Mataredaksi.com, BOGOR – West Ham United memulai musim Liga Premier 2025/26 dengan catatan yang sangat memprihatinkan. West Ham kalah tiga kali berturut-turut dan kebobolan 11 gol dalam tiga pertandingan pertama.
Kekalahan terbaru di Piala Carabao melawan Wolves bahkan membuat kapten Jarrod Bowen harus menghadapi penggemar secara penuh waktu, menambah rasa krisis di Stadion Molineux.
Tanda-Tanda Peringatan Sudah Ada
Mantan gelandang West Ham, Nigel Reo-Coker, menyebut situasi klub “sangat suram”. Ia menyoroti bahwa tanda-tanda peringatan sudah muncul sejak Potter mengambil alih Januari 2025. Dalam 20 pertandingan Liga Premier pertamanya, Potter hanya memenangkan 25% pertandingan, angka yang hanya lebih baik dari Avram Grant dalam sejarah klub.
Fokus pada Pertahanan dan Lini Tengah
West Ham menjadi salah satu klub Liga Premier yang paling sering kebobolan sejak awal musim, hanya kalah dari Tottenham dan Brighton. Tim ini juga kehilangan 15 poin dari posisi unggul, menandakan kesulitan mempertahankan keunggulan. Nigel Reo-Coker menambahkan:
“Kekhawatiran terbesar ada di lini tengah. Mereka tidak punya kaki atau ‘anjing perang’ untuk memenangkan bola kembali. Tim terlihat lemah”.
Masa Depan Potter Bergantung pada Jendela Transfer
Performa tim yang mengecewakan dan formasi yang tidak berhasil membuat Potter menghadapi tekanan besar. Semua harapan kini tertumpu pada hari-hari terakhir jendela transfer.
Klub perlu mendatangkan pemain yang tepat untuk memperbaiki situasi. Tanpa langkah konkret, masa depan Potter sebagai manajer West Ham akan semakin terancam. (MR-02)






