Mataredaksi.com, BOGOR – José Mourinho kembali menjadi sorotan, setelah Real Madrid menelan kekalahan 0-1 dari Real Betis Balompié pada pekan keempat La Liga EA Sports 2026/2027, di Estadio La Cartuja de Sevilla, Spanyol, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB.
Kali ini, pelatih asal Portugal tersebut menyoroti perbedaan sikap pemain kedua tim selama pertandingan. Mourinho menilai para pemain Real Madrid terlalu polos dalam menghadapi sejumlah situasi, terutama ketika terjadi pelanggaran yang menurutnya layak menghasilkan kartu kuning.
Mourinho Soroti Sikap Pemain
Pelatih yang dijuluki “The Special One” menyampaikan pandangannya dalam konferensi pers seusai pertandingan. Ia membandingkan respons pemain Real Madrid dengan pemain Betis Balompié ketika menghadapi kontak fisik di lapangan.
Menurut Mourinho, pemain Betis Balompié lebih cerdik dalam menghadapi situasi pertandingan. Sebaliknya, ia menilai pemain Real Madrid cenderung langsung bangkit setelah menerima pelanggaran.
“Para pemain (Real) Betis Balompié dalam pengertian ini lebih cerdas daripada para pemain Real Madrid. Pemain Real Madrid itu polos dan naif”, ujar Mourinho.
Ia kemudian memberikan contoh dari awal pertandingan. Mourinho menilai wasit seharusnya memberikan kartu kuning, setelah seorang pemain Betis Balompié menendang Federico Valverde.
Tidak lama berselang, ia juga melihat pelanggaran terhadap Vinícius Júnior yang menurutnya layak mendapat hukuman serupa.
“Pada momen pertama dalam pertandingan, ada kartu kuning yang jelas untuk pemain yang menendang Valverde. Setelah satu menit berikutnya, kartu kuning lain untuk pemain yang melakukan pelanggaran penting terhadap Vinícius Júnior”, katanya.
Mourinho menilai sikap pemain Real Betis turut mendapat keuntungan dari dukungan suporter tuan rumah. Menurutnya, tekanan dari tribune membuat situasi pertandingan semakin menguntungkan Los Verdiblancos.
Mourinho Jelaskan Maksud “Naif”
Pernyataan Mourinho tentang pemain Madrid yang “naif” kemudian mendapat pertanyaan lanjutan dari wartawan. Ia ditanya apakah pengalaman dan daya saing skuad bisa meningkat di bawah arahannya.
Mourinho langsung meluruskan maksud pernyataannya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan para pemain karena seluruh anggota tim sudah memberikan usaha maksimal.
“Tidak… mungkin saya salah menjelaskan. Tim telah bekerja sangat keras, dan saya tidak punya apa pun untuk disalahkan kepada pemain mana pun. Mereka memberikan segala yang mereka miliki”, jelasnya.
Mourinho kemudian menjelaskan bahwa istilah “naif” lebih berkaitan dengan cara pemain menghadapi situasi tertentu selama pertandingan.
“Yang saya maksud dengan kata naif atau lugu adalah bahwa ada situasi-situasi jelas tertentu, seperti kartu kuning sederhana. Misalnya menginjak kaki, itu adalah kasus jelas yang layak mendapat kartu kuning”, tuturnya.
Valverde Jadi Contoh
Mourinho kembali menggunakan insiden Federico Valverde untuk menjelaskan maksudnya. Ia memuji kapten Real Madrid tersebut karena tetap berdiri meski mendapat injakan pada menit awal pertandingan.
“Pada menit pertama terjadi injakan pada kaki Federico Valverde, dan ia tetap berdiri di atas kakinya. Itu adalah hal yang membanggakan sebagai kapten Real Madrid. Itu adalah hal yang saya puji darinya”, kata Mourinho.
Namun, ia kemudian membandingkannya dengan sebuah insiden yang melibatkan pemain Real Betis di dekat bangku cadangan Real Madrid. Mourinho menilai pemain tersebut bereaksi berlebihan setelah terjatuh.
“Tetapi untuk memberimu contoh dari sisi lain, anak muda itu yang tergeletak dan tampak seolah-olah ia mati di depan bangku cadangan kami. Saya kira ambulans akan datang untuk membawanya, tetapi pada akhirnya tidak ada kebutuhan akan mobil ambulans!”, ucap Mourinho.
Mourinho Soroti Mentalitas Betis
Pelatih asal Portugal itu menilai perbedaan respons tersebut menjadi bagian dari dinamika pertandingan. Ia menganggap Madrid perlu lebih cermat menghadapi tim yang memiliki karakter permainan seperti Betis Balompié.
“Ketika kamu menjalani pertandingan melawan tim yang memiliki budaya semacam ini dan mentalitas ini, maka hal itu menjadi faktor yang merugikanmu”, pungkas Mourinho.
Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Mourinho sejak kembali menangani Real Madrid. Los Merengues juga gagal memanfaatkan sejumlah peluang dan akhirnya pulang dari Sevilla tanpa poin. (MR-02)






