Mataredaksi.com, BOGOR – José Mourinho terus meraih kemenangan bersama Benfica, namun gaya permainan timnya masih jauh dari memukau para penggemar. Vangelis Pavlidis menjadi penentu kemenangan terakhir tim sebelum menghadapi jadwal padat melawan Chelsea dan Porto.
Awal Solid, Tapi Gaya Sepak Bola Belum Menawan
Pelatih Portugal itu memulai era barunya di Benfica dengan catatan yang solid: dua kemenangan dan satu hasil imbang dari tiga pertandingan awal liga. Meski meraih poin, permainan timnya dianggap kurang atraktif bagi para pendukung yang terbiasa dengan sepak bola menyerang.
Benfica membuka musim dengan kemenangan 3-0 atas AFS, lalu bermain imbang melawan Rio Ave—mantan klub kiper Jan Oblak—sebelum menaklukkan Gil Vicente 2-1 pada Sabtu (27/9/2025) dini hari WIB.
Vangelis Pavlidis Jadi Penentu
Pertandingan melawan Gil Vicente sempat berjalan ketat. Pavlidis menyamakan skor pada menit ke-18 dan kemudian sukses mengeksekusi penalti yang memastikan kemenangan tim. Keunggulan Benfica sebagian besar datang dari kualitas individu pemain, penguasaan bola, jumlah tembakan, serta ritme passing yang lebih baik.
Meskipun hasilnya positif, gaya permainan Mourinho belum sepenuhnya memikat. Tim yang konsisten mengumpulkan poin ini belum menunjukkan atraksi yang menghibur bagi para penggemar.
Tantangan Berat di Depan
Minggu-minggu mendatang akan menjadi ujian sebenarnya bagi Benfica di bawah Mourinho. Mereka harus menghadapi Chelsea di Liga Champions, lalu bertemu Porto di kancah domestik. Mourinho, yang menandatangani kontrak hingga 2027, merasa familiar dengan kedua lawan tersebut.
“Pergi ke Stamford Bridge akan seperti pulang ke rumah. Itu stadion tempat saya memenangkan tiga Liga Premier. Saya bagian dari sejarah Chelsea, dan Chelsea juga bagian dari sejarah saya”, kata Mourinho menjelang laga melawan The Blues. (MR-01)






