Mataredaksi.com, BOGOR – Tottenham Hotspur memulai era baru mereka dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas rival London, West Ham United. Namun, gol sundulan Cristian Romero yang dianulir menimbulkan kontroversi.
Dalam derby London pertamanya sebagai bos Spurs, Thomas Frank memimpin tim menguasai pertandingan. Tottenham menutup laga dalam 20 menit babak kedua dengan keunggulan meyakinkan.
Romero sempat mencetak gol dari sundulan hasil tendangan sudut. Namun, wasit Jarred Gillett dan VAR membatalkan gol itu, menilai Micky van de Ven melakukan pelanggaran terhadap Kyle Walker-Peters. Tayang ulang menunjukkan kontak minimal, sehingga Frank menilai keputusan terlalu keras.
“Saya pikir gol yang dianulir jelas gol. Jika melihat gol United melawan Fulham beberapa minggu lalu, itu pasti diberikan. Ambang batas lebih tinggi ini jelas gol yang seharusnya berdiri”, ujar Frank.
Situasi itu pun mendapat sorotan beberapa pengamat di media sosial menilai gol Cristian Romero seharusnya tetap sah. Mereka berpendapat Micky van de Ven hanya terdorong oleh Fernandes saat kontak dengan Kyle Walker-Peters, sehingga sundulan Romero tidak menimbulkan pelanggaran.
Meskipun kontroversi, Tottenham tetap memimpin beberapa menit setelah babak kedua dimulai. Pape Matar Sarr memanfaatkan assist debutan Xavi Simons dari tendangan sudut untuk mencetak gol pertama. Lucas Bergvall menambah gol kedua, sementara Micky van de Ven menutup kemenangan 3-0.
Frank memuji debut Xavi Simons: “Dia menjanjikan. Setiap kali mendapatkan bola, dia berinisiatif dan mencoba menciptakan peluang. Assist untuk gol pertama luar biasa, dan dia bekerja keras sepanjang pertandingan. Itu pertandingan pertamanya yang bagus”.
Frank juga menyoroti dominasi timnya: “Kami mengontrol sejak awal. Kemenangan ini rutin, tapi saya senang tim menjaga fokus, mengelola pertandingan, dan mengeksekusi peluang dengan baik”.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Spurs di derby London dan memberi sinyal positif untuk era baru di bawah Thomas Frank, meski kontroversi gol Romero tetap menjadi bahan perbincangan. (MR-02)






