Mataredaksi.com, BOGOR – Keputusan Jesse Marsch memilih menangani tim nasional Kanada ketimbang Korea Selatan kini terbukti menjadi langkah yang tepat. Pelatih asal Amerika Serikat itu sukses mengantarkan Kanada mencatat sejarah dengan menembus babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026.
Kanada memastikan tiket ke fase 16 besar setelah menundukkan Afrika Selatan 1-0 pada pertandingan babak 32 besar di Stadion Los Angeles, Inglewood, California, Amerika Serikat, Senin (29/6/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Kanada. Setelah lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup B, mereka kini berhasil memenangi laga knockout pertama sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.
Sementara itu, langkah Afrika Selatan harus terhenti. Wakil Afrika tersebut mengakhiri penampilan perdananya di fase gugur setelah gagal membendung tekanan Kanada.
Pilihan Marsch Berbuah Manis
Keberhasilan Kanada tidak lepas dari sentuhan Jesse Marsch yang mulai menangani tim pada Mei 2024. Sebelum menerima tawaran Kanada, Marsch sempat menjadi kandidat terdepan untuk melatih tim nasional Korea Selatan menyusul pemecatan Jurgen Klinsmann.
Asosiasi Sepak Bola Korea atau Korea Football Association (KFA) bahkan telah menggelar pembicaraan dengan pelatih berusia 52 tahun tersebut. Namun, proses negosiasi akhirnya tidak mencapai kesepakatan.
Marsch kemudian memilih menerima tawaran Kanada, keputusan yang kini membawanya menorehkan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Negosiasi dengan Korea Selatan Gagal
Menurut penjelasan KFA saat itu, kegagalan negosiasi bukan dipicu persoalan nilai kontrak. Federasi menginginkan pelatih asing menetap di Korea Selatan serta rutin memantau pertandingan Liga K sebagai bagian dari pekerjaannya. Perbedaan pandangan mengenai persyaratan tersebut membuat proses negosiasi tidak berlanjut.
Dua tahun berselang, keputusan Marsch memilih Kanada justru menghasilkan sejarah baru. Ia berhasil membawa negara tuan rumah itu melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sekaligus mencatat kemenangan pertama Kanada di fase gugur turnamen paling bergengsi di dunia. (MR-01)






