Hiljemark Kritik Pisa SC: “Tertidur di Momen Kritis, AC Milan Manfaatkan Kesalahan”

Beri Semangat - Manajer Oscar Hiljemark bereaksi memberi semangat anak asuhnya saat Pisa SC kalah 1-2 dari AC Milan pada laga pekan ke-24 Serie A Italia 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB di Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. Hiljemark menyoroti perlunya transisi cepat dan disiplin tim untuk menghadapi lawan top. (Sumber foto: X/@footballitalia)

Mataredaksi.com, BOGOR – Manajer Oscar Hiljemark mengakui bahwa Pisa Sporting Club membayar mahal karena “tertidur dalam dua situasi” saat kalah 1-2 dari AC Milan pada laga pekan ke-24 Serie A Italia 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB di kandang.

Pelatih asal Swedia ini baru melakukan debut pekan lalu dengan hasil imbang 0-0 melawan Hellas Verona. Meski belum meraih kemenangan, Hiljemark menilai perkembangan tim positif dan melihat skuad menunjukkan semangat juang tinggi, disiplin, serta fokus menghadapi tim papan atas.

Kronologi Gol dan Tekanan Pertandingan

Milan menekan sejak menit pertama, membuat Pisa SC kesulitan membangun serangan dari belakang. Beberapa kali kiper dan bek harus melakukan penyelamatan krusial. Ruben Loftus-Cheek membuka skor dengan sundulan bebas, sementara Niclas Füllkrug gagal memaksimalkan penalti.

Felipe Loyola kemudian menyamakan kedudukan, memanfaatkan serangan cepat yang mengejutkan pertahanan Il Diavolo Rosso (Setan Merah). Penonton memberikan dukungan penuh, menambah motivasi tim tuan rumah.

https://www.cooperativa.cl/noticias/site/artic/20260213/imag/foto_0000000220260213190054.pngGol Perdana –Felipe Loyola (kanan) merayakan gol pertamanya di Serie A Italia, meski Pisa SC kalah 1-2 dari AC Milan, di Arena Garibaldi Stadio Romeo Anconetani pada pekan ke-24, Sabtu (14/2/2026). (Sumber foto: Getty Images)

Loyola hampir mencetak gol kedua sebelum Modrić memutuskan laga dengan tendangan menit akhir, hasil kerja sama dengan Samuele Ricci. Pertandingan juga diwarnai kartu merah Adrien Rabiot, yang menambah tekanan psikologis bagi Pisa SC. Hiljemark menilai pengalaman dan kualitas individu lawan menjadi pembeda di momen krusial.

Analisis Taktik Hiljemark

“Secara taktis, kami bermain baik, tetapi tertidur dalam dua situasi, dan melawan tim seperti AC Milan, Anda akan membayar untuk itu”, ujar Hiljemark kepada DAZN Italia dilansir Mataredaksi usai pertandingan yang dimainkan di Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani.

Ia menambahkan, “Kami sedikit menderita di babak pertama, tetapi tampil lebih baik setelah istirahat. Ketika skor 1-1, permainan kami positif, jadi kekalahan 2-1 terasa berat. Tim ini memiliki kualitas, tetapi harus menjaga fokus lebih lama, memperkuat transisi cepat, dan memanfaatkan setiap peluang”.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2026/02/Zachary-Athekame-cross.jpgBereaksi – Zachary Athekame bek kanan AC Milan beraksi selama pertandingan Serie A melawan Pisa SC di Arena Garibaldi Stadio Romeo Anconetani pada pekan ke-24, Sabtu (14/2/2026). (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)

Transisi Positif dan Pembelajaran Pemain Muda

Hiljemark menekankan pentingnya transisi positif dalam permainan Pisa SC. “Milan suka menguasai bola, jadi setiap kali kami memenangkan bola, kami harus bergerak cepat. Babak kedua memang lebih baik, tetapi masih ada ruang untuk meningkat, terutama dalam menahan serangan balik lawan. Para pemain muda menunjukkan keberanian dan belajar banyak dari pengalaman menghadapi tim top”, ujarnya.

Fokus ke Laga Berikutnya

Musim ini Pisa SC baru meraih satu kemenangan, melawan Unione Sportiva Cremonese, dan tetap berada di papan bawah. Meski begitu, tim menunjukkan perkembangan, termasuk menahan AC Milan imbang 2-2 di Giuseppe Meazza, San Siro sebelumnya.

Hiljemark menambahkan, “Sekarang fokus saya ada pada pertandingan berikutnya. Ada jalan panjang ke depan, tetapi saya melihat tim yang ingin bermain, disiplin, dan bisa mengandalkan para penggemar. Ketahanan mental, semangat juang, dan kerja sama tim adalah kunci untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan berikutnya”. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *