Bogor  

Pemkab Bogor Kembangkan Budidaya Ikan Endemik untuk Cegah Kepunahan

Pelestarian Lingkungan

Benih Ikan Endemik – Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika (tengah), didampingi Kepala Disnakkan Kabupaten Bogor, Nurhayati (kanan), dan Kepala Bidang Perikanan (kiri), menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Titik Nol Telaga Saat, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). Pada kegiatan tersebut, Pemkab Bogor menebarkan benih ikan endemik untuk mendukung pelestarian ekosistem Sungai Ciliwung. (Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat upaya pelestarian ikan endemik dengan mengembangkan program budidaya dan pembenihan di wilayah hulu Sungai Ciliwung. Program ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah penurunan populasi sejumlah spesies lokal.

Pemkab Bogor juga mendorong kolaborasi dengan peneliti, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan budidaya air tawar, teknik perbenihan, pengelolaan kesehatan ikan, serta perlindungan habitat alami.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bogor, H. Rohman, mengatakan komitmen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung di Titik Nol Telaga Saat pada 5 Juni 2026.

Dalam kegiatan itu, Pemkab Bogor menebarkan 10.000 indukan dan benih ikan yang berasal dari spesies lokal. Jenis ikan yang ditebar meliputi baung, nilem, tawes, dan belida yang dinilai sesuai dengan karakteristik habitat setempat.

“Kami memilih jenis ikan yang sesuai dengan ekosistem lokal agar tidak mengganggu keseimbangan lingkungan yang sudah ada”, ujar Rohman, Senin (8/6/2026).

Kolaborasi Lindungi Habitat Lokal

Rohman menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memimpin berbagai kegiatan konservasi pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. DLH menanam pohon, melepas burung ke habitatnya, dan menebar eco-enzyme di kawasan Telaga Saat.

Sementara itu, Bidang Perikanan menyediakan benih ikan lokal. Tim juga memilih spesies yang sesuai dengan kondisi perairan setempat.

Iqbal Mujadid dan Dedi Kurniawan sebelumnya mengingatkan pemerintah agar tidak memasukkan spesies asing ke Telaga Saat.

Mereka menilai spesies invasif dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengancam keberadaan ikan endemik.

Ciliwung Kehilangan Banyak Ikan Endemik

Rohman menyambut baik masukan tersebut. Ia juga membuka peluang kerja sama lebih luas dalam pengembangan budidaya ikan air tawar maupun pembenihan spesies endemik.

“Kami berterima kasih atas masukan dari para peneliti dan FK3I. Ke depan, kami ingin memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan pembenihan ikan endemik sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem perairan di Kabupaten Bogor”, katanya.

Upaya pelestarian itu menjadi semakin penting mengingat kondisi Sungai Ciliwung yang terus menghadapi tekanan lingkungan. Sungai sepanjang sekitar 120 kilometer tersebut mengalir dari kawasan hulu di Bogor hingga Teluk Jakarta dan menjadi sumber air bagi jutaan penduduk.

Penelitian yang dilakukan Iqbal Mujadid sepanjang 2023–2024 menunjukkan keanekaragaman hayati Sungai Ciliwung mengalami penurunan signifikan setelah puluhan tahun menghadapi degradasi lingkungan.

Ia melakukan pengamatan pada 18 stasiun penelitian di sepanjang sembilan kilometer aliran sungai. Penelitian itu menemukan populasi beberapa ikan endemik berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah konservasi yang lebih serius.

Karena itu, temuan tersebut menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat upaya pelestarian dari hulu hingga hilir demi menjaga keberlangsungan ekosistem Sungai Ciliwung. (MR-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *