Mataredaksi.com, BOGOR – Sejuknya udara pegunungan langsung menyapa begitu kaki menapaki Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, desa ini menjadi magnet baru bagi pecinta wisata alam.
Tak hanya menawarkan pemandangan hijau, Malasari memberikan pengalaman utuh: udara bersih, hamparan sawah terasering, hingga hutan rimbun yang masih terjaga.
Jalur trekking membuat pengunjung seolah diajak kembali ke masa ketika alam benar-benar menjadi tuan rumah. “Malasari itu bukan cuma tempat liburan, tapi tempat belajar mencintai alam”, ujar salah satu pengelola wisata lokal.
Pesona Desa Wisata
Desa Malasari bukan destinasi biasa. Warga setempat mengelola potensi wisata dengan pendekatan ramah lingkungan. Homestay sederhana tersedia bagi wisatawan yang ingin bermalam, lengkap dengan suguhan kuliner khas Sunda.
Dari keluarga, pelajar, hingga komunitas pecinta alam, Malasari bisa menjadi pilihan. Jalur sepeda, camping ground, hingga wisata edukasi membuat desa ini memiliki daya tarik luas.
Akses menuju Malasari kini lebih mudah ditempuh dari pusat Kota Bogor. Kondisi ini membuat wisatawan semakin tertarik berkunjung.
Tour Malasari Halimun Salak
Salah satu agenda yang mendongkrak pamor desa ini adalah Tour Malasari Halimun Salak (TMHS), ajang balap sepeda berskala nasional. Event tersebut tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga Bogor Barat.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menegaskan perhatian besar Bupati Rudy Susmanto pada pembangunan merata.
“Pak Bupati mempunyai komitmen tinggi untuk pembangunan yang merata. Beliau menggelar berbagai event untuk menggerakkan perekonomian sekaligus sektor pariwisata”, ujarnya, Sabtu (23/8/2025).
Olahraga Sekaligus Promosi Wisata
Ria menjelaskan bahwa TMHS tidak sebatas ajang olahraga. Kompetisi ini juga menjadi sarana strategis untuk mengenalkan pesona Bogor Barat.
“Melalui Tour Malasari Halimun Salak, semakin banyak masyarakat dari Bogor maupun luar daerah mengenal Malasari. Event ini sekaligus memperkenalkan objek wisata alam dan budaya di Bogor Barat”, tambahnya.
Surga Tersembunyi
Desa Malasari memang menyimpan daya tarik khas. Lanskap sawah terasering, curug yang indah, dan program ekowisata menjadi magnet utama. Tak hanya itu, desa ini juga memiliki nilai sejarah, termasuk pendopo pertama Bupati Bogor yang masih berdiri kokoh.
Peluang Ekonomi Warga
Ajang TMHS ikut membuka ruang ekonomi bagi masyarakat. Warga bisa mempromosikan kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk wisata khas Malasari. “Bagi masyarakat, event ini bisa dimanfaatkan untuk menampilkan produk lokal mereka”, jelas Ria.
Harapan Pemkab Bogor
Melalui TMHS, Pemkab Bogor menargetkan perekonomian warga Bogor Barat semakin bergairah. Lebih jauh, Malasari diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata unggulan kabupaten.
Akses menuju Malasari kini lebih mudah ditempuh dari pusat Kota Bogor. Karena itu, jumlah wisatawan yang datang terus meningkat.
Tour Malasari Halimun Salak
Salah satu agenda yang mendongkrak pamor desa ini adalah Tour Malasari Halimun Salak (TMHS), ajang balap sepeda berskala nasional. Selain menarik wisatawan, event tersebut ikut menggerakkan roda ekonomi warga Bogor Barat.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menegaskan perhatian besar Bupati Rudy Susmanto terhadap pembangunan merata.
Ia menambahkan, “Pak Bupati mempunyai komitmen tinggi untuk pembangunan yang merata. Beliau menggelar berbagai event untuk menggerakkan perekonomian sekaligus sektor pariwisata”, ujarnya, Sabtu (23/8/2025).
Olahraga Sekaligus Promosi Wisata
Lebih jauh, Ria menjelaskan bahwa TMHS tidak sebatas ajang olahraga. Kompetisi ini juga menjadi sarana strategis untuk mengenalkan pesona Bogor Barat.
Ia menekankan, “Melalui Tour Malasari Halimun Salak, semakin banyak masyarakat dari Bogor maupun luar daerah mengenal Malasari. Event ini sekaligus memperkenalkan objek wisata alam dan budaya di Bogor Barat”.
Surga Tersembunyi
Desa Malasari memang menyimpan daya tarik khas. Lanskap sawah terasering, curug indah, dan program ekowisata menjadi magnet utama. Tak hanya itu, desa ini juga memiliki nilai sejarah, termasuk pendopo pertama Bupati Bogor yang masih berdiri kokoh.
Peluang Ekonomi Warga
Sementara itu, ajang TMHS ikut membuka ruang ekonomi bagi masyarakat. Warga bisa mempromosikan kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk wisata khas Malasari. Ria menambahkan, “Bagi masyarakat, event ini bisa dimanfaatkan untuk menampilkan produk lokal mereka”.
Harapan Pemkab Bogor
Akhirnya, melalui TMHS, Pemkab Bogor menargetkan perekonomian warga Bogor Barat semakin bergairah. Selain itu, Malasari diharapkan tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan kabupaten. (MR-01)






