Argentina Hajar Benin 3-0: Messi Tutup Dongeng 21 Tahun Lewat Magis Berkelas!

Persahabatan Internasional

Magis – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, berdiri tegak mengenakan jersey nomor 10 kebanggaannya sambil menatap langit malam usai pertandingan persahabatan internasional melawan Benin, di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB. Di atas lapangan dan tribun yang dipenuhi hinchas, ratusan drone membentuk siluet wajah sang kapten sebagai penghormatan dalam penampilan internasional terakhirnya bersama La Albiceleste. (Sumber foto: @Argentina/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Lionel Messi menutup perjalanan panjangnya bersama Tim nasional Argentina dengan cara yang nyaris sempurna. Dalam penampilan internasional terakhirnya, Messi mengantar La Albiceleste menang 3-0 atas Benin, di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires.

Laga tersebut menjadi panggung perpisahan bagi pemain yang telah lebih dari 21 tahun memperkuat Argentina. Messi tidak hanya memimpin timnya meraih kemenangan, tetapi juga terlibat langsung dalam seluruh gol Argentina. Ia memberikan dua assist sebelum mencetak gol ketiga melalui penalti.

Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena Nicolás Otamendi juga menjalani penampilan terakhirnya bersama Argentina. Bek tengah tersebut membuka keunggulan tuan rumah pada awal babak kedua setelah menerima umpan dari Messi.

Nicolás Paz kemudian menggandakan keunggulan Argentina sebelum Messi menyempurnakan malam perpisahannya melalui penalti pada menit ke-71.

Argentina dan Benin Mengawali Laga dengan Tempo Tinggi

Argentina langsung mengambil kendali permainan sejak awal pertandingan. Dukungan penuh penonton di Monumental membuat suasana laga terasa berbeda karena seluruh perhatian tertuju kepada Messi yang memainkan pertandingan terakhirnya bersama La Albiceleste.

Sebelum pertandingan dimulai, Messi menerima penghormatan di lapangan. Spanduk dan jersey nomor 10 berukuran besar menghiasi stadion sebagai bentuk penghargaan kepada pemain yang selama bertahun-tahun menjadi wajah utama sepak bola Argentina.

Namun, suasana emosional tersebut tidak membuat Benin datang hanya untuk menjadi pelengkap. Tim tamu asuhan Gernot Rohr tampil disiplin dan mampu membuat Argentina kesulitan menciptakan peluang bersih.

Messi sendiri beberapa kali mencoba membuka ruang dari sisi kanan. Pada menit ketujuh, ia melakukan kombinasi dengan Rodrigo De Paul sebelum melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola sempat menyulitkan kiper Marcel Dandjinou, tetapi sang penjaga gawang masih mampu mengamankannya.

Benin kemudian memberikan ancaman melalui serangan balik. Junior Olaitan dan kawan-kawan beberapa kali mencoba memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan Argentina.

Pada menit ke-19, Benin bahkan hampir mencetak gol. Rodolfo Aloko mampu bergerak dari sisi kiri dan mengirim umpan mendatar ke depan gawang. Olaitan yang menyambut bola gagal mengarahkannya ke sasaran dan tembakannya melebar dari tiang dekat.

Argentina kembali mendapatkan peluang melalui Messi dan Julián Álvarez. Messi juga sempat melepaskan tendangan bebas dari jarak sekitar 25 yard pada menit ke-26, tetapi Dandjinou berhasil membaca arah bola dan menepisnya.

Menjelang akhir babak pertama, kedua tim masih sama-sama memiliki peluang. Emiliano Martínez melakukan penyelamatan penting pada menit ke-44 ketika Benin melakukan serangan cepat. Yamirou Ouorou melepaskan tembakan dari sudut sempit, tetapi Emiliano Martínez sigap mengamankan gawang Argentina.

Di sisi lain, Messi terus menjadi sumber ancaman. Ia bahkan hampir mencetak gol setelah menerima umpan Lautaro Martínez pada menit ke-32. Namun, penyelesaian Messi dalam posisi kurang seimbang masih melebar.

Argentina akhirnya menutup babak pertama tanpa gol. Skor 0-0 membuat pertandingan perpisahan Messi belum berjalan sesuai harapan penonton tuan rumah.

Messi dan Otamendi Buka Pintu Kemenangan

GambarSelebrasi – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi melakukan selebrasi usai mencetak gol lewat tendang penalti dalam pertandingan persahabatan internasional melawan Benin, Rabu (7/1010/2026) pagi WIB. (Sumber foto: @_gjr7/X)

Situasi berubah segera setelah babak kedua dimulai. Pada menit ke-48, Messi mengambil tendangan sudut dan mengirim bola akurat ke area berbahaya. Otamendi datang menyambut umpan tersebut dan melakukan penyelesaian spektakuler melalui tendangan gunting.

Bola meluncur ke dalam gawang Benin dan Argentina akhirnya unggul 1-0. Gol tersebut mempunyai arti khusus karena Otamendi juga sedang memainkan pertandingan terakhirnya bersama Argentina.

Dengan demikian, dua pemain veteran yang menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang La Albiceleste kembali bekerja sama untuk menghadirkan gol pada malam perpisahan mereka.

Messi kemudian hampir menggandakan keunggulan melalui tendangan bebas pada menit ke-60. Kali ini Dandjinou kembali melakukan penyelamatan untuk menggagalkan usaha kapten Argentina tersebut.

Namun, hanya berselang satu menit, Messi kembali memberikan kontribusi penting. Messi menerima bola di sisi kanan dan melihat Nicolás Paz Martínez memiliki ruang di depan kotak penalti. Umpan diberikan dengan tepat kepada pemain tersebut.

Nicolás Paz hanya membutuhkan satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang. Dandjinou tidak mampu menjangkaunya. Argentina pun unggul 2-0 pada menit ke-61.

Bagi Nicolás Paz, gol tersebut semakin memperkuat performanya bersama Argentina. Pemain yang berusia 22 tahun itu mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut pada jeda internasional tersebut.

Nama Nicolás Paz pun mulai mendapatkan perhatian sebagai salah satu pemain yang dapat mengambil peran penting dalam generasi berikutnya Argentina. Namun, pada malam itu, sorotan tetap menjadi milik Messi.

Gol Penalti Sempurnakan Perpisahan Messi

https://images.fotmob.com/images/pulse/6266053/imago_1084222450_960x640_1791336451.jpgBeri Lambaian – Lionel Messi melambaikan tangan kepada suporter Argentina dalam suasana emosional setelah menjalani penampilan internasional terakhirnya saat menghadapi Benin, di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB. (Sumber foto: @Argentina/X)

Argentina mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol ketiga pada menit ke-68. Enzo Fernández melakukan kombinasi dengan Nicolás Paz sebelum bola diteruskan kepada Agustín Giay. Bek kanan Argentina tersebut kemudian mendapat pelanggaran keras dari Tamimou Ouorou di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Tidak ada perdebatan mengenai siapa yang akan mengambil tendangan tersebut. Messi mengambil bola dan berdiri di hadapan Dandjinou.

Kesempatan itu menjadi momen yang sangat dinantikan. Jika berhasil, Messi akan mendapatkan gol dalam pertandingan internasional terakhirnya. Pada menit ke-71, Messi menjalankan tugas tersebut dengan sempurna.

Ia mengarahkan bola ke sudut kanan atas gawang dan membuat Dandjinou bergerak ke arah yang salah. Argentina unggul 3-0 dan Messi akhirnya mencetak gol perpisahan bersama tim nasional.

Gol tersebut sekaligus melengkapi kontribusi langsung Messi dalam kemenangan Argentina. Ia mencatat dua assist dan satu gol pada pertandingan terakhirnya bersama La Albiceleste.

Bagi penonton di Monumental, skor 3-0 bukan lagi sekadar hasil pertandingan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan seorang pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi pusat perhatian sepak bola Argentina.

Messi Masih Mengejar Gol Tambahan

Setelah Argentina unggul tiga gol, Messi masih belum berhenti mencari peluang. Pada menit ke-74, ia mendapatkan kesempatan setelah Nicolas González mengirim bola ke depan gawang. Messi datang tanpa kawalan, tetapi gagal melakukan sentuhan akhir dengan sempurna sehingga bola melebar dari tiang dekat.

Beberapa menit kemudian, Messi kembali terlibat dalam serangan bersama Nicolás Paz dan Leonel Flores. Pada menit ke-82, kombinasi Messi dan Nicolás Paz membuka ruang bagi Flores. Tembakan pertama pemain pengganti tersebut masih mampu ditepis Dandjinou.

Messi kemudian kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-89. Flores dan Nicolás Paz melakukan kombinasi dari sepak pojok sebelum bola diberikan kepada Messi.

Sang kapten melepaskan tembakan, tetapi bola membentur tiang gawang. Peluang itu menjadi salah satu momen terakhir Messi untuk menambah koleksi golnya pada malam tersebut.

Pada masa tambahan waktu, Messi juga memperoleh kesempatan terakhir melalui tendangan bebas setelah kapten Benin, Sessi D’Almeida melakukan pelanggaran. Messi kembali mencoba mengarahkan bola melewati pagar pemain, tetapi tendangannya hanya melewati mistar gawang.

Tak lama kemudian, peluit panjang berbunyi. Argentina menang 3-0 atas Benin. Namun, malam itu bukan hanya tentang kemenangan.

https://pbs.twimg.com/media/HT_3Ns6WUAAKqY-?format=jpg&name=4096x4096Suasana Perpisahan – Kapten Timnas Argentina Lionel Messi ketika menyalami rekan-rekan setimnya usai pertandingan persahabatan internasional menghadi Benin, Rabu (7/10/2026) pagi WIB. (Sumber foto: @Argentina/X)  

Scaloni: Messi Meninggalkan Sesuatu yang Tak Tergantikan

Pelatih Argentina Lionel Scaloni memberikan penghormatan khusus kepada Messi setelah pertandingan. Scaloni menilai Messi meninggalkan sesuatu yang sangat sulit digantikan oleh pemain lain.

Menurutnya, pengalaman melihat Messi tampil langsung di lapangan merupakan sesuatu yang tidak mudah ditemukan kembali dalam sepak bola.

Scaloni juga menyoroti sikap Messi di luar kemampuan teknisnya. Ia menyebut sang kapten sebagai sosok yang selalu memberikan contoh kepada rekan-rekannya, termasuk dalam hal profesionalisme dan persiapan menghadapi pertandingan.

Bagi Argentina, kepergian Messi dari panggung internasional bukan hanya kehilangan seorang pemain nomor 10. Messi telah menjadi bagian dari perjalanan panjang tim nasional, melewati berbagai fase, tekanan, kemenangan, kekecewaan, hingga akhirnya membawa Argentina meraih trofi-trofi penting.

Kini, pertandingan melawan Les Guépards, julukan Timnas Benin, menjadi halaman terakhir dalam perjalanan internasionalnya bersama La Albiceleste.

Malam di Monumental pun berakhir dengan kemenangan 3-0. Otamendi mencetak gol pada laga terakhirnya, Nico Paz menunjukkan potensi generasi berikutnya, sementara Messi menutup kisahnya dengan satu gol dan dua assist.

Setelah lebih dari 21 tahun mengenakan jersey Argentina, Messi akhirnya meninggalkan panggung internasional dengan cara yang layak untuk seorang legenda.

Bukan hanya karena gol yang ia cetak, tetapi karena sepanjang malam itu, Monumental menjadi saksi terakhir seorang Lionel Messi memimpin Argentina dari lapangan. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *