Mataredaksi.com, BOGOR – Mikel Arteta mulai merasakan tekanan dalam upaya Arsenal mempertahankan gelar Premier League. Meski kompetisi musim 2026/2027 baru memasuki pekan kedua, setiap pertandingan sudah terasa penting bagi The Gunners.
Arsenal menjaga start sempurna setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor tipis 1-0 di Stadion Villa Park, Birmingham, Inggris, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. Bukayo Saka menjadi penentu kemenangan melalui golnya pada menit ke-59.
Start Sempurna Arsenal
Hasil tersebut membuat Arsenal mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. The Gunners juga belum kebobolan setelah mencatat dua kemenangan sekaligus dua clean sheet pada awal musim.
Bagi Arteta, kemenangan atas The Lions, julukan Aston Villa, memiliki arti lebih. Arsenal datang ke Villa Park dengan kenangan buruk setelah mengalami kekalahan menyakitkan di tempat yang sama pada musim sebelumnya.
Karena itu, Arteta menilai kemenangan kali ini menunjukkan karakter skuadnya. Arsenal tidak tampil dengan permainan menyerang yang dominan sepanjang pertandingan, tetapi mampu bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan peluang ketika kesempatan datang.
Arsenal memang baru menjalani dua pertandingan dalam perjuangan mempertahankan gelar Premier League. Namun, persaingan musim ini sudah memperlihatkan ketatnya perebutan poin.
Tekanan Mulai Terasa
Selain Arsenal, Manchester City, Chelsea, dan tim promosi Hull City Association Football Club juga mengawali musim dengan dua kemenangan. Situasi tersebut membuat Arteta menyadari bahwa kehilangan poin sejak awal dapat memberikan dampak besar dalam persaingan di papan atas.
“Ini baru pertandingan kedua dan rasanya seperti, ‘kita harus memenangkan pertandingan ini!’”, ujar Arteta kepada Sky Sports seusai pertandingan, dilansir Mataredaksi.
Menurut Arteta, situasi tersebut tidak jauh berbeda dengan musim sebelumnya. Ia memahami bahwa setiap tim akan berusaha mendapatkan poin maksimal ketika menghadapi Arsenal.
“Kami tahu tahun lalu situasinya sama. Kami tahu level persaingannya dan betapa sulitnya bagi setiap tim untuk meraih poin di liga ini. Jadi, kami harus sangat bangga malam ini”, katanya.
Arteta juga menilai kemenangan di kandang Villa bukan pekerjaan mudah. Terlebih, Arsenal harus menghadapi pertandingan yang berjalan ketat sejak awal.
“Ini kemenangan yang sangat besar. Sulit untuk datang ke sini dan meraih tiga poin. Saya rasa kami pantas mendapatkannya”, ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Pertahanan Jadi Kunci
Kekuatan Arsenal kembali terlihat dari organisasi pertahanan mereka. Aston Villa mampu memberikan perlawanan, tetapi tidak sekali pun mencatatkan tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Statistik tersebut mempertegas konsistensi lini belakang Arsenal pada awal musim. Dalam dua pertandingan pertama Premier League 2026/2027, The Gunners hanya menghadapi 11 tembakan dari lawan.
Arsenal juga menjadi tim dengan jumlah tembakan tepat sasaran yang paling sedikit diterima, yakni hanya satu. Selain itu, lawan mereka menghasilkan total expected goals (xG) sebesar 0,52, angka terendah di antara seluruh tim setelah dua pekan.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Arsenal bukan hanya mengandalkan kemampuan mencetak gol. Mereka juga mampu membatasi ruang dan peluang lawan sehingga kiper David Raya tidak banyak mendapatkan ancaman.
Opta mencatat Arsenal telah membuka musim Premier League dengan dua kemenangan beruntun untuk kali ketujuh dalam delapan musim terakhir. Bahkan, pencapaian tersebut terjadi dalam lima musim secara berturut-turut.
Bagi Arteta, solidnya permainan bertahan menjadi modal penting untuk menghadapi perjalanan panjang musim ini. Apalagi, Arsenal harus menghadapi jadwal padat dan persaingan dari sejumlah klub yang juga memiliki ambisi besar.
Saka Jadi Pembeda
Dalam pertandingan di Villa Park, Arsenal sempat kesulitan menemukan celah di pertahanan tuan rumah. Situasi berubah setelah Arteta melakukan pergantian pemain pada awal babak kedua. Eberechi Eze masuk menggantikan Christos Tzolis.
Pergantian tersebut memberikan energi baru bagi lini serang Arsenal. Gol yang dinantikan akhirnya hadir pada menit ke-59. Riccardo Calafiori mengirimkan umpan yang kemudian diselesaikan Saka untuk membawa Arsenal unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Arsenal kemudian menjaga keunggulan hingga peluit akhir dan membawa pulang tiga poin.
Arteta memberikan apresiasi kepada seluruh pemain karena kemenangan tersebut tidak hanya lahir dari kontribusi 11 pemain yang memulai pertandingan.
“Ini adalah performa skuad yang hebat. Ketika 11 pemain awal saja tidak cukup, para pemain pengganti masuk dan melakukan tugas luar biasa untuk menuntaskan pertandingan”, kata Arteta.
Kemenangan itu sekaligus menjadi penebus rasa kecewa Arsenal setelah kekalahan dramatis di Villa Park pada musim lalu. Arteta mengakui kenangan tersebut masih membekas di benak para pemainnya.
“Tahun lalu kami kalah di sini dengan cara yang sangat menyakitkan, lewat tendangan terakhir pertandingan, dan rasa itu masih membekas di hati kami”, ujarnya.
Rekor Istimewa Arteta
Pertandingan melawan The Villans masih julukan Aston Villa juga menjadi momen khusus bagi Arteta. Ia mencatatkan pertandingan ke-250 sebagai pelatih Arsenal di Premier League.
Arteta menjadi manajer ke-10 dalam sejarah Premier League yang memimpin sedikitnya 250 pertandingan bersama satu klub. Dari 250 pertandingan tersebut, ia mengoleksi 151 kemenangan, 48 hasil imbang, dan 51 kekalahan.
Catatan itu menghasilkan rasio kemenangan 60,4 persen. Hanya Pep Guardiola, Sir Alex Ferguson, dan Jürgen Klopp yang memiliki persentase kemenangan lebih tinggi setelah menangani sedikitnya 250 pertandingan Premier League.
Arteta juga menjadi sosok yang pernah bermain dan melatih dalam sedikitnya 250 pertandingan Premier League. Sebelumnya, pencapaian serupa hanya dilakukan Mark Hughes.
Arteta mencatat 284 penampilan sebagai pemain di Premier League sebelum kemudian menapaki karier kepelatihan. Kini, ia telah memimpin Arsenal dalam 250 pertandingan kompetisi tersebut.
Bursa Transfer Masih Jadi Perhatian
Di tengah start sempurna Arsenal, aktivitas klub pada hari terakhir bursa transfer juga menarik perhatian. Manajemen The Gunners masih memiliki pekerjaan sebelum jendela transfer musim panas ditutup.
Nama Julián Álvarez dari Club Atlético de Madrid ikut muncul dalam rumor transfer Arsenal. Namun, Mikel Arteta memilih tidak terlibat terlalu jauh dalam pembahasan tersebut.
Ia menyerahkan seluruh keputusan kepada manajemen klub. “Saya tidak tahu. Itu urusan manajemen klub”, kata Arteta ketika mendapat pertanyaan tentang Álvarez.
Arteta bahkan sengaja membatasi dirinya dari berbagai kabar transfer. Ia mengaku tidak memantau perkembangan rumor selama sehari agar konsentrasinya tetap terjaga.
“Saya sempat tidak memantau kabar selama sehari karena saya tidak ingin terganggu oleh hal-hal semacam itu. Fokus saya harus tertuju pada pertandingan”, ujarnya.
Pelatih asal Spanyol itu percaya manajemen Arsenal memiliki orang-orang yang mampu menangani kebutuhan tim di bursa transfer. Karena itu, Arteta memilih memusatkan perhatian pada persiapan skuad menghadapi pertandingan berikutnya.
Chelsea Jadi Ujian Berikutnya
Dua kemenangan dari dua pertandingan memberi Arsenal modal awal yang positif. Namun, Arteta memahami perjalanan mempertahankan gelar Premier League masih sangat panjang.
Persaingan juga sudah berlangsung ketat sejak awal musim. Arsenal, Manchester City, Chelsea, dan Hull City Association Football Club sama-sama mengoleksi poin maksimal setelah dua pertandingan.
Kondisi tersebut membuat setiap kemenangan memiliki nilai penting. Arsenal tidak boleh kehilangan fokus hanya karena mampu meraih hasil sempurna pada dua laga pembuka.
Kemenangan 1-0 atas Aston Villa menjadi bukti bahwa Arsenal mampu mengamankan tiga poin dalam pertandingan yang sulit. Martin Ødegaard dkk. memang tidak menciptakan banyak peluang, tetapi pertahanan solid membantu mereka mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Kini, perhatian Arsenal beralih ke Chelsea. The Gunners akan menjamu The Blues pada pekan ketiga Premier League di Emirates Stadium. Pertandingan tersebut akan menjadi tantangan berikutnya bagi Arteta.
Selain menguji konsistensi Arsenal, laga ini juga dapat menunjukkan seberapa kuat pasukan Meriam London menghadapi persaingan papan atas sejak awal musim. (MR-01)






