Mataredaksi.com, BOGOR – Viking Fotballklubb menciptakan kejutan setelah menahan raksasa Bundesliga, Fußball-Club Bayern München, dengan skor 3-3 dalam pertandingan kedua League Phase Liga Champions UEFA 2026/2027, di Stadion Lyse Arena, Jåttåvågen, Stavanger, Norwegia, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.
Hasil dramatis ini mewarnai laga kedua tim setelah kartu merah Michael Olise membuka jalan bagi Viking racikan Bjarte Lunde Aarsheim untuk mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir.
Bayern München sempat membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol pada babak pertama. Harry Kane mencetak dua gol untuk menghidupkan peluang tim tamu, sebelum Luis Fernando Díaz membawa München berbalik unggul 3-2.
Namun, kartu kuning kedua untuk Olise membuat Bayern München kehilangan satu pemain dan gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Herman Haugen kemudian muncul sebagai penyelamat Viking. Pemain pengganti tersebut menyambut umpan silang Zlatko Tripić pada menit ke-90 untuk memastikan hasil imbang yang berharga bagi klub Norwegia itu.
Viking Kejutkan Bayern Lewat Dua Gol Babak Pertama
Viking langsung mengejutkan Bayern München hanya 71 detik setelah pertandingan dimulai. Gianni Stensness menyambut sepak pojok dari sisi kanan yang dikirimkan Zlatko Tripić dengan sundulan untuk menaklukkan penjaga gawang Jonas Urbig. Gol cepat tersebut membawa tuan rumah unggul 1-0.
München segera berusaha membalas. Lennart Karl melepaskan tembakan yang melebar, sedangkan Michael Olise, Luis Díaz, dan Harry Kane bergantian menguji penjaga gawang Viking, Arild Østbø. Namun, upaya mereka belum menghasilkan gol.
Tom Bischof juga gagal memanfaatkan peluang setelah tembakannya melenceng dari sasaran. Viking justru kembali menghukum pertahanan Bayern München tujuh menit sebelum babak pertama berakhir.
Erik Botheim mengirimkan bola kepada Peter Christiansen yang menerobos pertahanan lawan. Christiansen kemudian melewati Nathaniel Brown sebelum melepaskan tembakan ke sudut kanan bawah gawang.
Gol tersebut menggandakan keunggulan Viking menjadi 2-0 sekaligus meningkatkan tekanan terhadap München. Tim tamu harus mencari cara untuk mengejar ketertinggalan, sementara tuan rumah berusaha mempertahankan keunggulan di hadapan pendukungnya.
Harry Kane Bangkitkan Harapan Bayern
Memasuki babak kedua, Bayern München meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan dari Viking FK. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran Kristoffer Haugen terhadap Konrad Laimer di area terlarang.
Harry Kane maju sebagai eksekutor dan mengarahkan tendangannya ke sisi kanan bawah gawang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol penalti itu menghidupkan kembali peluang Bayern München untuk menghindari hasil buruk.
Kane kemudian mencetak gol keduanya sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui penyelesaian yang memanfaatkan umpan Joshua Kimmich. Penyerang asal Inggris tersebut kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu tumpuan utama Bayern München ketika tim membutuhkan gol.
Sebelumnya, Bayern sempat mencetak gol melalui Luis Díaz, tetapi wasit menganulirnya karena posisi offside. Keputusan itu membuat Bayern harus terus mencari celah untuk membongkar pertahanan tuan rumah. Viking FK sendiri berusaha menjaga keunggulan dengan mempertahankan kedisiplinan di lini belakang.
Luis Díaz Bawa Bayern Berbalik Unggul
Tekanan Bayern München akhirnya menghasilkan gol ketiga pada sekitar menit ke-71. Harry Kane mengarahkan bola kepada Konrad Laimer, yang kemudian mengirimkan umpan mendatar melintasi area depan gawang.
Luis Díaz menyambut bola tersebut dan menuntaskannya menjadi gol untuk membawa Bayern berbalik unggul 3-2. Perubahan skor itu menempatkan Viking FK dalam situasi sulit. Setelah sempat memimpin dua gol, tuan rumah kini harus mengejar ketertinggalan dari salah satu tim besar Eropa.
Bayern München pun terlihat memiliki peluang untuk membawa pulang kemenangan, terutama setelah berhasil membalikkan keadaan melalui rangkaian serangan pada babak kedua. Namun, pertandingan belum berakhir. Die Bayern justru kehilangan Michael Olise, setelah menerima kartu kuning kedua.
Sebelumnya, Olise telah mendapat kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Henrik Heggheim. Ia kemudian kembali menerima hukuman setelah melempar bola ke arah Zlatko Tripić, sehingga wasit mengusirnya dari lapangan.
