Mataredaksi.com, BOGOR – Malam di Kampung Jembatan Pari mendadak berubah mencekam. Kobaran api tiba-tiba membesar dan melalap sebuah rumah yang juga digunakan sebagai tempat reparasi televisi di RT 01/RW 03, No. 22, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 22.55 WIB.
Api berwarna merah menyala terang menembus gelapnya malam. Warga yang melihat kejadian itu langsung panik dan berhamburan keluar rumah.
Ledakan dari Lantai Bawah Picu Kebakaran
Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara ledakan sebelum api membesar. Sumber api diduga berasal dari ruang reparasi televisi yang berada di lantai bawah bangunan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa api muncul dari tumpukan barang di area tersebut.
“Api pertama kali muncul dari tumpukan televisi dan styrofoam di lantai basement. Warga mendengar ledakan, lalu mengecek dan mendapati api sudah membesar”, ujarnya, Sabtu (11/4/2026). Ia menduga korsleting listrik memicu kebakaran tersebut.
Warga Berjibaku Padamkan Api
Sebelum petugas datang, warga langsung bergerak cepat. Mereka bahu membahu menyiram api menggunakan ember berisi air.
Namun, besarnya kobaran membuat upaya manual itu tidak mampu mengendalikan api. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran.
Petugas Padamkan Api dalam Dua Jam
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Mereka mengerahkan dua unit armada, dibantu satu unit dari Kota Bogor.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 23.17 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Setelah berjibaku hampir dua jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api. “Proses pemadaman berjalan lancar. Penanganan selesai sekitar pukul 01.00 WIB”, kata Yudi.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski kebakaran menghanguskan bangunan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya salah warga mengalami luka bakar ketika menyelamatkan benda berharaga. Namun, kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Petugas Cegah Api Merembet ke Permukiman
Api yang cepat membesar sempat mengancam rumah warga di sekitarnya. Jarak bangunan yang berdekatan membuat kobaran berpotensi merembet ke permukiman padat.
Ketua RW 03, Kampung Jembatan Pari, Sarta Wijaya, mengungkapkan kekhawatiran warga saat kejadian berlangsung. Ia menilai situasi bisa jauh lebih buruk jika petugas datang terlambat.
“Untung petugas damkar segera tiba dan langsung memadamkan kobaran api. Kalau tidak, kebakaran bisa meluas ke rumah warga lainnya”, ujarnya.
Respons cepat petugas menjadi faktor kunci dalam mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian. Adapun rumah yang terdmpak dari peristiwa kebakaran tersebut adalah, rumah seorang janda, Sumarni, Abdul Rouf, Oktavian dan Mustofa (pengontrak). (MR-02)






