Georgia Vs Irlandia Utara 0-1: Kvaratskhelia Gagal Penalti, Green and White Army Menang Dramatis

Merayakan Gol – Gelandang timnas Irlandia Utara, Shea Charles, merayakan gol untuk timnya setelah menyambut umpan Trai Hume dalam pertandingan perdana Phase League B Grup B2 UEFA Nations League 2026/2027 melawan Georgia di Stadion Boris Paichadze Dinamo Arena, Tbilisi, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Green and White Army menang dramatis atas The Crusaders dengan skor tipis 1-0. (Sumber foto: @SpiritOf2016Pod/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Irlandia Utara menciptakan kejutan pada laga pembuka UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027 Phase League B Grup B2.

Bertandang ke Stadion Boris Paichadze Dinamo Arena, Tbilisi, Jumat (25/9/2026) pukul 23.00 WIB, Irlandia Utara menundukkan Georgia 1-0 melalui gol Shea Emmanuel Charles pada menit 90+9.

Kemenangan tersebut terasa semakin dramatis karena pertandingan hampir berakhir tanpa gol. Georgia sebenarnya memiliki peluang emas untuk membuka keunggulan, termasuk melalui tendangan penalti Khvicha Kvaratskhelia. Namun, eksekusi pemain bintang Georgia itu berhasil digagalkan Pierce Charles.

Setelah momen tersebut, pertandingan semakin terbuka. Kedua tim saling mencari celah, tetapi pertahanan dan penampilan kedua penjaga gawang membuat skor tetap 0-0 hingga memasuki menit-menit akhir.

Georgia Dominan tetapi Gagal Mencetak Gol

Sejak babak pertama, Georgia berusaha memanfaatkan dukungan publik Tbilisi. Kvaratskhelia menjadi salah satu pemain yang paling aktif dalam membangun serangan tuan rumah.

Namun, Irlandia Utara tidak membiarkan Georgia mengembangkan permainan dengan mudah. Sejumlah upaya tuan rumah terhenti karena blok pemain bertahan. Di sisi lain, tim tamu juga beberapa kali mengancam melalui serangan cepat.

Jamie Donley dan Isaac Price ikut membuka ruang bagi Irlandia Utara. Sementara itu, Shea Charles mulai menunjukkan perannya dalam membantu permainan tim tamu dari lini tengah.

Babak pertama akhirnya berakhir tanpa gol. Georgia racikan Willy Sagnol memiliki beberapa peluang, tetapi belum menemukan penyelesaian yang mampu mengubah keadaan.

Situasi berubah setelah pertandingan memasuki babak kedua. Georgia meningkatkan tekanan dan mendapatkan peluang terbesar mereka pada menit ke-62.

Luka Lochoshvili terjatuh setelah terjadi kontak dengan Daniel Ballard di dalam kotak penalti. Wasit kemudian memberikan penalti kepada Georgia setelah melihat tayangan Video Assistant Referee atau VAR.

Kvaratskhelia maju sebagai eksekutor. Dengan kesempatan membuka keunggulan di depan mata, pemain Paris Saint-Germain tersebut melepaskan tendangan kaki kanan ke arah sudut kanan bawah gawang Pierce Charles.

Namun, kiper Irlandia Utara membaca arah bola dengan sempurna. Penjaga gawang Queens Park Rangers tersebut berhasil menepis tendangan Kvaratskhelia pada menit ke-65. Bola gagal bersarang di gawang dan Georgia kehilangan kesempatan emas untuk mengubah skor.

Kegagalan tersebut mengubah arah permainan. Georgia kehilangan momentum ketika seharusnya mereka bisa memimpin. Sebaliknya, Irlandia Utara mendapat tambahan kepercayaan diri untuk terus mencari peluang. Situasi inilah yang kemudian membuat pertandingan semakin terbuka hingga memasuki masa tambahan waktu.

Pierce Charles Jadi Tembok Irlandia Utara

Kegagalan penalti itu tidak membuat Irlandia Utara racikan Michael O’Neill hanya bertahan. Sebaliknya, tim tamu mulai menemukan lebih banyak ruang ketika Georgia semakin agresif mencari gol.

Isaac Price menguji pertahanan Georgia pada menit ke-72. Setelah itu, Shea Charles memperoleh peluang pada menit ke-76. Tembakannya dari dalam kotak penalti masih mampu dihentikan Giorgi Mamardashvili.

Trai Hume kemudian ikut mengancam dua menit berselang. Tembakannya dari luar kotak penalti kembali berhasil diamankan Mamardashvili.

Tuan rumah juga terus memberikan tekanan. Georges Mikautadze mendapat kesempatan setelah menerima umpan Kvaratskhelia, tetapi tembakan kaki kanannya dari luar kotak penalti masih bisa diamankan Pierce Charles.

Otar Kiteishvili juga mencoba mencari ruang tembak. Namun, upayanya belum mampu melewati penjagaan kiper Irlandia Utara, Pierce Charles.

Pertandingan semakin sengit menjelang 10 menit terakhir. Tim tamu yang dijuluki Green & White Army (“Pasukan Hijau-Putih”) berusaha mencuri peluang dari serangan balik, sedangkan Georgia terus mendorong pemainnya lebih jauh ke depan.

Shea Charles kembali mendapat kesempatan pada menit ke-86. Namun, peluang tersebut belum menghasilkan gol. Ketika waktu normal hampir habis, skor tetap 0-0. Kedua tim terlihat mulai bermain dengan risiko lebih besar karena satu kesalahan saja bisa menentukan hasil pertandingan.

Shea Charles Hukum Georgia pada 90+9

Drama semakin terasa ketika wasit memberikan tambahan waktu. Irlandia Utara juga harus melakukan pergantian pemain setelah Daniel Ballard mengalami masalah pada menit ke-90+3.

Ballard kemudian digantikan Paddy McNair pada menit ke-90+5. Pergantian tersebut berlangsung ketika Georgia masih berusaha mencari gol kemenangan. Tuan rumah mendapatkan kesempatan lagi pada menit ke-90+7 melalui Otar Kiteishvili.

Namun, tembakannya dari luar kotak penalti melambung dan melebar dari sasaran. Georgia tampaknya masih memiliki peluang untuk menyelesaikan pertandingan dengan setidaknya satu poin. Akan tetapi, Irlandia Utara justru memberikan pukulan terakhir.

Pada menit 90+9, Trai Hume mengirimkan umpan ke area penalti Georgia. Shea Charles kemudian menyambutnya dengan tembakan kaki kanan dari tengah kotak penalti. Bola meluncur deras menuju sudut kanan atas gawang Mamardashvili.

Gol! Georgia 0-1 Irlandia Utara. Selebrasi pemain tim tamu sempat tertahan karena gol tersebut harus melewati pemeriksaan VAR. Setelah peninjauan selesai, wasit mengesahkan gol Shea Charles.

Data peluang juga menunjukkan betapa pentingnya penyelesaian tersebut. Gol Shea Charles tercatat memiliki nilai xG 0,41, sedangkan xGOT mencapai 0,79. Gol itu sekaligus mengubah pertandingan yang hampir selesai tanpa pemenang menjadi kemenangan dramatis bagi Irlandia Utara.

Georgia Gagal Selamatkan Satu Poin

Georgia tidak menyerah. Pada menit ke-90+12, Georges Mikautadze masih mendapatkan peluang melalui sundulan setelah menerima umpan silang Giorgi Chakvetadze.

Namun, sundulan tersebut melebar ke sisi kanan gawang. Tidak lama kemudian, wasit meniup peluit panjang. Georgia akhirnya harus menerima kekalahan 0-1 di kandang sendiri.

Bagi Irlandia Utara, hasil tersebut menjadi pembuka yang berharga di Phase League B Grup B2. Trai Hume dan kawan-kawan mampu bertahan dari tekanan, melewati kegagalan penalti Georgia, lalu menemukan gol kemenangan ketika pertandingan hampir berakhir.

Pierce Charles layak mendapat sorotan karena penyelamatan penaltinya menjaga Irlandia Utara tetap hidup dalam pertandingan. Namun, Shea Charles menjadi pemain yang menentukan hasil akhir.

Ketika Jvarosnebi atau The Crusaders (“Tentara Salib”), julukan tim nasional Georgia, gagal memanfaatkan peluang terbaiknya, Shea Charles justru memaksimalkan kesempatan yang datang pada masa tambahan waktu.

Kemenangan 1-0 itu pun menjadi akhir dramatis dari pertandingan yang selama lebih dari 90 menit berlangsung tanpa gol. Hasil ini sekaligus menunjukkan betapa tipisnya perbedaan antara peluang dan kemenangan.

Khvicha Kvaratskhelia dan kawan-kawan memiliki kesempatan emas melalui titik putih, tetapi “Pasukan Hijau-Putih” mampu bertahan hingga menemukan momen penentu pada penghujung laga. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *