Misbakhun Dorong Penguatan Kredibilitas Pasar Modal Nasional

Pernyataan - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan keterangan terkait rebalancing indeks MSCI di Jakarta, Senin (18/5/2026). Misbakhun meminta seluruh pelaku pasar menjadikan evaluasi MSCI sebagai momentum memperkuat transparansi, tata kelola, dan kredibilitas pasar modal Indonesia. (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, BOGOR – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta pelaku pasar memanfaatkan rebalancing indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai momentum memperkuat kualitas pasar modal Indonesia.

Misbakhun menilai pasar modal nasional harus meningkatkan transparansi, integritas, dan kualitas tata kelola agar investor global semakin percaya terhadap Indonesia. Ia menyampaikan pandangan tersebut melalui keterangan tertulis di Jakarta dilansir Mataredaksi, Senin (18/5/2026).

Misbakhun Ingatkan Investor Tetap Tenang

Misbakhun meminta investor tidak bereaksi berlebihan terhadap keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI. Ia menilai tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih banyak muncul akibat penyesuaian portofolio jangka pendek.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak mencerminkan pelemahan ekonomi nasional. “Pasar modal yang kuat tidak lahir dari euforia kenaikan indeks semata, tetapi dari kredibilitas sistem, kualitas tata kelola, dan kepercayaan investor”, ujar Misbakhun.

Perkuat Investor Domestik

Ia menegaskan pasar modal Indonesia masih memiliki prospek jangka panjang yang kuat. Itu sebab, Misbakhun juga meminta pemerintah dan regulator memperbesar peran investor domestik.

Ia menilai langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pasar terhadap aliran modal asing jangka pendek. Selain itu, ia meminta regulator terus meningkatkan kualitas emiten dan memperdalam pasar keuangan nasional.

“Investor harus melihat situasi ini dalam perspektif jangka panjang. Pasar Indonesia tetap memiliki prospek baik selama reformasi struktural berjalan konsisten”, katanya.

Regulator Diminta Benahi Pasar

Misbakhun menegaskan Indonesia harus menjaga status emerging market melalui perbaikan kualitas pasar secara konsisten. Ia meminta Bursa Efek Indonesia (BEI), regulator, dan emiten segera memperbaiki kualitas free float, transparansi kepemilikan saham, likuiditas perdagangan, serta tata kelola perusahaan.

Menurutnya, langkah tersebut akan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global. “Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Sekarang kita harus memastikan kualitas pasar tumbuh setara dengan potensi ekonomi nasional”, tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pelaku pasar agar mengikuti standar internasional supaya investor global semakin yakin terhadap pasar modal Indonesia. “Kalau ingin pasar modal Indonesia dipercaya dunia internasional, maka kita harus siap mengikuti standar global”, tandas Misbakhun. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *