Mataredaksi.com, BOGOR – Dukungan besar dari tribun Ernst-Happel-Stadion tidak cukup untuk membawa Kosovo meraih hasil positif saat menghadapi Austria pada laga kedua Phase League B Grup B3 UEFA Nations League 2026/2027.
Tim berjuluk Dardanët itu harus menerima kekalahan 1-3 dalam pertandingan Grup B3, Minggu (27/9/2026) malam WIB. Hampir setengah stadion dipenuhi pendukung Albania yang memberikan atmosfer kuat bagi Kosovo.
Namun, dukungan tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Das Team (The Team), julukan Austria tampil lebih dominan, mencetak gol pada momen penting, lalu mengamankan kemenangan di kandang.
David Affengruber membuka keunggulan Austria pada menit ke-23. Junior Adamu kemudian menggandakan skor pada masa tambahan waktu babak pertama. Carney Chukwuemeka membuat Austria semakin jauh pada menit ke-61, sebelum Edon Zhegrova memperkecil ketertinggalan Kosovo melalui penalti pada menit ke-83.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Kosovo hanya tiga hari setelah mereka meraih kemenangan 1-0 atas Republik Irlandia di Pristina. Sementara itu, Austria kembali menunjukkan konsistensinya setelah sebelumnya juga mengalahkan Israel dengan skor 3-1.
Peluang Muriqi Terbuang
Kosovo sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan sejak awal. Pada menit keenam, Vedat Muriqi mendapat peluang emas setelah berada sendirian di depan kiper Austria.
Namun, penyelesaian Muriqi justru melambung di atas mistar gawang. Peluang tersebut menjadi salah satu momen penting yang gagal dimanfaatkan Kosovo ketika pertandingan masih berjalan seimbang.
Affengruber Buka Keunggulan Austria
Austria kemudian mengambil kendali permainan dan mulai menciptakan tekanan ke pertahanan Kosovo. Austria akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-23. David Affengruber mencetak gol setelah memenangkan duel udara dengan pemain Kosovo di dalam area pertahanan lawan.
Gol tersebut sempat mendapat pemeriksaan Video Assistant Referee atau VAR sebelum wasit mengesahkannya. Austria pun unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.
Kosovo berusaha merespons dengan mencari gol penyeimbang. Namun, upaya tersebut justru membuka ruang bagi Austria untuk melancarkan serangan balik.
Adamu Gandakan Keunggulan
Austria memanfaatkan kelengahan Kosovo pada menit kedua masa tambahan waktu babak pertama. Tuan rumah melancarkan serangan balik cepat ketika barisan pemain Kosovo belum siap mengantisipasi pergerakan lawan.
Junior Adamu kemudian menyelesaikan serangan tersebut untuk membawa Austria unggul 2-0 sebelum turun minum. Gol itu membuat tugas Kosovo semakin berat pada babak kedua.
Tiga Pergantian Kosovo
Pelatih Kosovo, Franco Foda, langsung melakukan tiga pergantian pemain saat memasuki babak kedua. Edon Zhegrova menggantikan Ermal Krasniqi, Milot Avdyli masuk menggantikan Baton Zabërgja, sedangkan Valmir Matoshi menggantikan Veldin Hoxha.
Chukwuemeka Perlebar Jarak
Pergantian pemain belum langsung mengubah keadaan. Austria justru kembali mencetak gol pada menit ke-61. Gol ketiga Austria lahir setelah terjadi kesalahan dalam pertahanan Kosovo yang kemudian berlanjut dengan intervensi kurang sempurna dari kiper Aro Murić.
Carney Chukwuemeka memanfaatkan situasi tersebut untuk mengubah skor menjadi 3-0. Namun, Aro Murić mengalami cedera dalam proses terjadinya gol. Ia kemudian meninggalkan lapangan dan posisinya digantikan Amir Shaip.
Kosovo Kehilangan Pemain Penting
Kosovo juga kehilangan sejumlah pemain penting dalam pertandingan tersebut. Albian Hajdari absen karena cedera, sementara Florent Muslija dan Elvis Rexhbeçaj tidak masuk dalam skuad.
Zhegrova Perkecil Ketertinggalan
Kosovo akhirnya mendapatkan peluang untuk memperkecil jarak melalui titik penalti pada menit ke-83. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran terhadap Valmir Matoshi.
Edon Zhegrova yang baru masuk pada babak kedua menjalankan tugas tersebut dengan baik. Ia mengonversi penalti menjadi gol dan mengubah skor menjadi 1-3.
Gol tersebut memberi Kosovo harapan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, Austria mampu menjaga keunggulannya hingga pertandingan berakhir.
Kosovo memang lebih banyak memegang inisiatif pada babak kedua, tetapi mereka tidak mampu menciptakan tekanan yang cukup serius untuk mengubah hasil pertandingan.
Statistik Memihak Austria
Austria juga unggul dalam catatan peluang sepanjang pertandingan. Tuan rumah mencatat 11 percobaan, sedangkan Kosovo hanya memiliki enam percobaan. Dari jumlah tersebut, Austria menghasilkan lima tembakan tepat sasaran. Kosovo mencatat empat tembakan yang mengarah ke gawang.
Austria memang memiliki sejumlah pemain yang absen, tetapi pengalaman mereka sebagai tim yang pernah tampil di Piala Dunia turut menjadi modal penting. Tim asuhan Ralf Rangnick itu juga datang dengan status sebagai salah satu kandidat kuat di Grup B3.
Zhegrova: Bukan Malam Kami
Edon Zhegrova mengakui Kosovo melakukan sejumlah kesalahan dalam pertandingan tersebut. Pemain yang masuk pada babak kedua itu menyebut kekalahan dari Austria harus segera dievaluasi.
“Saya pikir malam ini bukan malam kami. Kami membuat kesalahan malam ini, tapi semuanya sudah berakhir. Kami akan melihat di mana kami membuat kesalahan untuk pertandingan berikutnya”, kata Zhegrova.
Zhegrova juga menjelaskan kondisi fisiknya setelah tampil dari bangku cadangan. Ia mengatakan dirinya tetap berada dalam kondisi yang baik setelah menjalani pertandingan sebelumnya sejak menit pertama.
“Saya memainkan pertandingan terakhir dari menit pertama. Saya dalam kondisi fisik yang baik, saya khawatir, tetapi tidak ada yang serius. Austria lebih baik dari kami hari ini”, ujarnya.
Ketika ditanya mengenai gol penalti yang dicetaknya, Zhegrova menegaskan bahwa gol tersebut bukan hal utama karena Kosovo tetap membutuhkan kemenangan. “Gol itu tidak penting, yang penting adalah kami ingin meraih kemenangan. Saya tidak punya apa-apa lagi untuk dikatakan” ,kata Zhegrova.
Rangnick Puji Perlawanan Kosovo
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, tetap memberikan apresiasi terhadap Kosovo meski timnya berhasil mengamankan kemenangan 3-1.
Rangnick menilai Kosovo merupakan lawan yang sulit. Ia juga mengakui dukungan besar dari tribun menjadi salah satu tantangan bagi Austria sepanjang pertandingan.
“Kami tahu kami akan bermain melawan tim yang kuat dan dengan dukungan besar dari tribun. Itu adalah salah satu penampilan energik terbaik yang kami miliki dalam beberapa tahun terakhir”, kata Rangnick.
Menurut Rangnick, Austria mampu mengendalikan pertandingan dengan baik dan menjaga permainan tetap berada dalam kendali mereka.
Ia juga mengaku sudah menyaksikan pertandingan Kosovo ketika menghadapi Republik Irlandia. Dalam pandangannya, Kosovo layak meraih kemenangan pada laga tersebut dan sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol.
“Saya menyaksikan pertandingan melawan Irlandia. Mereka layak mendapatkan kemenangan. Mereka seharusnya mencetak lebih banyak gol”, ujar Rangnick.
Austria Bidik Posisi Teratas
Kemenangan atas Kosovo membuat Austria terus menjaga persaingan di Grup B3. Rangnick menegaskan bahwa timnya memiliki target untuk finis di posisi pertama. “Tujuannya adalah tempat pertama, tetapi yang penting adalah bagaimana kami bermain. Itu penting”, kata Rangnick.
Sementara itu, Kosovo harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Pada Kamis mendatang, Kosovo dijadwalkan menghadapi Israel di Debrecen, Hungaria.
Sepekan setelah pertandingan tersebut, Kosovo akan kembali berhadapan dengan Austria. Kali ini, kedua tim dijadwalkan bertemu di Stadion Fadil Vokrri atau Prishtina City Stadium. (MR-01)