Haugen Selamatkan Viking pada Menit ke-90
Keunggulan jumlah pemain memberikan Viking FK kesempatan untuk meningkatkan tekanan pada menit-menit akhir. Tim berjuluk De Mørkeblå atau The Dark Blues itu terus berupaya mencari gol penyama kedudukan sebelum pertandingan berakhir.
Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-90. Zlatko Tripić mengirimkan umpan silang dari sisi kiri, lalu pemain pengganti Herman Haugen menyambut bola dengan sundulan di tiang jauh. Gol itu mengubah skor menjadi 3-3 sekaligus menggagalkan kemenangan Bayern München yang sudah berada di depan mata.
Hasil imbang tersebut menjadi pencapaian berharga bagi Viking FK. Tim asuhan Bjarte Lunde Aarsheim itu sempat unggul 2-0, kemudian tertinggal 2-3, sebelum akhirnya menyelamatkan satu poin di hadapan pendukungnya.
Kebangkitan pada penghujung laga juga memperlihatkan bahwa Viking tetap mampu memberikan perlawanan meskipun menghadapi lawan dengan pengalaman besar di kompetisi Eropa.
Sebaliknya, Bayern München harus mengevaluasi kegagalan mempertahankan keunggulan setelah membalikkan keadaan. Kartu merah Olise turut memengaruhi situasi pada fase akhir pertandingan, ketika Viking memanfaatkan kesempatan untuk menekan dan menyamakan skor.
Rekor Harry Kane Berlanjut di Tengah Hasil Imbang
Meski Bayern München gagal membawa pulang kemenangan, Kane kembali mencatatkan pencapaian penting di kompetisi Eropa. Ia telah mencetak 36 gol dalam 40 pertandingan Liga Champions sejak berusia 30 tahun. Sebagai perbandingan, Lionel Messi mencetak 35 gol dalam 48 pertandingan pada rentang usia yang sama.
Kane juga memperpanjang catatan mencetak gol dalam sembilan pertandingan beruntun di kompetisi antarklub Eropa. Satu-satunya pemain yang mencatatkan rentetan lebih panjang adalah Cristiano Ronaldo, yang pernah mencetak gol dalam 11 pertandingan beruntun pada April 2018.
Catatan tersebut menegaskan konsistensi Kane di depan gawang, meskipun hasil akhir pertandingan kali ini tidak sesuai dengan harapan Bayern München. Dua golnya membantu tim bangkit dari ketertinggalan, tetapi keunggulan yang sempat mereka raih tidak bertahan sampai peluit akhir.
Bayern Evaluasi Performa, Viking Raih Hasil Berharga
Statistik peluang memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim. Bayern München membukukan expected goals (xG) sebesar 3,51, sedangkan Viking FK mencatatkan 0,56. Angka tersebut menggambarkan besarnya peluang yang diciptakan Bayern München, tetapi tim tamu tetap gagal mengamankan tiga poin.
Bayern München juga melanjutkan catatan kebobolan di kompetisi Eropa. Sejak terakhir kali mencatatkan nirbobol ketika menghadapi Feyenoord pada Januari 2025, Bayern München telah mencetak 65 gol dalam 23 pertandingan, tetapi belum mampu menjaga gawangnya tetap bersih dalam rentang tersebut.
Hasil 3-3 ini menjadi bahan evaluasi bagi Vincent Kompany menjelang pertandingan berikutnya melawan Arsenal, yang merupakan finalis musim sebelumnya. Bayern München juga dipastikan tidak dapat memainkan Olise pada laga tersebut karena kartu merah yang diterimanya.
Bagi Viking FK, hasil imbang melawan Bayern München menjadi modal penting di tengah perjalanan mereka di Eropa. Sebelum pertandingan ini, Viking telah menelan 11 kekalahan dari 13 pertandingan Eropa, atau sekitar 84,6 persen.
Catatan tersebut hanya lebih baik daripada Valletta FC, yang kalah dalam sembilan dari 10 pertandingan atau 90 persen. Viking FK saat ini memimpin puncak klasemen sementara Eliteserien 2026 dengan raihan 53 poin dari 22 pertandingan.
Hasil melawan Bayern memperlihatkan bahwa mereka mampu bersaing dan memaksimalkan peluang pada saat yang menentukan, meskipun statistik peluang tidak berpihak kepada Joshua Kimmich dan kawan-kawan.
Kedua tim pun meninggalkan pertandingan dengan catatan berbeda: Bayern München membawa pulang evaluasi atas keunggulan yang terlepas, sedangkan Viking memperoleh hasil berharga melalui perjuangan hingga menit terakhir.
Pertandingan ini sekaligus menjadi pengingat bagi Bayern München bahwa dominasi dalam menciptakan peluang belum tentu menjamin kemenangan.
Sebaliknya, Viking FK menunjukkan pentingnya menjaga semangat dan memanfaatkan kesempatan hingga menit-menit terakhir. Kedua tim kini memiliki bahan evaluasi untuk memperbaiki penampilan pada pertandingan berikutnya. (MR-02)






