Mataredaksi.com, BOGOR – Penyerang sayap tim nasional Iran, Mohammad Mohebi memberikan klarifikasi terkait selebrasi yang memicu perhatian luas usai laga melawan Selandia Baru pada Grup G Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Los Angeles di Inglewood, California, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.
Laga itu, selain berakhir imbang 2-2 dengan masing-masing gol dicetak oleh Elijah Just (7′, 54′), Ramin Rezaeian (32′) dan Mohammad Mohebi (64′), juga diwarnai momen emosional dari penyerang pemain sayap untuk klub Rusia Rostov tersebut.
Gol Penyeimbang yang Menghidupkan Iran
Mohebi menjadi salah satu aktor penting saat Iran tertinggal 2-1 di babak kedua. Ia muncul sebagai penyelamat setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap dan menyundul bola dengan sempurna pada menit ke-64.
Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Iran dalam laga yang berlangsung cepat dan terbuka. Setelah bola bersarang ke gawang, tensi pertandingan meningkat dan Iran semakin agresif menekan pertahanan Selandia Baru.
Selebrasi “Pistol Imajiner” Jadi Sorotan
Setelah mencetak gol, Mohebi melakukan selebrasi yang kemudian menjadi perbincangan luas. Ia terlihat mengarahkan jari seperti membentuk pistol imajiner ke arah tribun pendukung.
Gestur itu langsung menarik perhatian penonton di stadion maupun publik di media sosial. Beberapa unggahan bahkan memperdebatkan makna dari selebrasi tersebut, mengingat atmosfer pertandingan yang sudah cukup panas.
Selebrasi itu berlangsung singkat, namun cukup untuk menjadi salah satu momen paling banyak dibicarakan dalam laga tersebut.
Mohebi: Hanya Ekspresi Spontan
Usai pertandingan, Mohebi menegaskan bahwa selebrasi tersebut bukan pesan tertentu, melainkan ekspresi spontan setelah mencetak gol penting di laga besar.
“Ini hanya muncul secara spontan. Saya hanya ingin merayakan gol bersama para suporter”, ujar Mohebi dalam keterangan pascalaga.
Ia juga menambahkan bahwa atmosfer dari pendukung Iran di stadion membuat emosinya semakin terbawa dalam momen tersebut.
Rezaeian Juga Jadi Sorotan dalam Laga Emosional
Selain Mohebi, Ramin Rezaeian juga mencuri perhatian dalam pertandingan ini. Ia mencetak gol penyeimbang pertama Iran sekaligus memberikan kontribusi penting dalam proses serangan tim.
Rezaeian sebelumnya juga melakukan selebrasi emosional yang menunjukkan betapa intensnya laga tersebut bagi para pemain Iran. Namun ia menegaskan bahwa fokus utama tim tetap pada sepak bola, bukan hal di luar pertandingan.
Iran Alihkan Fokus ke Laga Berikutnya
Hasil imbang ini membuat persaingan Grup G tetap terbuka. Team Melli – julukan Timnas Iran – mengalihkan fokus ke laga penting melawan Belgia yang dijadwalkan di Stadion Los Angeles pada 21 Juni 2026.
Pelatih dan pemain menaruh perhatian pada pemulihan fisik. Jadwal padat dan perjalanan tim yang melelahkan mendorong staf pelatih mengatur ulang program latihan. Iran menargetkan performa lebih efisien agar bisa meraih poin penuh pertama di turnamen ini.
Reaksi Publik atas Selebrasi Mohebi
Selebrasi Mohammad Mohebi memicu perdebatan di media sosial. Banyak warganet menilai gestur tersebut tidak pantas untuk ajang sebesar Piala Dunia, terutama di tengah perhatian FIFA terhadap perilaku pemain di lapangan.
Namun sebagian penggemar lain menilai Mohebi hanya mengekspresikan emosi pertandingan. Mereka menilai gestur itu tidak menunjukkan ajakan kekerasan.
FIFA Masih Belum Beri Keputusan
Hingga kini, Fédération Internationale de Football Association (FIFA) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kemungkinan sanksi. Isu ini terus berkembang di berbagai kanal olahraga internasional dan menjadi bahan diskusi publik.
Di sisi lain, tim Iran memilih meredam situasi. Skuad asuhan Amir Ghalenoei mengalihkan perhatian ke persiapan laga berikutnya. Sorotan terhadap Mohebi pun meningkat, baik dari sisi performa maupun sikap di lapangan. (MR-02)






