Hasil UEFA Nations League: Gol Telat Douvikas Pastikan Kemenangan Comeback Yunani 2-1 atas Serbia

Gol Penentu – Penyerang Timnas Yunani, Anastasios Douvikas, merayakan gol kemenangan bersama Kostas Tsimikas rekan setim saat menghadapi Serbia dalam laga perdana Phase League A Grup A2 UEFA Nations League 2026/2027, di Stadion Rajko Mitić, Belgrade, Jumat (25/9/2026) dini hari WIB. Ethniki comeback dramatis 2-1 atas The Eagles. (Sumber foto: hellasfooty.com)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Yunani membuka perjalanan di Phase League A Grup A2 UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Serbia.

Bertanding di Stadion Rajko Mitić, Belgrade, Jumat (25/9/2026) dini hari WIB, Ethniki sempat tertinggal lebih dahulu sebelum membalikkan keadaan melalui Christos Tzolis dan Anastasios Douvikas.

Serbia racikan Veljko Paunović langsung mencuri keunggulan ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Andrija Živković menyelesaikan peluang dari tengah kotak penalti dengan tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut kiri atas gawang Konstantinos Tzolakis.

Keunggulan cepat tersebut membuat Serbia tampil lebih percaya diri. Yunani membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan, tetapi perlahan mulai memberikan tekanan melalui Christos Tzolis, Konstantinos Karetsas, dan Vangelis Pavlidis.

Kemenangan akhirnya menjadi milik Yunani setelah Tzolis menyamakan kedudukan pada menit ke-74. Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Douvikas muncul sebagai penentu pada menit ke-90+5 melalui sundulan yang memanfaatkan umpan silang Kostas Tsimikas.

Serbia Unggul Cepat

Pertandingan belum genap berjalan dua menit ketika Serbia sudah memperoleh peluang pertama. Nemanja Maksimović melepaskan tembakan dari sudut yang sulit, tetapi Tzolakis mampu mengamankannya.

Serangan berikutnya menghasilkan gol. Pada menit ke-4, Živković menerima umpan Dušan Tadić sebelum melepaskan tembakan kaki kiri dari tengah kotak penalti. Bola meluncur ke sudut kiri atas dan membawa Serbia unggul 1-0.

Yunani merespons dengan cepat. Dua menit setelah gol pembuka, Karetsas memperoleh peluang dari dalam kotak penalti, tetapi Vanja Milinković-Savić masih mampu menggagalkan tembakannya.

Tekanan tim tamu berlanjut melalui Tzolis. Pada menit ke-7, tembakannya dari dalam kotak penalti diblokir. Pavlidis kemudian mendapat kesempatan pada menit ke-9, tetapi usahanya melebar ke kanan.

Serangkaian serangan membuat Yunani semakin sering berada di wilayah pertahanan Serbia. Pada menit ke-12, Tzolis kembali melepaskan tembakan yang diblokir, sebelum Karetsas menguji Vanja Milinković-Savić dua menit kemudian.

Peluang terbaik Yunani pada fase awal pertandingan hadir pada menit ke-15. Charalampos Kostoulas menerima bola di tengah kotak penalti, tetapi tembakannya melambung di atas mistar.

Serbia masih mampu memberikan ancaman melalui serangan balik. Pada menit ke-30, Strahinja Pavlović melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti, sedangkan Luka Jović juga mencoba peruntungannya dari tengah kotak. Kedua peluang tersebut belum menghasilkan gol tambahan.

Menjelang turun minum, Yunani kembali meningkatkan tekanan. Tzolis sempat memiliki dua peluang beruntun pada menit ke-37 dan ke-40. Salah satu tembakannya berhasil diblokir, sedangkan percobaan berikutnya memaksa Vanja Milinković-Savić melakukan penyelamatan.

Penjaga gawang untuk klub Serie A Napoli itu kembali bekerja keras pada menit ke-40 ketika Tzolis melepaskan tembakan dari luar kotak penalti ke arah sudut kanan atas. Hingga babak pertama berakhir, Serbia masih mempertahankan keunggulan 1-0.

Yunani Terus Mengejar Gol

Serbia melakukan perubahan pada awal babak kedua dengan memasukkan Saša Lukić untuk menggantikan Mihajlo Cvetković. Yunani tetap mempertahankan tekanan dan langsung menciptakan beberapa peluang.

Pada menit ke-49, Konstantinos Mavropanos memiliki dua kesempatan melalui situasi bola mati. Sundulannya yang pertama melebar, sedangkan percobaan berikutnya masih dapat diselamatkan Vanja Milinković-Savić.

Tidak lama kemudian, Panagiotis Retsos juga menguji kiper Serbia dari tengah kotak penalti. Namun, Vanja Milinković-Savić kembali berhasil mengamankan bola.

Serangan Yunani semakin intensif setelah memasuki satu jam pertandingan. Karetsas dan Vangelis Pavlidis sama-sama memperoleh peluang pada menit ke-61, tetapi kedua tembakan mereka masih dapat dihentikan Vanja Milinković-Savić.

Pelatih Yunani Ivan Jovanović kemudian melakukan pergantian pemain untuk menjaga tekanan. Fotis Ioannidis masuk menggantikan Kostoulas pada menit ke-63.

Di sisi Serbia, Tadić menerima kartu kuning pada menit yang sama setelah melakukan pelanggaran. Kondisi tersebut membuat pertandingan semakin keras ketika kedua tim berusaha mengendalikan lini tengah.

Vanja Milinković-Savić kembali menyelamatkan Serbia pada menit ke-66. Ioannidis melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang mengarah ke bagian atas gawang, tetapi kiper Serbia masih mampu menjangkaunya.

Pertandingan sempat terhenti karena cedera Mavropanos. Setelah laga kembali berjalan, Orlovi atau The Eagles, julukan Timnas Serbia, mencoba mempertahankan keunggulan dengan memperkuat lini pertahanan.

Tzolis Samakan Kedudukan

Perubahan strategi Yunani akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-74. Tzolis menerima umpan dari Pavlidis di sisi kiri kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri. Bola bergerak menuju sudut kanan bawah gawang dan tidak mampu dihentikan Vanja Milinković-Savić.

Skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut mengubah suasana pertandingan. Yunani semakin berani menekan, sedangkan Serbia berusaha kembali membangun serangan untuk merebut keunggulan.

Tidak lama setelah gol penyama kedudukan, Yunani melakukan dua pergantian sekaligus. Douvikas masuk menggantikan Karetsas, sedangkan Andrews Tetteh menggantikan Pavlidis.

Pelatih Serbia Veljko Paunović juga melakukan perubahan. Aleksa Terzić masuk untuk Filip Kostić, sementara Dejan Joveljić menggantikan Luka Jović pada menit ke-71.

Setelah kedudukan menjadi imbang, kedua tim saling bertukar serangan. Joveljić sempat memperoleh peluang pada menit ke-78, tetapi tembakannya dari tengah kotak penalti diblokir.

Yunani juga memiliki kesempatan melalui Tetteh pada menit ke-77. Tembakan kaki kirinya dari sisi kiri kotak penalti masih mengenai pemain bertahan Serbia.

Memasuki menit-menit akhir, Serbia mencoba meningkatkan tekanan. Joveljić bahkan membentur tiang kanan pada menit ke-90 setelah melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti.

Sesaat kemudian, Saša Lukić memperoleh peluang melalui sundulan dari tengah kotak penalti. Tzolakis masih mampu menyelamatkan bola yang mengarah ke tengah gawang.

Douvikas Jadi Penentu di Injury Time

Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Serbia dan Yunani tampak harus puas berbagi satu poin. Namun, Yunani justru mendapatkan momen penentu pada menit ke-90+5.

