Mataredaksi.com, LONDON – Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, menegaskan kemenangan di final Community Shield melawan Liverpool lebih berharga daripada jaminan lolos ke Liga Europa musim depan.
Palace merebut trofi pertama mereka di ajang ini setelah menang adu penalti di Wembley, Minggu (10/8), usai bermain imbang 2-2 di waktu normal.
Palace memenangi Piala FA musim lalu dan berhak tampil di Liga Europa 2025–2026. Namun, mereka terancam turun ke Liga Konferensi Eropa akibat pelanggaran aturan kepemilikan multi-klub. UEFA menjatuhkan sanksi karena pemilik saham Palace, John Textor, juga menguasai klub Prancis Lyon yang lolos ke kompetisi yang sama.
Klub sudah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan akan menerima keputusan final pada Senin ini.
“Tidak. Para pemain tidak takut dengan situasi di luar lapangan. Malam ini kami merayakan kemenangan, besok kembali latihan. Itu yang bisa kami kontrol”, tegas Glasner.
Kiper Dean Henderson, pahlawan adu penalti, menyebut sanksi tersebut akan merugikan nilai kompetisi.
“Kami pantas di Liga Europa. Mengambil itu dari kami tidak adil. Hal-hal yang kami menangkan di lapangan harus dihargai”, ujarnya kepada BBC Radio 5 Live.
Palace kini menunggu hasil banding sambil menikmati pencapaian sejarah: dua trofi dalam tiga bulan dan peluang pertama untuk menjajal panggung Eropa setelah lebih dari satu abad. (MR-02)






