Pierre Sage Bidik Kesuksesan Eropa Setelah Resmi Tangani Crystal Palace

Menikmati - Pierre Sage menikmati suasana, di Selhurst Park, South Norwood, London, setelah resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Crystal Palace, Selasa (16/6/2026). Pelatih asal Prancis itu mulai memimpin era baru The Eagles dengan target membawa klub bersaing di kompetisi Eropa pada musim 2026-2027. (Sumber foto: @CPFC/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Manajer baru Crystal Palace Football Club, Pierre Sage, menargetkan kesuksesan lebih besar di kancah Eropa, setelah resmi mengambil alih kursi pelatih dari Oliver Glasner.

Sage dikonfirmasi sebagai pelatih anyar The Eagles, pada Selasa (16/6/2026). Ia menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun setelah Glasner memutuskan mundur pada akhir musim 2025-2026.

Glasner meninggalkan warisan besar di Selhurst Park. Ia membawa Crystal Palace meraih trofi mayor pertama dalam sejarah klub, termasuk Piala FA dan Community Shield pada 2025, sebelum menambah gelar Liga Conference pada musim ini.

Kesuksesan itu membuka jalan bagi Palace tampil di UEFA Europa League untuk pertama kalinya pada musim 2026-2027. Sebelumnya, mereka sempat dijadwalkan tampil di kompetisi tersebut, namun digantikan Nottingham Forest akibat pelanggaran aturan kepemilikan multi-klub.

Rekam Jejak Eropa Jadi Modal Sage

Sage datang dengan pengalaman kuat di sepak bola Eropa. Ia pernah menangani Lyon dan kemudian membawa RC Lens tampil impresif di Ligue 1 Prancis, termasuk finis di posisi runner-up.

Musim terakhirnya bersama Lens juga berakhir manis setelah ia mempersembahkan gelar Coupe de France (Piala Prancis) 2025-2026 usai mengalahkan Olympique Gymnate Club de Nice (OGC Nice) 3-1 di partai final.

Pengalaman itu membuat Sage percaya diri menghadapi tantangan baru di Inggris dan kompetisi Eropa bersama Palace.

Tekanan Positif di Klub Besar

Sage menilai tekanan di klub besar justru memberi dorongan tambahan bagi pemain untuk berkembang. Ia menegaskan bahwa kemenangan akan membangun mental tim secara berkelanjutan. “Ini tekanan positif karena ketika Anda menang, Anda ingin menang lebih banyak”, ujar Sage kepada situs resmi Crystal Palace.

Ia juga menyoroti pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang menurutnya berlangsung dengan intensitas tinggi dan penuh kejutan. Sage menilai hal itu menjadi bagian penting dalam proses pembentukan tim yang kompetitif.

“Di Eropa, pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi. Jika Anda memberikan yang terbaik, Anda bisa melakukan hal-hal yang tidak dipikirkan orang lain,” katanya.

Sage menambahkan bahwa peluang Crystal Palace untuk meraih sukses tetap terbuka jika tim mampu menjaga konsistensi sepanjang musim. “Dengan kejutan yang menyenangkan, Anda bisa mengadakan pesta besar di akhir musim”, ujarnya.

Pesan untuk Suporter Crystal Palace

Sage menyampaikan pesan langsung kepada para Holmesdale Fanatics, pendukung Crystal Palace setelah resmi menjabat sebagai pelatih baru. Ia menegaskan komitmen untuk membawa tim tampil maksimal sejak awal musim.

Menurutnya, kerja sama antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam membangun momentum positif. “Kami akan memberikan yang terbaik untuk Anda dan kami bersama”, ucapnya.

Sage juga mengaku langsung merasakan atmosfer Selhurst Park sejak pertama kali tiba di stadion. Ia menilai klub memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan tradisi positif yang sudah terbentuk.

“Hal-hal baik sudah terjadi di sini, dan kami ingin melanjutkannya. Bermain di sini itu istimewa, dan kami ingin menjadi bagian dari sesuatu yang istimewa”, katanya.

Ambisi Baru di Eropa

Dengan pengalaman di Prancis dan kesuksesan domestik bersama RC Lens, Sage kini menghadapi tantangan baru bersama Crystal Palace di kompetisi Eropa.

Ia datang dengan target menjaga momentum positif klub sekaligus membawa Palace bersaing lebih jauh di level kontinental pada musim 2026-2027. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *