El Derbi Madrileño: Real Madrid Tumbang, Mourinho Semprot Kinerja Wasit dan VAR

Injak Engkel – Insiden pertama terjadi sebelum jeda dalam laga Atlético Madrid menghadapi Real Madrid pada pekan ketujuh La Liga EA Sports 2026/2027, di Riyadh Air Metropolitano Stadium, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Lee Kang-In (kiri) terlibat dalam pelanggaran terhadap Federico Valverde (kanan) yang kemudian menjadi salah satu insiden yang disoroti José Mourinho dalam kritiknya terhadap kinerja wasit dan VAR. (Sumber foto: realmadrid.com)

Mataredaksi.com, BOGOR – Laga bertajuk El Derbi Madrileño pekan ketujuh La Liga EA Sports 2026/2027 berakhir dengan kemenangan Club Atlético de Madrid atas Real Madrid Club de Fútbol. Los Colchoneros menundukkan rival sekotanya dengan skor 2-1 dalam pertandingan di Riyadh Air Metropolitano Stadium, Spanyol, Minggu (20/9/2026) malam WIB.

Kekalahan tersebut terasa semakin berat bagi Real Madrid karena mereka harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain. Dean Huijsen menerima kartu merah langsung pada menit ke-52, setelah melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone sebagai pemain terakhir.

Situasi itu kemudian dimanfaatkan Atlético untuk membalikkan tekanan dan mengamankan kemenangan. Alejandro “Álex” Grimaldo mencetak gol melalui penalti hasil pelanggaran tersebut.

Jonathan David kemudian menggandakan keunggulan Atlético. Real Madrid sempat memperkecil ketertinggalan melalui Antonio Rüdiger pada akhir pertandingan, tetapi gol tersebut belum mampu menyelamatkan Los Blancos dari kekalahan.

Persoalan pascamatch tidak berhenti pada performa tim semata. Juru taktik Real Madrid justru melontarkan kritik keras terhadap kinerja wasit dan Video Assistant Referee (VAR). Mourinho menilai Atlético Madrid seharusnya menerima dua kartu merah dalam pertandingan tersebut.

Sorotan Dua Insiden Krusial

Pelatih asal Portugal itu membawa persoalan tersebut langsung ke sesi konferensi pers seusai pertandingan. Sang manajer bahkan memperlihatkan foto cetak dari dua insiden yang menurutnya layak menghasilkan kartu merah bagi lawan.

Momen pertama terjadi sebelum jeda dan melibatkan Lee Kang-In serta Federico Valverde. Kejadian tersebut kemudian memicu ketegangan di lorong menuju ruang ganti. Antonio Rüdiger dan Morten Hjulmand bahkan terlibat bentrokan setelah insiden tersebut.

Pelanggaran keras lain melibatkan Cristian Romero yang menerima kartu kuning setelah menginjak lutut Jude Bellingham. Nahkoda Real Madrid itu menilai kedua insiden tersebut seharusnya berujung kartu merah. “Kisah pertandingan ada di sini”, kata Mourinho sambil menunjukkan gambar dua insiden tersebut.

“Mereka adalah dua kartu merah yang jelas. Dengan kesulitan yang kami miliki setelah itu, dengan 11 lawan 10, Anda bisa membayangkan seperti apa jadinya bagi kami selama 50 menit dengan 11 lawan sembilan”, ujarnya.

Kritik Keras Pelatih Real Madrid

Sorotan tajam mengenai kinerja pengadil lapangan ia arahkan kepada CTA (Comité Técnico de Árbitros), komite wasit sepak bola Spanyol. Eks manajer Roma itu mempertanyakan penunjukan Ortiz Arias yang belum mengantongi pengalaman internasional pada usia 41 tahun.

“Pihak Comité Técnico de Árbitros (CTA) membuat keputusan aneh. Sosok Ortiz Arias ini, pada usia 41 tahun, sama sekali tidak memiliki pengalaman internasional. Sungguh tidak masuk akal mengapa dia yang terpilih”, tutur Mourinho.

Menurut penilaiannya, Ortiz Arias gagal mengatasi tekanan pertandingan. Pihaknya juga meragukan situasi VAR serta peran otoritas sepak bola Spanyol terkait sistem tersebut. “Kasihan wasit itu, dia datang ke sini dan tidak sanggup menghadapi tekanan”, tambahnya.

Mengenai VAR, Mourinho melihat tekanan bukanlah persoalan utama. Ia lantas menghubungkan sistem tersebut dengan Real Federación Española de Fútbol atau Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol yang berbasis di La Ciudad del Fútbol, Las Rozas.

“Namun untuk petugas VAR, tekanan itu jelas tidak ada. Bahkan di markas Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol yang berbasis di Las Rozas, mereka bisa bekerja tanpa tekanan. Atau mungkin sebenarnya ada tekanan dan kita saja yang tidak mengetahuinya”, papar sang pelatih.

Sorotan Penuh pada Kinerja Perangkat Laga

Eks pelatih Chelsea tersebut melontarkan penilaian lanjutan dengan menyebut keputusan pengadil lapangan dan VAR sebagai kombinasi yang merugikan Real Madrid. CTA kembali menjadi sasaran sindiran atas kinerja para petugas pertandingan dalam derbi Madrid.

“Sungguh kombinasi luar biasa: seorang wasit yang buruk dan hanya memimpin pertandingan kecil, berpadu dengan VAR yang punya sejarah panjang. Selamat untuk CTA”, cetusnya.

Pergelangan Kaki Valverde Alami Cedera

Real Madrid turut menghadapi masalah lain seusai laga panas tersebut. Pihak klub mengonfirmasi bahwa Federico Valverde mengalami trauma berat pada pergelangan kaki kirinya. Tim medis klub merencanakan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi cedera sang pemain.

Momen bersamaan dimanfaatkan Mourinho untuk merespons hal lain, meski ia mengaku belum menyaksikan tayangan ulang kartu merah Huijsen.

Kendati belum melihat ulang insiden tersebut, pelatih berkebangsaan Portugal itu tetap mengkritik serangkaian keputusan wasit dalam laga Atlético Madrid dan Barcelona beberapa pekan terakhir.

“Hukuman penalti di markas Real Sociedad untuk Atlético sungguh menggelikan. Ganjaran untuk Barcelona juga sangat menggelikan, serta kegagalan memberikan kartu merah saat melawan Athletic Bilbao. Terlalu banyak keanehan yang terjadi bersamaan”, ungkapnya.

Posisi Los Blancos Makin Tercecer

Hasil buruk dalam derbi membuat posisi Real Madrid semakin tercecer dalam persaingan awal La Liga. Los Blancos tercatat sudah menelan dua kekalahan dari tujuh laga pembuka musim ini.

Sementara itu, FC Barcelona menyapu bersih seluruh laga awal musim dengan hasil sempurna. Saat ini Real Madrid tertinggal enam poin dari rival utamanya tersebut sebelum memasuki jeda internasional.

Manajemen Real Madrid pun merilis pernyataan resmi untuk menyikapi buruknya kinerja wasit. Di sisi lain, Mourinho mengaku mendapati atmosfer La Liga yang berbeda sejak ia pergi pada 2013.

“Dulu saya berpikir akan menemukan liga yang berbeda dibanding saat saya tinggalkan pada 2013. Banyak orang mengatakan tidak ada yang berubah, lalu mereka menjelaskan alasannya. Namun demikian, kami akan terus berjuang”, tegasnya.

Pelatih Kawakan Tetap Optimistis

Juru taktik kawakan tersebut enggan mencoret timnya dari perburuan gelar walau tertinggal enam angka dari Barcelona. Beliau meyakini persaingan masih panjang selama Real Madrid memperoleh kesempatan berlaga dalam kondisi yang adil.

“Seandainya ‘mereka’ membiarkan kami bersaing secara adil di lapangan yang sama, jalan menuju tangga juara masih sangat terbuka”, kata Mourinho.

Pendapat lain disampaikan Mourinho terkait deretan kontroversi wasit yang ia nilai sebagai bagian dari kekhilafan manusia. “Tak ada niat menuduh hal ini tersusun sengaja. Menurut pandangan saya, itu murni kekeliruan biasa seperti halnya kesalahan seorang pelatih”, lanjutnya.

Harapan disampaikan sang pelatih agar komite wasit (CTA) sekadar keliru lantaran menunjuk wasit 41 tahun yang belum berpengalaman menghadapi situasi seberat ini. “Para perangkat pertandingan cuma melakukan kesalahan, itu saja”, pungkasnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *