-1 pada menit ke-34 sekaligus mengembalikan kendali permainan kepada tuan rumah.
Selepas turun minum, Manchester City tetap berusaha menjaga intensitas serangan. Erling Håland kembali menjadi pembeda pada menit ke-69 setelah menerima umpan terobosan Iliman Ndiaye.
Bomber tim nasional Norwegia tersebut memanfaatkan ruang yang tersedia dan mengungguli Abdoul Ouattara sebelum melepaskan tembakan yang menaklukkan Christian Walton.
Gol kedua Erling Håland dalam pertandingan tersebut memperlebar keunggulan Manchester City menjadi 3-1. Keunggulan itu membuat tuan rumah semakin dekat untuk mempertahankan rekor sempurna mereka pada awal musim.
Gol Ketiga Håland Dianulir, Flemming Perkecil Ketertinggalan
Erling Håland sempat mencetak gol ketiganya pada menit ke-85. Sebelumnya, Enzo Fernández yang masuk menggantikan Kovačić karena cedera memaksa Christian Walton melakukan penyelamatan. Iliman Ndiaye kemudian membentur mistar gawang.
Bola kembali bergulir dan membuka peluang bagi Erling Håland untuk mencetak gol. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Enzo Fernández berada dalam posisi offside saat menerima bola sebelum mengirimkannya kembali kepada Erling Håland.
Keputusan itu membuat Manchester City gagal menambah keunggulan. Ipswich Town kemudian memperoleh kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan pada penghujung pertandingan.
Marc Guéhi berusaha menyapu bola di dalam kotak penalti, tetapi wasit menilai tindakannya terhadap Abdul Fatawu sebagai pelanggaran. Setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), wasit menunjuk titik putih.
Pemain pengganti Emersonn Correia, Zian Flemming mengeksekusi penalti dengan tendangan tegas. Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-2 dan meningkatkan tekanan pada menit-menit akhir.
Kedua tim masih berusaha mencari gol tambahan, tetapi tak satu pun mampu mengubah skor. Manchester City pun mengamankan kemenangan dan membawa pulang tiga poin penting di hadapan pendukungnya sendiri.
Maresca Ukir Catatan Bersejarah
Manchester City menjadi tim ketiga yang mengawali musim Premier League dengan tujuh kemenangan beruntun. Chelsea lebih dahulu mencatat tujuh kemenangan pada awal musim 2005/2006, sedangkan Liverpool membuka musim 2019/2020 dengan delapan kemenangan berturut-turut.
Maresca juga mengukir pencapaian tersendiri. Ia menjadi manajer pertama yang memenangi tujuh pertandingan pertamanya di Premier League bersama sebuah klub.
Catatan tersebut menjadi hasil penting setelah Manchester City menelan kekalahan mengecewakan dari Paris Saint-Germain pada pertandingan kedua League Phase Liga Champions UEFA 2026/2027, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.
Erling Håland kembali menarik perhatian berkat ketajamannya di depan gawang. Menurut statistik dalam materi sumber, ia telah mencetak 100 gol nonpenalti di Premier League dalam 139 penampilan.
Jumlah penampilan itu lebih sedikit daripada catatan pemain lain yang mencapai tonggak serupa. Alan Shearer, misalnya, membutuhkan 150 pertandingan. Erling Håland juga telah mencetak sedikitnya dua gol dalam 29 pertandingan Premier League.
Catatan tersebut menempatkannya pada urutan kesembilan dalam daftar pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak yang menghasilkan minimal dua gol.
Manchester City Dominan, Ipswich Tetap Memberi Perlawanan
Manchester City mendominasi statistik pertandingan meskipun sejumlah peluang mereka gagal berbuah gol. Dari 19 tembakan, enam di antaranya mengarah tepat ke gawang.
The Sky Blues, masih julukan Manchester City, juga mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 3,53, sedangkan Ipswich Town membukukan 1,66.
Meski kalah, Ipswich Town mampu menekan tuan rumah dan menjaga pertandingan tetap terbuka hingga akhir. Gary O’Neil masih memiliki sejumlah aspek positif untuk dievaluasi, terutama kemampuan timnya dalam menciptakan ancaman dan memperkecil selisih skor pada penghujung laga.
Zian Flemming kembali menunjukkan kontribusinya melalui gol pada menit ke-90. Materi sumber menyebutkan bahwa 10 dari 13 gol Premier League yang dicetaknya tercipta saat bermain di kandang lawan, setara dengan sekitar 77 persen.
Kemenangan 3-2 ini menjaga laju sempurna Manchester City sekaligus mempertegas posisi Rúben Dias dan kawan-kawan dalam persaingan papan atas Premier League musim 2026/2027. (MR-02)






