Pasar Hewan Jonggol Diperkuat, Tata Niaga Peternakan di Kabupaten Bogor Makin Terarah

Meninjau Pasar Hewan – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Nurhayati, saat meninjau aktivitas di Pasar Hewan Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (25/8/2026). Kehadiran pasar tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor memperkuat tata niaga peternakan sekaligus memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha. (Sumber foto: Dok. Humas Pemkab Bogor/Mataredaksi)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat sektor peternakan. Salah satu langkahnya ialah menyediakan sarana perdagangan ternak yang lebih representatif.

Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor menjalankan penguatan tersebut. Pemkab Bogor menyiapkan fasilitas itu untuk mendukung aktivitas peternak dan pelaku usaha.

Salah satu upaya tersebut hadir melalui Pasar Hewan Bogor di Kecamatan Jonggol. Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor menargetkan pasar itu dapat meningkatkan produktivitas peternak. Selain itu, fasilitas tersebut membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat tata niaga peternakan.

Kepala Diskanak Kabupaten Bogor, Nurhayati, mengatakan pasar tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah. Menurutnya, fasilitas perdagangan ternak dapat membantu peternak dan pelaku usaha menjalankan aktivitas secara lebih efektif.

“Pasar Hewan Bogor ini dibangun untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi tata niaga, dan akses pasar bagi para peternak serta pelaku usaha peternakan. Dengan fasilitas yang lebih representatif, kami berharap aktivitas perdagangan ternak dapat berjalan semakin baik dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat”, ujar Nurhayati.

Fasilitas Lengkap Dukung Perdagangan

Nurhayati menjelaskan, Pasar Hewan Jonggol memiliki sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya ruang transaksi, kandang ternak, ruang pemeriksaan kesehatan hewan, serta hotel hewan sebagai tempat penitipan ternak.

Selain itu, pasar tersebut memiliki jadwal operasional yang rutin. Pedagang dan pembeli dapat melakukan transaksi setiap Senin dan Kamis.

Dalam setiap kegiatan perdagangan, pasar ini memiliki kapasitas sekitar 500–700 ekor sapi dan kerbau. Sementara itu, kapasitas untuk kambing dan domba mencapai sekitar 200–250 ekor.

Saat ini, sekitar 70 pedagang menjalankan aktivitas di pasar tersebut. Mereka berasal dari Kabupaten Bogor maupun berbagai daerah lainnya.

Dengan kapasitas tersebut, Pasar Hewan Jonggol memiliki peran strategis. Fasilitas ini mempertemukan peternak, pedagang, dan pembeli dalam satu pusat transaksi.

Utamakan Kesehatan Hewan

Selain menyediakan ruang transaksi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada aspek kesehatan hewan. Pasar Jonggol memiliki ruang khusus untuk memeriksa kondisi ternak sebelum proses perdagangan berlangsung.

Menurut Nurhayati, fasilitas tersebut membantu pemerintah menjaga tata kelola perdagangan ternak. Pemeriksaan kesehatan juga mendukung transaksi yang lebih tertib dan aman.

Dengan demikian, aktivitas jual beli tidak hanya mengejar kelancaran perdagangan. Para pelaku usaha juga dapat memperhatikan ketentuan kesehatan hewan dalam setiap transaksi.

“Selain menjadi tempat transaksi, pasar ini juga memiliki fasilitas pemeriksaan kesehatan hewan. Ini penting untuk mendukung perdagangan ternak yang lebih tertib, aman, dan memenuhi aspek kesehatan hewan”, jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor membangun Pasar Hewan Bogor, di Kecamatan Jonggol, sebagai tindak lanjut Keputusan Bupati Bogor tentang Penetapan Pekerjaan Strategis Kabupaten Bogor Tahun 2026.

Selanjutnya, Nurhayati berharap penguatan infrastruktur peternakan tersebut memberi kemudahan bagi pedagang dan pembeli. Pemerintah daerah juga ingin membangun rantai tata niaga yang lebih baik.

Dengan tata niaga yang semakin kuat, pemerintah daerah menargetkan komoditas peternakan Kabupaten Bogor memiliki daya saing lebih tinggi. Dampaknya pun dapat menjangkau pelaku perdagangan serta masyarakat yang menggantungkan usaha pada sektor peternakan.

“Harapannya, pasar ini dapat menjadi salah satu simpul perdagangan ternak di Kabupaten Bogor yang mampu mempertemukan peternak, pedagang, dan konsumen dengan sistem perdagangan yang lebih baik. Pada akhirnya, ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha peternakan”, tandasnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *