Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Turki harus menelan kekalahan telak 1-4 dari Italia pada laga kedua Phase League A Grup A1 UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027, di Atatürk Spor Kompleksi Matlı Stadyumu, Bursa, Selasa (29/9/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat tekanan terhadap pelatih tim berjuluk Ay-Yıldızlılar (“The Crescent-Stars”), Vincenzo Montella kembali mengemuka setelah timnya gagal memberikan perlawanan sepanjang babak pertama.
Italia langsung mengambil kendali permainan dan mencetak tiga gol sebelum turun minum melalui Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, dan Michael Kayode. Turki memang sempat memperkecil ketertinggalan lewat Barış Alper Yılmaz setelah jeda.
Namun, gol gelandang sayap untuk klub Süper Lig, Galatasaray tersebut belum cukup mengubah jalannya pertandingan karena Francesco Pio Esposito kemudian memastikan kemenangan Gli Azzurri dengan skor 4-1.
Kekalahan The Crescent-Stars tersebut juga memunculkan reaksi keras dari sebagian suporter Turki yang hadir di Bursa. Teriakan yang meminta Montella mundur bahkan terdengar sebelum pertandingan berakhir.
Montella Soroti Babak Pertama
Pelatih asal Italia itu mengaku tidak menduga respons tersebut datang begitu cepat. Montella menilai 30 menit pertama menjadi periode yang harus segera dilupakan.
Menurutnya, Turki belum memiliki pengalaman dan fokus yang cukup untuk menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi dalam jadwal padat. “Setengah jam pertama tentu saja salah satu yang harus dilupakan”, kata Vincenzo Montella kepada Sky Sport Italia dilansir Mataredaksi.
Lebih lanjut, Montella menjelaskan bahwa jadwal pertandingan setiap tiga hari menuntut kesiapan mental dan pengalaman tertentu. Ia mengakui skuad Turki masih perlu meningkatkan kemampuan tersebut.
“Bermain setiap tiga hari di level ini membutuhkan fokus dan pengalaman tertentu yang saat ini kurang. Kami berada di Liga Bangsa-Bangsa dua tahun lalu, memenangkan Liga Bangsa-Bangsa B terakhir kali, jadi kami menunjukkan bahwa kami jelas perlu meningkatkan dalam aspek ini”, ujarnya.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut juga menekankan pentingnya pemulihan mental dan fisik dalam waktu singkat. Menurut Montella, para pemain membutuhkan waktu untuk mempelajari proses tersebut.
“Ini membutuhkan pengaturan ulang mental dan fisik setiap beberapa hari, dan itu bukan hal yang mudah untuk dipelajari dengan cepat”, katanya.
Turki Kehilangan Koordinasi
Ketika mendapat pertanyaan mengenai penyebab buruknya permainan Turki pada babak pertama, Montella menyoroti pendekatan awal timnya. Ia menilai Italia lebih siap secara mental sehingga para pemain Turki kesulitan menjaga koordinasi permainan.
“Tentu saja dalam pendekatan awal, mereka lebih siap secara mental. Kami tidak terkoordinasi, jadi kami berlari lebih banyak dan kehilangan kepercayaan”, tutur Montella.
Tiga gol Italia sebelum turun minum memperlihatkan masalah tersebut. Gli Azzurri memanfaatkan kesulitan tuan rumah menjaga organisasi permainan dan membangun keunggulan yang sulit dikejar.
Turki sebenarnya mencoba bangkit setelah jeda. Barış Alper Yılmaz memperkecil skor dan kemudian mencetak gol lainnya. Namun, wasit menganulir gol kedua tersebut karena offside sehingga momentum kebangkitan tuan rumah kembali terhenti.
Montella Tak Menduga Reaksi Suporter
Tekanan terhadap Montella tidak hanya muncul dari jalannya pertandingan. Sebelum babak pertama berakhir, sebagian penonton di Bursa sudah melancarkan nyanyian yang meminta pelatih tersebut mengundurkan diri. Teriakan serupa juga mengarah kepada kepala Federasi Sepak Bola Turki, İbrahim Hacıosmanoğlu.
Montella mengaku kecewa karena para suporter juga mencemooh pemain setelah Italia mencetak gol pertama. Menurutnya, para pemain tidak pantas menerima perlakuan tersebut setelah perjalanan yang mereka lalui dalam beberapa tahun terakhir.
“Mereka juga mencemooh para pemain setelah gol pertama, yang tidak pantas mendapatkannya. Suasananya luar biasa sebelum pertandingan, saya benar-benar tidak mengharapkan reaksi begitu cepat setelah semua yang telah dilakukan para pemain ini dalam tiga tahun terakhir”, ujar Montella. (MR-01)






