Mataredaksi.com, BOGOR – Paris Football Club menciptakan kejutan besar pada pekan ketiga Ligue 1 McDonald’s 2026/2027. Bertandang ke Stade CEPAC Vélodrome, Les Bleus menumbangkan Olympique de Marseille dengan skor 3-2, Senin (7/9/2026) dini hari WIB.
Lassine Sinayoko menjadi bintang utama kemenangan Paris FC, racikan Liam Rosenior. Penyerang asal Mali tersebut mencetak hat-trick, termasuk gol penentu melalui titik penalti pada menit ke-86.
Olympique de Marseille sebenarnya dua kali mampu mengejar ketertinggalan lewat Amine Gouiri. Namun, setiap kali tuan rumah menyamakan skor, Sinayoko kembali memberikan jawaban.
Pertandingan berlangsung terbuka sejak awal. Marseille lebih banyak membangun serangan, sedangkan Paris FC tampil efektif ketika memperoleh ruang untuk melakukan serangan balik. Situasi itu membuat pertandingan berjalan sengit hingga menit-menit terakhir.
Sinayoko Buka Laga dengan Cepat
Paris FC langsung mengejutkan skuat asuhan Bruno Génésio sejak awal pertandingan. Laga baru berjalan sekitar 23 detik ketika Sinayoko mencetak gol pembuka.
Berawal dari serangan cepat, Luca Koleosho membawa bola menuju area pertahanan Marseille. Ia kemudian mengirim umpan yang diselesaikan Sinayoko untuk membawa Paris FC unggul 1-0.
Gol cepat tersebut membuat Marseille harus bekerja keras sejak menit pertama. Tuan rumah merespons dengan meningkatkan tekanan dan mencoba menguasai permainan.
Usaha Marseille membuahkan hasil pada menit kedelapan. Gouiri berhasil memanfaatkan peluang untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, Paris FC kembali unggul pada menit ke-19. Pablo Pagis mengirim bola dari situasi bola mati, lalu Sinayoko menyambutnya dengan sundulan yang menaklukkan pertahanan Marseille.
Wasit sempat melakukan pemeriksaan Video Assistant Referee atau VAR sebelum akhirnya mengesahkan gol tersebut. Paris FC kembali memimpin 2-1.
Marseille Tingkatkan Tekanan
Tertinggal satu gol membuat Marseille meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah membangun serangan dari berbagai sisi untuk memaksa lini belakang Paris FC bertahan lebih dalam.
Timothy Weah mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, sepakannya masih mampu dihentikan penjaga gawang Paris FC.
Marseille terus mencari celah. Pierre-Emile Højbjerg kemudian memperoleh kesempatan melalui sundulan. Lagi-lagi, pertahanan Paris FC mampu menggagalkan ancaman tersebut.
Peluang terbaik Marseille datang pada menit ke-40. João Paulo Paixão melepaskan tendangan bebas yang mengarah ke gawang. Bola justru membentur mistar dan membuat Paris FC kembali lolos dari tekanan.
Menjelang turun minum, Marseille tetap menguasai permainan. Meski demikian, Paris FC mampu menjaga keunggulan melalui pertahanan yang disiplin.
Skor 1-2 bertahan hingga jeda. Marseille masih memiliki peluang untuk bangkit, sedangkan Paris FC harus menjaga konsentrasi menghadapi tekanan tuan rumah.
Gouiri Samakan Skor Lagi
Memasuki babak kedua, Marseille kembali mengambil inisiatif serangan. Paris FC memilih bermain lebih sabar sambil menunggu ruang untuk melancarkan serangan balik.
Strategi tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Marseille mengandalkan kombinasi umpan cepat untuk menembus pertahanan Paris FC. Sebaliknya, tim tamu berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Upaya Marseille akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53. Gouiri mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan peluang di area pertahanan Paris FC.
Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-2. Marseille pun kembali percaya diri dan mulai memburu gol ketiga di hadapan pendukungnya sendiri.
Namun, Paris FC tidak membiarkan tekanan berlangsung satu arah. Tim tamu beberapa kali mencoba kembali mengancam pertahanan Marseille.
Sinayoko menjadi pemain yang paling mendapat perhatian. Setelah mencetak dua gol, pergerakannya terus membuat barisan belakang Marseille harus meningkatkan kewaspadaan.
Memasuki fase akhir pertandingan, kedua tim sama-sama memiliki peluang. Marseille tampil lebih agresif untuk mencari kemenangan, sementara Paris FC menunggu momen yang tepat untuk memberikan respons.
VAR Buka Jalan Penalti
Drama kembali terjadi pada menit ke-83. Wasit menggunakan VAR untuk memeriksa insiden handball yang melibatkan CJ Egan-Riley di dalam kotak penalti Marseille.
Setelah meninjau tayangan ulang, wasit menunjuk titik putih. Keputusan tersebut memberi Paris FC kesempatan emas untuk kembali memimpin saat pertandingan memasuki fase krusial.
Sinayoko kemudian mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Ia sudah mencetak dua gol dan kini memiliki peluang melengkapi penampilan gemilangnya dengan hat-trick.
Penyerang Paris FC itu menjalankan tugasnya dengan tenang. Pada menit ke-86, Sinayoko sukses mengarahkan bola ke gawang dan mengubah skor menjadi 3-2.
Gol tersebut sekaligus melengkapi hat-trick Sinayoko. Ia menjadi pemain yang paling menentukan dalam pertandingan penuh drama di Vélodrome.
Tiga gol itu juga hadir melalui situasi berbeda. Sinayoko membuka skor lewat permainan terbuka, mencetak gol kedua melalui sundulan dari situasi bola mati, lalu menutup penampilannya dengan eksekusi penalti.
Marseille Gagal Menyamakan Kedudukan
Marseille tidak menyerah setelah kembali tertinggal. Tuan rumah langsung meningkatkan tekanan untuk mendapatkan gol penyama kedudukan.
Gouiri kembali menjadi salah satu pemain yang berusaha mengancam pertahanan Paris FC. Beberapa peluang juga muncul pada penghujung pertandingan.
Paris FC merespons dengan memperkuat pertahanan. Para pemain belakang menutup ruang dan berusaha memutus aliran serangan Marseille sebelum memasuki area berbahaya.
Tekanan Marseille membuat menit-menit akhir berlangsung menegangkan. Tuan rumah terus mengejar, sedangkan Paris FC berusaha mempertahankan struktur permainan.
Marseille memiliki kesempatan untuk mengubah keadaan. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, mereka tidak mampu mencetak gol ketiga.
Paris FC akhirnya mempertahankan keunggulan 3-2. Hasil tersebut membuat Marseille harus menerima kekalahan di kandang setelah dua kali berhasil menyamakan kedudukan.
Paris FC Naik ke Posisi Kedua
Kemenangan di Vélodrome menjadi hasil penting bagi Paris FC pada awal musim Ligue 1 McDonald’s 2026-2027.
Tambahan tiga poin membuat Paris FC mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Hasil itu sekaligus mengantarkan mereka ke posisi kedua klasemen sementara.
Sebaliknya, Marseille harus mengevaluasi penampilan lini belakang. Dua gol Gouiri belum cukup untuk menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan.
Bagi Les Phocéens, hasil tersebut terasa mengecewakan. Mereka dua kali mampu bangkit dari ketertinggalan, tetapi akhirnya kehilangan poin setelah Paris FC mendapatkan penalti pada menit-menit akhir.
Di sisi lain, skuat asuhan Liam Rosenior menunjukkan ketenangan ketika pertandingan memasuki momen paling menentukan. Mereka mampu bertahan dari tekanan sekaligus memanfaatkan peluang yang datang.
Sinayoko akhirnya menjadi pembeda di Vélodrome. Hat-trick penyerang tersebut memastikan tiga poin bagi Paris FC sekaligus mempertegas daya saing tim yang promosi pada musim 2025/2026.
Paris FC kini tidak sekadar menjadi pelengkap di Ligue 1 McDonald’s. Kemenangan atas Marseille menunjukkan bahwa mereka mampu mencuri hasil besar, bahkan ketika harus menghadapi tekanan di kandang lawan. (MR-01)






