BMKG Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Inovasi Cuaca Digital

WAKIL Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PANRB), Purwadi Arianto, menyerahkan piagam dan sertifikat kepada Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto pada acara Pelepasan PKN LAN Angkatan LXIII di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu (22/10/2025). (Sumber foto: Dok. BMKG Pusat)

Mataredaksi.com, JAKARTA — Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, memperkenalkan inovasi “Sistem Layanan Cuaca Berbasis Digital untuk Mendukung Ekosistem Pangan Nasional”. Ia memaparkan konsep itu dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXIII Tahun 2025 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Rabu (22/10/2025).

https://i0.wp.com/content.bmkg.go.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-15.40.54.jpeg?fit=1132%2C754&ssl=1

Integrasi Cuaca dan Pangan

Melalui inovasi ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat ketahanan pangan nasional. Sistem digital menghubungkan data cuaca real-time dengan platform pertanian dan pangan. Dengan demikian, petani, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan bisa langsung memanfaatkan informasi untuk mengantisipasi dampak iklim.

Selain itu, sistem baru ini mendukung prediksi dini dan respon cepat saat muncul potensi cuaca ekstrem. BMKG bertujuan menghadirkan layanan meteorologi yang adaptif, praktis, dan sesuai kebutuhan lapangan.

https://i0.wp.com/content.bmkg.go.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-15.40.53.jpeg?ssl=1

Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Guswanto menegaskan sistem ini mendorong sinergi antarlembaga. Data cuaca kini bukan sekadar informasi, tetapi menjadi dasar perencanaan pangan nasional. “Kami ingin layanan ini adaptif dan kolaboratif agar berdampak nyata bagi masyarakat”, ujarnya.

Selain itu, ia menekankan kolaborasi lintas sektor penting untuk membangun sistem pangan yang tangguh menghadapi perubahan iklim. Dengan pendekatan ini, data meteorologi bisa menjadi landasan kebijakan yang lebih tepat.

Raih Predikat Terbaik

Atas inovasi tersebut, Guswanto meraih peringkat ke-2 peserta terbaik dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Prestasi ini memperkuat komitmen BMKG dalam membangun birokrasi tanggap, inovatif, dan berorientasi hasil.

https://i0.wp.com/content.bmkg.go.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-15.40.52-1.jpeg?ssl=1

Transformasi Menuju Era Digital

Capaian ini juga menandai transformasi BMKG menuju lembaga yang relevan dengan tantangan zaman. Lembaga ini kini memadukan sains, teknologi, dan inovasi untuk memperkuat layanan publik. Sistem cuaca digital diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Akhirnya, BMKG menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas. (MR-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *