Trump Restui Iran Tampil di Piala Dunia 2026, FIFA Pastikan Tetap Bermain di AS

Pernyataan - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara kepada wartawan di Oval Office, Gedung Putih, saat menyatakan dukungannya terhadap keputusan FIFA yang memastikan Iran tetap tampil di Piala Dunia FIFA 2026, di Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026) dini hari WIB. Trump merespons pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang lebih dulu memastikan Iran tetap tampil di turnamen tersebut. (Sumber foto: Alex Brandon/AP)

Pernyataan Trump Perkuat Sikap FIFA

Mataredaksi.com, BOGOR – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak keberatan dengan keikutsertaan Iran di Piala Dunia FIFA 2026. Ia menyampaikan hal itu kepada wartawan di Oval Office, Gedung Putih, Jumat (1/5/2026) dini hari WIB.

Trump merespons pernyataan Presiden Fédération Internationale de Football Association (FIFA), Gianni Infantino, yang lebih dulu memastikan Iran tetap tampil di turnamen tersebut. “Jika Gianni (Infantino) mengatakannya, saya baik-baik saja. Biarkan mereka bermain”, kata Trump.

FIFA Tegaskan Iran Tetap Bermain di AS

Sebelumnya, Gianni Infantino membuka Kongres FIFA ke-76 di Vancouver di Provinsi British Columbia, Kanada, dengan menegaskan bahwa Iran akan tetap berpartisipasi sesuai jadwal.

Ia juga memastikan bahwa Iran akan memainkan pertandingan mereka di Amerika Serikat, salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.

“Dengan ini saya konfirmasikan bahwa Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026 dan akan bermain di Amerika Serikat”, ujar Gianni Infantino di hadapan delegasi.

Ketegangan Politik Bayangi Turnamen

Partisipasi Iran sempat memicu ketidakpastian setelah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah sejak Februari.

Selain itu, sejumlah pejabat Iran sempat mengusulkan agar laga fase grup dipindahkan ke Meksiko. Namun, FIFA menolak usulan tersebut dan tetap mempertahankan jadwal awal.

Situasi semakin memanas ketika delegasi Iran tidak hadir dalam Kongres FIFA. Mereka mengalami kendala saat memasuki Kanada.

Delegasi Iran Terkendala Imigrasi

Pejabat dari Football Federation Islamic Republic of Iran dilaporkan meninggalkan Kanada setelah tiba di Toronto. Mereka batal melanjutkan perjalanan ke Vancouver.

Media Iran menyebut Presiden FFIRI, Mehdi Taj, bersama dua rekannya kembali ke negaranya setelah menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan dari petugas imigrasi.

Pemerintah Kanada sebelumnya menetapkan Islamic Revolutionary Guard Corps sebagai organisasi terlarang. Oleh karena itu, individu yang memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut tidak diizinkan masuk.

Jadwal dan Grup Iran di Piala Dunia

Basis dan Lawan di Grup G

Iran akan menjalani pemusatan selama turnamen di Tucson, Arizona. Tim ini masuk Grup G bersama Timnas Selandia Baru, Timnas Belgia, dan Timnas Mesir.

Laga Pembuka di Los Angeles

Iran membuka pertandingan melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Laga ini menjadi awal perjalanan skuad racikan Amir Ghalenoei di Piala Dunia FIFA 2026.

Selain itu, keikutsertaan Iran memastikan mereka tetap hadir dalam persaingan turnamen yang berlangsung di tiga negara.

Dampak Global dan Sorotan Publik

Isu Olahraga dan Politik

Keputusan ini langsung menarik perhatian publik sepak bola dunia. Banyak pihak menilai keikutsertaan Iran tidak hanya berdampak pada aspek olahraga, tetapi juga mencerminkan dinamika politik internasional.

Implikasi Lebih Luas

Selain itu, penyelenggara Piala Dunia FIFA 2026 di tiga negara harus mengelola berbagai implikasi, mulai dari keamanan hingga logistik tim peserta. Dengan demikian, kehadiran Iran akan terus menjadi sorotan utama sepanjang turnamen berlangsung. (MR-01)

Sumber: Aljazeera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *