Mataredaksi.com, BOGOR –Renato Veiga mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90, menyelamatkan satu poin bagi Villarreal Club de Fútbol saat menghadapi Juventus Football Club di matchday kedua phase league Liga Champions UEFA musim 2025/2026.
Laga yang berlangsung di Estadio de la Cerámica, Spanyol pada Kamis (2/10/2025) dini hari WIB ini, berlangsung penuh ketegangan hingga detik terakhir.
Villarreal Unggul Lebih Dulu
Villarreal memimpin lebih dahulu melalui gol Georges Mikautadze pada menit ke-18. Ia memanfaatkan umpan Nicolas Pépé dan melewati kiper Mattia Perindiari untuk membuka skor. Tim tuan rumah sempat mengancam untuk menggandakan keunggulan, namun tendangan Alfonso Pedraza membentur tiang gawang. Juventus berupaya menekan, namun pertahanan Villarreal cukup disiplin di babak pertama.
Juventus Balik Tekanan
Babak kedua dimulai dengan Juventus berusaha keras menyamakan skor. Federico Gatti berhasil memanfaatkan lemparan ke dalam Lloyd Kelly untuk mencetak gol, membuat skor menjadi 1-1. Tim Serie A Italia itu sempat unggul lagi melalui Francisco Conceição yang memanfaatkan kesalahan Daniel “Dani” Parejo Muñoz, tetapi Villarreal tidak menyerah.
Veiga Akhiri Drama
Di menit-menit akhir, Renato Veiga melompat tinggi menyambut tendangan sudut Ilias Akhomach dan menceploskan bola ke gawang. Skor akhirnya 2-2. Jonathan David sempat memiliki peluang untuk memastikan kemenangan Juventus, namun tendangannya membentur tiang.
Statistik dan Catatan Penting
Hasil imbang tercermin dalam data: Villarreal menghasilkan 1,67 ekspektasi gol (xG) dari 17 percobaan. Juventus mencatat 1,55 xG dari 13 tembakan.
Tim berjuluk El Submarino Amarillo (Villarreal) kini tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir menghadapi tim Italia di Liga Champions. Skuad asuhan Marcelino García Toral mencetak minimal dua gol dalam empat pertandingan terakhir.
Gol Mikautadze menandai gol pertamanya di Liga Champions sejak Francis Coquelin mencetak gol ke gawang Liverpool pada Mei 2022. Bagi La Vecchia Signora julukan Juventus memperpanjang catatan negatif mereka: hanya menang satu dari 13 laga terakhir ketika kebobolan gol pertama di kompetisi ini.
Tim ‘Kapal Selam Kuning’ pantas berbangga. Dani Parejo dan kawan-kawan menunjukkan ketahanan mental dan semangat juang tinggi. Sedang ‘Si Nyonya Tua’ harus mengevaluasi efektivitas mereka saat menghadapi tim yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu. (MR-02)