Douvikas berada di posisi yang tepat di dalam kotak penalti ketika Kostas Tsimikas mengirimkan umpan silang. Penyerang untuk klub Serie A Como 1907 tersebut kemudian menyambut bola dengan sundulan dari sisi kiri kotak enam yard.

Bola mengarah ke tengah gawang dan melewati jangkauan Vanja Milinković-Savić. Yunani berbalik unggul 2-1. Gol tersebut sekaligus menjadi pukulan telak bagi Serbia yang sebelumnya mampu mempertahankan keunggulan sejak menit keempat.

Serbia masih mencoba mencari gol penyama kedudukan pada sisa waktu pertandingan. Namun, pertahanan Yunani mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi pada menit ke-90+7. Yunani pun meninggalkan Stadion Rajko Mitić dengan kemenangan 2-1 setelah mencetak dua gol pada babak kedua.

Milinković-Savić Tahan Tekanan Yunani

Meski Serbia akhirnya kalah, penampilan Vanja Milinković-Savić menjadi salah satu faktor yang membuat pertandingan tetap berlangsung ketat hingga akhir.

Kiper berusia 29 tahun tersebut beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya Yunani. Ia menghentikan tembakan Karetsas, Tzolis, Pavlidis, Ioannidis, hingga Retsos sepanjang pertandingan.

Serbia sendiri tidak hanya mengandalkan gol cepat Živković. Tuan rumah beberapa kali mengancam gawang Tzolakis melalui Tadić, Jović, Pavlović, Lukić, dan Joveljić.

Peluang Joveljić pada menit ke-90 bahkan hampir membawa Serbia kembali unggul. Namun, tembakannya hanya membentur tiang kanan.

Sementara itu, Tzolakis juga menunjukkan ketenangan di bawah tekanan. Ia berhasil mengamankan beberapa peluang Serbia, termasuk sundulan Lukić pada penghujung pertandingan.

Drama Pergantian Pemain dan Cedera

Pertandingan berlangsung semakin ketat pada babak kedua karena kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian untuk menjaga intensitas permainan.

Serbia memasukkan Lukić pada awal babak kedua, kemudian mengganti Kostić dan Jović pada menit ke-71. Nemanja Gudelj juga masuk menggantikan Nikola Simić pada menit ke-81.

Di kubu Yunani, Ioannidis masuk pada menit ke-63. Douvikas dan Tetteh kemudian masuk pada menit ke-74. Pergantian tersebut terbukti memberikan dampak karena Douvikas akhirnya mencetak gol kemenangan.

Pertandingan juga sempat beberapa kali dihentikan akibat cedera. Mavropanos mengalami masalah pada pertengahan babak kedua, sedangkan Sergej Milinković-Savić mengalami cedera menjelang akhir laga.

Serbia sempat memperoleh tambahan waktu lima menit. Namun, Yunani mampu memanfaatkan periode tersebut untuk mencetak gol penentu melalui Douvikas.

Yunani Raih Tiga Poin

Kemenangan 2-1 atas Serbia menjadi awal positif Yunani di Phase League A Grup A2 UEFA Nations League 2026/2027. Mereka menunjukkan kemampuan bangkit setelah tertinggal sejak menit keempat.

Serbia sebenarnya memiliki modal kuat setelah Živković membawa tuan rumah unggul cepat. Namun, tekanan Yunani yang terus meningkat akhirnya membuahkan dua gol setelah turun minum.

Tzolis menjadi pemain yang membuka jalan bagi kebangkitan Yunani melalui gol penyama kedudukan pada menit ke-74. Douvikas kemudian menyelesaikan comeback tersebut dengan sundulan pada menit ke-90+5.

Hasil akhir 2-1 memastikan Yunani membawa pulang tiga poin dari Belgrade. Serbia harus menerima kenyataan bahwa keunggulan yang mereka pertahankan selama lebih dari satu jam pertandingan akhirnya sirna dalam 20 menit terakhir. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *