Mataredaksi.com, BOGOR – Viktor Gyökeres kembali mencatatkan namanya di papan skor saat tim nasional Swedia bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina pada pertandingan ketiga Phase League B Grup B4 UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027.
Laga yang dihelat di Stadion Bilino Polje di Zenica, pada Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB, itu sekaligus menjadi panggung perpisahan bagi Edin Džeko. Penyerang veteran tersebut menjalani penampilan internasional terakhirnya bersama Bosnia dan Herzegovina.
Swedia Tekan Sejak Awal
Hasil imbang membuat Edin Džeko terhindar dari perpisahan dengan kekalahan. Kerim Alajbegović mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-80, setelah bomber klub Premier League Arsenal, Viktor Einar Gyökeres, lebih dulu membawa Swedia unggul tepat setelah satu jam pertandingan berjalan.
Swedia asuhan Graham Potter langsung bermain agresif sejak awal pertandingan. Viktor Gyökeres mendapat peluang melalui tembakan rendah yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang.
Namun, Salko Hamzić mampu menggagalkan usaha penyerang Swedia tersebut. Gyökeres kembali menggetarkan gawang Bosnia pada menit ke-17, tetapi gol itu dianulir setelah Video Assistant Referee (VAR) menemukan bola sempat menyentuh lengannya sebelum ia melakukan penyelesaian.
Pendukung tuan rumah sempat bersorak ketika Edin Džeko mencetak gol sebelum turun minum. Akan tetapi, kegembiraan tersebut kembali sirna karena bola sudah lebih dahulu keluar lapangan dalam proses terciptanya gol. Babak pertama pun berakhir tanpa gol sah dari kedua tim.
Gyökeres Bawa Swedia Unggul
Swedia akhirnya memecah kebuntuan setelah pertandingan memasuki babak kedua. Tepat setelah satu jam laga berjalan, Alexander Bernhardsson berhasil merebut kembali penguasaan bola.
Bernhardsson kemudian mengirim umpan kepada Gyökeres yang bergerak menuju kotak penalti. Penyerang berusia 28 tahun itu menyelesaikan peluang tersebut dengan tembakan keras yang menghujam bagian atas gawang Bosnia.
Gol itu membuat Blågult, julukan Timnas Swedia yang berarti “Biru-Kuning”, berada di atas angin. Tim asuhan Graham Potter bahkan memiliki beberapa kesempatan untuk menggandakan keunggulan.
Alexander Bernhardsson, Viktor Gyökeres, dan Besfort Zeneli sama-sama memperoleh peluang, tetapi tidak satu pun mampu menambah gol. Kegagalan tersebut akhirnya harus dibayar mahal oleh Swedia.
Alajbegović Selamatkan Bosnia
Bosnia dan Herzegovina terus mencari celah untuk mengejar ketertinggalan. Upaya Edin Džeko dan kawan-kawan membuahkan hasil pada menit ke-80 melalui Kerim Alajbegović.
Umpan silang Alajbegović meluncur melewati seluruh pemain yang berada di dalam kotak penalti. Bola kemudian bersarang di sudut jauh gawang Swedia dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut sekaligus menyelamatkan tim tuan rumah yang dijuluki Zmajevi atau The Dragons (“Para Naga”) dari kekalahan dalam pertandingan yang menjadi momen khusus bagi Džeko.
Gyökeres Terus Tajam Bersama Swedia
Viktor Gyökeres memasuki jeda internasional dengan membawa kepercayaan diri setelah mengalami awal musim yang kurang meyakinkan bersama Arsenal. Namun, situasi berbeda terlihat ketika ia mengenakan seragam Blågult, julukan Timnas Swedia yang berarti “Biru-Kuning”.
Penyerang berusia 28 tahun itu tampil produktif untuk Swedia, terutama ketika Alexander Isak absen. Gol ke gawang The Dragons menjadi torehan ketiganya dalam tiga pertandingan selama jeda internasional kali ini.
Catatan tersebut juga membuat Viktor Gyökeres menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan UEFA Nations League secara berturut-turut.
Sementara itu, Swedia masih berada di puncak Grup B4 setelah menjalani tiga pertandingan. Tim asuhan Potter terus menjaga posisinya dalam persaingan grup.
Perpisahan Džeko di Zenica
Di sisi lain, Bosnia dan Herzegovina memberikan penghormatan kepada salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola mereka. Edin Džeko meninggalkan lapangan dan mendapat penjagaan kehormatan dari rekan-rekan setimnya.
Penyerang yang memperkuat klub Bundesliga FC Schalke 04 tersebut mengakhiri karier internasionalnya sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak Bosnia dan Herzegovina dengan 152 pertandingan.
Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya dengan 73 gol. Džeko memang gagal menutup laga dengan kemenangan. Namun, pertandingan tersebut tetap menjadi bagian penting dari momen perpisahannya bersama tim nasional.
Alajbegović Warnai Generasi Baru Bosnia
Kerim Alajbegović, penyerang Juventus yang baru berusia 19 tahun, menjadi sosok penting setelah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-80. Gol tersebut membuat Bosnia dan Herzegovina terhindar dari kekalahan sekaligus memberi warna tersendiri pada malam perpisahan Džeko di Stadion Bilino Polje.
Dengan hasil 1-1 tersebut, Džeko menutup perjalanan internasionalnya bersama Bosnia dan Herzegovina tanpa kekalahan dalam laga terakhirnya. Ia meninggalkan tim nasional dengan catatan 152 penampilan dan 73 gol.
Sementara itu, bagi Swedia, Viktor Gyökeres kembali menunjukkan ketajamannya. Golnya ke gawang Bosnia dan Herzegovina sekaligus memperpanjang catatan gol penyerang tersebut di UEFA Nations League.
Pertandingan di Zenica akhirnya menjadi pertemuan antara dua generasi. Džeko menutup perjalanan panjangnya bersama Bosnia dan Herzegovina, sedangkan Alajbegović muncul sebagai salah satu pemain muda yang ikut menentukan hasil laga. (MR-02)






