Mataredaksi.com, BOGOR – Pengurus Daerah (PD) Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam memberantas judi online atau judol.
Organisasi massa Islam tersebut juga siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melawan praktik judol yang semakin meresahkan masyarakat. Dukungan itu diberikan demi menjaga moral warga, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta melindungi masa depan generasi muda.
Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor, KH Abdul Azis Sarnata, M.E., M.Pd., angkat bicara. Menurutnya, judi online bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Bahkan, praktik terlarang ini telah menjelma menjadi ancaman sosial yang nyata.
Akibatnya, dampak buruk penyakit masyarakat (pekat) tersebut karena sifatnya yang adiktif, memicu masalah ekonomi, keretakan rumah tangga, hingga dan memicu berbagai tindak kriminal.
“Kami mengapresiasi keberanian dan komitmen Bupati Bogor. Beliau secara terbuka menyatakan perang terhadap judi online. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat wajib mendukung langkah ini”, ujar Azis Sarnata dalam keterangan yang diterima Mataredaksi, Selasa (7/7/2026).
Ia menilai penegakan hukum saja tidak cukup. Dengan demikian, pemberantasan judi online butuh gerakan bersama. Upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter, pembinaan keagamaan, serta literasi digital.
Benteng Keluarga Hadapi Perjudian Digital
Sebagai organisasi Islam, Mathla’ul Anwar fokus pada pendidikan, dakwah, dan sosial. Oleh karena itu, mereka menilai keluarga adalah benteng utama. Lingkungan terkecil ini harus mencegah masyarakat terjerumus ke dalam judi online.
Terkait hal tersebut, PD Mathla’ul Anwar Bogor mengajak seluruh jajarannya bergerak. Mereka merangkul pengelola madrasah, guru, majelis taklim, tokoh agama, hingga orang tua. Jadi, semua pihak harus aktif mengedukasi bahaya perjudian digital.
Pihak organisasi juga memperluas gerakan pencegahan ini. Selain itu, sekolah, madrasah, masjid, dan ruang publik kini menjadi pusat pembinaan. Melalui cara ini, masyarakat bisa memahami risiko kecanduan judi daring dengan lebih baik.
Manfaatkan Teknologi untuk Hal Positif
Azis menambahkan bahwa teknologi digital sejatinya membawa banyak manfaat. Sebagai contoh, gadget dan internet bisa mendukung pendidikan, ekonomi umat, serta syiar kebaikan. Namun, judi online justru merusak masa depan keluarga.
“Teknologi harus membangun peradaban, bukan menghancurkan generasi. Oleh karena itu, edukasi nilai agama wajib berjalan bersama penegakan hukum”, tegasnya.
Edukasi tersebut tidak hanya membahas kerugian finansial. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami dampak psikologis akibat judi online. Banyak korban awalnya tergiur janji keuntungan cepat. Namun alih-alih kaya, mereka justru terlilit utang, stres, hingga memicu konflik keluarga.
Oleh sebab itu, Mathla’ul Anwar meminta orang tua memperkuat pendampingan anak dan remaja. Komunikasi terbuka sangat penting dalam hal ini. Tujuannya agar anak tidak mudah tergoda promosi judi di media sosial atau game online.
Tentu saja, pengawasan yang baik bukan berarti mengekang anak. Sebaliknya, orang tua justru harus mengarahkan penggunaan internet secara bijak. Kemudian, manfaatkan teknologi untuk belajar dan mengasih keterampilan positif.
Sinergi Bersama Pemerintah Kabupaten Bogor
Selanjutnya, PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor menyatakan siap bersinergi dengan banyak pihak. Mereka akan bekerja sama dengan Pemkab Bogor, aparat hukum, sekolah, dan ormas.
Kolaborasi ini mewujud dalam program sosialisasi, edukasi, dan pembinaan. Dengan begitu, gerakan pencegahan judi online bisa menyentuh level keluarga dan lingkungan warga.
Azis menegaskan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Maka dari itu, semua unsur masyarakat harus mengambil peran sesuai bidangnya masing-masing. Langkah bersama ini membuat upaya pencegahan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, Mathla’ul Anwar siap menjadi motor penggerak. Mereka ingin membangun masyarakat yang beriman dan cakap menghadapi era digital.
“Kami mengajak semua elemen mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor. Mari wujudkan Kabupaten Bogor yang Maju, Sejahtera, Istimewa, dan Gemilang Berlandaskan Iman dan Takwa”, tutupnya. (MR-01)









