Mataredaksi.com, BOGOR – Bahaya rokok elektrik atau vape bagi kesehatan memicu pakar kesehatan untuk mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas. dr Yusuf Ryadi, MKM, dosen Fakultas Kedokteran IPB University, menekankan pentingnya regulasi yang ketat dan edukasi publik, khususnya bagi generasi muda.
“Vape bukan sekadar tren, tapi menyimpan risiko kesehatan yang serius. Pemerintah perlu menetapkan peraturan yang tegas untuk mencegah penyalahgunaan, termasuk pelarangan penjualan bagi remaja” ,kata dr Yusuf, Selasa (9/9/2025).
Ia juga menekankan peran lingkungan pendidikan. Kampus, menurutnya, harus menciptakan zona bebas vape, sekaligus mendorong riset dan diskusi kebijakan terkait dampak jangka panjang. “Edukasi di sekolah dan kampus menjadi benteng pertama mencegah kecanduan nikotin pada generasi muda”, ujarnya.
Selain itu, dr Yusuf menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dan keluarga. “Kontrol orang tua dan sosialisasi bahaya vape di komunitas sangat efektif. Kesadaran kolektif akan membantu meminimalkan risiko kesehatan yang lebih luas”, tambahnya.
Dengan langkah terpadu pemerintah, kampus, dan masyarakat, diharapkan peredaran vape bisa diawasi lebih ketat, sementara generasi muda terhindar dari bahaya nikotin dan logam berat. (MR-01)






