Kapolda Jabar Instruksikan Evakuasi Korban Tambang Pongkor Dilanjutkan

BERJABATAN TANGAN – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan (kanan) bersalaman dengan keluarga korban saat menyampaikan belasungkawa di Markas Komando Polsek Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (22/1/2026). Kapolda menegaskan komitmen Polri untuk mendukung proses evakuasi korban kepulan gas CO di lubang tambang emas PT Antam UBPE Pongkor yang dilanjutkan oleh tim SAR gabungan secara aman dan bertahap. (Sumber foto: ISTIMEWA)

Mataredaksi.com, BOGOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan duka cita kepada keluarga korban meninggal dunia akibat kepulan gas karbon monoksida (CO) di lubang tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Kapolda Rudi Setiawan menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan keluarga korban pada Kamis (22/1/2026). Peristiwa tragis ini diduga terjadi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026.

Sebelas Korban Meninggal Dunia

Kapolda Jawa Barat mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 11 orang. Dua korban berasal dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, enam warga Kecamatan Cigudeg, dan tiga warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Pihak keluarga telah memakamkan seluruh korban. “Korban meninggal berjumlah 11 orang dan seluruhnya sudah dimakamkan”, ujar Irjen Pol Rudi Setiawan.

Evakuasi Masih Berlangsung

Kapolda menegaskan proses evakuasi masih berlanjut. Ia mengingatkan jumlah korban bisa bertambah karena beberapa warga masih melaporkan kehilangan anggota keluarga. “Kami menerima laporan warga yang masih kehilangan keluarganya”, kata Rudi Setiawan.

Tim Rescue PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, serta unsur terkait terus melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Kendala Gas Karbon Monoksida

Kapolda meminta doa dari keluarga korban agar kadar gas karbon monoksida di dalam lubang tambang segera menurun karena kadar gas karbon monoksida di dalam lubang tambang masih tinggi. Kondisi tersebut menghambat tim SAR untuk masuk ke area terdalam.

Ia menyebut konsentrasi gas karbon monoksida (CO) di kedalaman 500 hingga 700 meter masih berada di atas batas aman 200 part per million (PPM), sehingga menyulitkan tim SAR untuk masuk dan melanjutkan evakuasi.

“Evakuasi ini merupakan operasi kemanusiaan. Kami belum bisa memastikan apakah korban yang masih hilang berada di lubang yang sama atau di lubang lainnya,” terangnya.

Bantuan untuk Keluarga Korban

Selain memantau evakuasi, Kapolda Jawa Barat bersama jajaran Polres Bogor menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 11 keluarga korban meninggal dunia.

Rudi Setiawan menyampaikan belasungkawa mendalam dan berharap kadar gas karbon monoksida segera menurun agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman. “Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam. Kami berharap tim dapat melanjutkan proses evakuasi secara aman”, tambah Rudi Setiawan. (MR-07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *