Pemecah Rekor yang Sulit Dihentikan
Mataredaksi.com, BOGOR – Erling Braut Håland memulai musim 2025/2026 dengan ledakan. Striker Norwegia ini sudah mencetak enam gol dari lima laga Liga Primer dan enam gol dalam dua laga bersama negaranya. Rekor itu menambah daftar panjang torehan Håland, termasuk 50 gol Liga Champions yang menjadikannya pemain tercepat dalam sejarah kompetisi.
Pep Guardiola tak ragu membandingkan Håland dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Mikel Arteta pun mengakui bahwa Arsenal harus bekerja ekstra keras. “Jika dia sudah mendapat bola, situasinya sulit. Maka, mencegah suplai menjadi cara paling efektif”, kata Arteta.
Strategi Arteta: Putus Jalur Umpan
Arteta menekankan pentingnya memutus aliran bola ke Erling Håland. Menurutnya, Håland hanya butuh sedikit ruang dan waktu untuk mencetak peluang besar. “Kami harus disiplin, terutama di sekitar kotak penalti,” tegasnya.
Tanpa Kevin De Bruyne yang hijrah ke Napoli sedikit mengurangi ancaman City. Namun, Håland tetap berbahaya karena enam golnya musim ini datang dari enam penyumbang assist yang berbeda. Arteta tahu, tantangan utama adalah menjaga kreativitas gelandang City.
Peran Phil Foden dan Kreator City
Phil Foden menjadi salah satu jalur serangan paling berbahaya. Umpan cerdasnya menghasilkan gol sundulan Håland saat melawan Napoli. Arteta menilai Foden bisa menciptakan peluang bahkan dari ruang sempit. “Dia pemain yang harus kami batasi”, ujarnya.
Selain Foden, Bernardo Silva dan Jérémy Doku maupun Tijjani Reijnders juga bisa memberi suplai matang. Arsenal wajib menutup ruang gerak mereka agar Håland tidak mendapat bola di area berbahaya.
Rekor Håland Melawan Arsenal
Arsenal punya sejarah sulit melawan Erling Håland. Dalam enam pertemuan Liga Primer, striker Norwegia itu sudah mencetak empat gol. Bahkan, ia selalu membobol gawang Arsenal di dua laga musim lalu.
Arteta berharap pendekatan taktis kali ini bisa mengubah hasil. “Kami harus disiplin dan konsisten menjaga ruang”, ungkapnya. Arsenal butuh lini belakang yang rapat agar Haaland tidak menjadi penentu lagi. (MR-03)






