Mataredaksi.com, BOGOR – FC Inter Milan Women harus mengakhiri perjalanan mereka di Coppa Italia Women 2025/2026, setelah kalah 1-2 dari AS Roma Women pada leg kedua semifinal, di Stadio Arena Civica Gianni Brera, Minggu (29/3/2026) malam WIB.
Hasil ini memastikan AS Roma melaju ke partai final dengan agregat 3-2, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada leg pertama. Bagi Inter, kekalahan ini terasa menyakitkan karena mereka tampil dominan dalam banyak fase pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan peluang.
Roma Efektif, Inter Kehilangan Momentum
Sejak menit awal, Inter langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka berusaha mengontrol permainan melalui penguasaan bola di lini tengah, dengan Lina Magull menjadi motor serangan.
Peluang pertama hadir pada menit ketujuh. Magull mengirim umpan terukur ke arah Marie Detruyer yang bergerak di sisi kanan. Namun, kiper AS Roma, Olivie Lukášová, dengan sigap keluar dari sarangnya untuk menutup ruang dan menggagalkan peluang tersebut.
Inter terus menekan dengan intensitas tinggi, tetapi Roma tampil disiplin dan sabar menunggu kesempatan. Pendekatan ini terbukti efektif ketika mereka mampu mencuri keunggulan pada menit ke-25.
Manuela Giugliano mencetak gol pembuka lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat membentur mistar sebelum masuk ke gawang, membuat Cecilía Rán Rúnarsdóttir tak berdaya.
Gol tersebut menjadi titik balik Le Nerazzurre (Si Hitam-Biru) – julukan Inter Milan Women – yang sebelumnya dominan mulai kehilangan momentum, sementara Roma tampil lebih percaya diri.
Dua Gol Cepat Roma Ubah Arah Laga
Hanya lima menit berselang, AS Roma kembali menghukum kelengahan Inter. Evelyne Viens sukses memanfaatkan umpan terobosan Giugliano dan menuntaskannya dengan penyelesaian tenang di dalam kotak penalti.
Keunggulan 2-0 membuat i Giallorossi (Si Kuing-Merah) – julukan AS Roma Women – semakin nyaman. Mereka tidak lagi terburu-buru dalam menyerang dan lebih fokus menjaga organisasi permainan.
Di sisi lain, Inter berusaha merespons dengan meningkatkan tempo. Pasukan ‘Si Hitam-Biru’ mengandalkan umpan silang dan tembakan jarak jauh untuk menembus pertahanan AS Roma.
Elisa Polli hampir memperkecil ketertinggalan melalui sundulan jarak dekat. Namun, Lukášová kembali menjadi penyelamat dengan refleks cepat yang menggagalkan peluang emas tersebut.
Menjelang akhir babak pertama, Inter Milan terus menggempur, tetapi tidak mampu mengubah skor. AS Roma menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-0.
Momentum dan Efisiensi Jadi Pembeda
Dominasi Inter sepanjang babak pertama tidak sepenuhnya tercermin dalam skor. Mereka unggul dalam penguasaan bola dan lebih sering menciptakan peluang, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
Sebaliknya, skuad ‘Si Kuing-Merah’ tampil lebih efisien. Mereka mampu memanfaatkan ruang yang terbatas dan mengonversi peluang menjadi gol. Dua momen krusial di babak pertama langsung berbuah keunggulan yang mengubah arah pertandingan.
Perbedaan pendekatan ini terlihat jelas. Inter mengandalkan tekanan berkelanjutan dan volume serangan, sementara Roma bermain lebih pragmatis dengan organisasi pertahanan yang rapi serta transisi cepat saat merebut bola.
Kondisi tersebut membuat Inter harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan, sekaligus membuka celah bagi Roma untuk tetap berbahaya melalui serangan balik.
Inter Bangkit, Peluang Demi Peluang Tercipta
Memasuki babak kedua, Inter Milan melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Karólína Le Vilhjálmsdóttir dan Haley Bugeja untuk menambah daya gedor.
Perubahan ini langsung memberikan dampak positif. Inter tampil lebih agresif dan mampu menciptakan tekanan beruntun ke pertahanan AS Roma.
Pada menit ke-48, Inter mendapatkan dua peluang emas dalam waktu singkat. Sundulan Polli hampir berbuah gol sebelum disapu di garis gawang, sementara percobaan berikutnya melambung tipis di atas mistar.
Roma tetap berbahaya lewat serangan balik cepat. Giulia Dragoni beberapa kali membawa bola ke area berbahaya dan memaksa lini belakang Inter bekerja ekstra keras.
Peluang terbaik Inter datang pada menit ke-57. Bugeja berhasil lolos dari kawalan dan berhadapan langsung dengan Lukášová. Namun, tembakannya hanya membentur tiang gawang, membuat peluang tersebut terbuang sia-sia.
Tekanan Tanpa Hasil, Roma Tetap Solid
Seiring berjalannya waktu, Inter semakin meningkatkan intensitas serangan. Mereka mendominasi penguasaan bola dan terus mencari celah di lini belakang Roma.
Beberapa situasi kemelut terjadi di dalam kotak penalti Roma. Namun, koordinasi lini belakang Giallorosse tetap solid dalam menghalau bola-bola berbahaya.
Roma sesekali mencoba keluar menyerang melalui skema serangan balik. Meski tidak banyak menciptakan peluang bersih, mereka mampu menjaga ritme permainan tetap stabil.
Pelatih Inter kemudian memasukkan sejumlah pemain segar untuk menjaga tekanan tetap tinggi di sisa waktu pertandingan.
Gol Telat dan Harapan yang Sirna
Inter akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90 melalui tendangan bebas spektakuler Karólína Le Vilhjálmsdóttir. Sepakannya dari luar kotak penalti meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau Lukášová.
Gol tersebut membangkitkan harapan Inter untuk menyamakan kedudukan. Mereka langsung mendorong seluruh pemain ke depan dan meningkatkan tekanan di menit-menit akhir.
Namun, Roma menunjukkan kedewasaan dalam mengelola permainan. Mereka mampu menjaga organisasi tim dan mengulur waktu secara efektif tanpa kehilangan fokus.
Hingga peluit akhir berbunyi, skor 2-1 tetap bertahan. AS Roma memastikan langkah ke final Coppa Italia Women 2025/2026, sementara Inter harus mengubur mimpi mereka di babak semifinal. (MR-01)






