Mataredaksi.com, BANDUNG – Kesuksesan tim pencak silat Kabupaten Bogor pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Wilayah I Jawa Barat 2026 tidak lahir secara instan.
Raihan lima medali emas, dua perak, dan delapan perunggu menjadi bukti keberhasilan pola pembinaan jangka panjang. Pola ini berjalan secara terpadu oleh berbagai elemen olahraga di Kabupaten Bogor.
Kompetisi tersebut berlangsung di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, pada 15-19 Juni 2026. Ajang ini memperlihatkan sinergi nyata antara kompetisi lokal, program pembinaan atlet, dan dukungan lembaga pendidikan olahraga. Kolaborasi tersebut terbukti mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Keberhasilan ini juga menandai kebangkitan pencak silat Kabupaten Bogor di tingkat regional. Setelah beberapa tahun terakhir, mereka harus menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Kontribusi Besar Atlet PPOPM Cibinong
Pilar penting di balik keberhasilan tersebut berasal dari atlet-atlet yang menempa diri melalui program pembinaan di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) Kabupaten Bogor. Lembaga ini berlokasi di Jalan Raya Karadenan-Sukahati, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong.
Pada Popwilda Jabar 2026, Pusat Pendidikan dan Pembinaan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa (PPOPM) Kabupaten Bogor kembali menyumbangkan sejumlah atlet terbaik untuk mengisi posisi strategis dalam tim bentukan Pengcab IPSI Kabupaten Bogor.
Kehadiran para atlet binaan itu menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan prestasi Kabupaten Bogor di arena pertandingan.
Pelatih Pencak Silat PPOPM Kabupaten Bogor, Endat Hudatul Muttaqien, membagikan cerita ini. Menurutnya, tiga atlet binaannya mendapat kepercayaan untuk memperkuat tim Popwilda Kabupaten Bogor tahun ini.
“Tiga atlet PPOPM Kabupaten Bogor memperkuat tim Popwilda tahun ini. Mereka adalah Abelia di Kelas A Putri, Fathir Sheehan Rosadi di Kelas C Putra, dan Muhammad Guntur di Kelas E Putra”, ujar Endat Muttaqien.
Ketiganya mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan prestasi maksimal. Abelia, Fathir, dan Guntur sama-sama berhasil mempersembahkan medali emas bagi Kabupaten Bogor.
Peningkatan Prestasi dari Edisi Sebelumnya
Tambahan dua medali emas lainnya datang dari Aldi yang tampil dominan di Kelas G Putra. Selain itu, pasangan Kabupaten Bogor juga menjadi juara pada nomor Seni Ganda Putra.
Menurut Endat Muttaqien, kontribusi para atlet PPOPM menunjukkan hasil yang signifikan dari proses pembinaan yang berkesinambungan. Ia kemudian membandingkan capaian tahun ini dengan edisi sebelumnya.
Saat itu, sejumlah atlet PPOPM tidak dapat memperkuat Kabupaten Bogor. Hal ini karena mereka harus mengikuti Kejuaraan Nasional PPLP di Kalimantan.
“Kontribusi tiga atlet PPOPM menunjukkan pembinaan yang berkelanjutan. Tahun sebelumnya kami tidak ikut memperkuat tim karena bersamaan dengan Kejurnas PPLP di Kalimantan. Saat itu Kabupaten Bogor hanya mendapatkan tiga tiket Popda dari raihan dua emas dan satu perak. Tahun ini hasilnya meningkat”, jelasnya.
Menguji Mental Juara di Partai Final
Selain kualitas teknik, para pesilat Kabupaten Bogor juga menunjukkan kematangan mental sepanjang turnamen. Salah satu ujian terbesar hadir pada final Kelas C Putra. Laga ini mempertemukan Fathir Sheehan Rosadi dengan Kautsar dari Kota Bogor.
Duel bertajuk “Derby Bogor Raya” tersebut berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Kedua atlet saling melancarkan serangan dan berupaya mendominasi jalannya laga. Namun, Fathir mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan dan mengamankan kemenangan untuk meraih medali emas.
Ketangguhan mental juga terlihat dari respons tim pelatih saat menghadapi persoalan nonteknis pada nomor Seni Ganda Putra. Pada babak semifinal, juri sempat menyatakan pasangan Kabupaten Bogor kalah akibat kesalahan penilaian.
Tim pelatih yang dipimpin Yan Purnama bersama Sunaryo kemudian mengajukan protes resmi kepada komisi pertandingan. Setelah melakukan evaluasi dan peninjauan ulang, komisi pertandingan memutuskan mengubah hasil sebelumnya.
Mereka memberikan tiket final kepada Kabupaten Bogor. Wakil Kabupaten Bogor memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Pada akhirnya, pasangan Kabupaten Bogor berhasil merebut medali emas.
Menatap Popda 2027 dan Porprov 2026
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Muhammad Saepudin, memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, dan seluruh pihak. Mereka adalah elemen yang terlibat langsung dalam pembinaan pencak silat.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet pelajar. Tujuannya agar mereka terus meningkatkan prestasi serta mengharumkan nama Kabupaten Bogor pada ajang yang lebih tinggi.
Sementara itu, pelatih kepala tim Popwilda Kabupaten Bogor, Yan Purnama, menilai capaian lima medali emas menjadi fondasi penting dalam menatap agenda olahraga berikutnya.
“Kami berharap hasil ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan tren positif pencak silat Kabupaten Bogor”, ujarnya.
Ia menegaskan, IPSI Kabupaten Bogor kini mengarahkan fokus pada Popda Jawa Barat 2027. Selain itu, mereka juga bersiap menghadapi Porprov Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang. Modal prestasi di Popwilda ini membuka optimisme untuk meraih hasil lebih besar. (MR-01)






