Solidaritas Jadi Kunci, Guardiola Puji Mentalitas Manchester City Usai Tekuk Burnley 5-1

ERLING Håland meluapkan emosi dengan teriakan ke arah langit saat merayakan golnya ke gawang Burnley dalam kemenangan 5-1 Manchester City pada pekan keenam Premier League 2025/2026 di Stadion Etihad, Sabtu (27/9/2025) malam WIB. (Sumber foto: X/@ManCity)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pep Guardiola memuji solidaritas luar biasa dalam skuad Manchester City setelah mereka menang meyakinkan 5-1 atas Burnley pada matchday keenam Liga Primer Inggris 2025/2026 di Stadion Etihad, Sabtu (27/9/2025) malam WIB.

Babak Pertama Masih Tertahan

City sempat mendapat kesulitan di babak pertama. Gol bunuh diri Maxime Estève yang datang dari tembakan Jérémy Doku membawa tuan rumah unggul cepat, tetapi Jaidon Anthony sukses menyamakan skor tujuh menit sebelum jeda.

Guardiola mengakui ritme permainan sempat turun. “Itu sangat bagus, kecuali mungkin 10 hingga 15 menit ketika kami menurunkan tempo. Burnley bermain ketat, tetapi kami mencetak lima gol”, ujarnya kepada Sky Sports.

Babak Kedua Lebih Agresif

Setelah turun minum, City tampil lebih tajam. Matheus Nunes mencetak gol dengan tendangan voli sebelum Estève kembali membuat gol bunuh diri. Erling Håland lalu menutup pesta dengan dua gol beruntun di masa tambahan waktu.

“Babak kedua, sejak menit pertama, sangat berbeda. Saya sangat senang dengan permainan kami. Liga Premier itu sangat sulit. Semangat kami jauh lebih baik sejak pertandingan melawan United. Solidaritas tim sangat luar biasa”, kata Guardiola.

Pujian untuk Walker dan Doku

Guardiola juga menyoroti kontribusi Kyle Walker dan Jérémy Doku. “Walker memainkan permainan yang sangat bagus, tidak mudah menghentikan Doku. Dia sangat penting ketika lawan bermain blok rendah. Keputusan-keputusannya semakin baik”, jelasnya.

Doku kini tercatat sudah memberikan tiga assist dalam tiga laga terakhir Premier League, melebihi torehan musim lalu.

Parker Tetap Ambil Positif

Meski kalah, manajer Burnley Scott Parker mencoba melihat sisi positif dari performa timnya. “Selama 60 hingga 70 menit, kami menunjukkan semua yang saya inginkan. Kami harus menderita di momen tertentu, tetapi juga berani. Dua gol berturut-turut membuat kami goyah”, katanya.

Parker menegaskan bahwa kekalahan dari City bukan akhir segalanya. “Anda bisa datang ke Etihad dan kesulitan. Bahkan tim kelas dunia pun pernah mengalaminya. Kami ambil pelajaran dari sini dan terus maju”. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *