Mataredaksi.com, BOGOR – Arus balik Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026 mendorong lonjakan aktivitas di pusat oleh-oleh telur asin khas Brebes. Pemudik yang kembali ke wilayah Jabodetabek memadati deretan toko di Jalur Pantura, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Arus kendaraan meningkat di sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro sejak tiga hari setelah Lebaran. Banyak pemudik singgah di kawasan ini untuk membeli buah tangan sebelum melanjutkan perjalanan.
Omzet Pedagang Melonjak
Lonjakan pembeli langsung mendongkrak penjualan. Pedagang mencatat kenaikan omzet hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Rata-rata, mereka menjual sekitar 15 ribu butir telur asin setiap hari selama periode arus balik.
Puluhan pembeli mengantre di sejumlah toko. Mereka memilih berbagai varian produk, mulai dari telur asin rebus, bakar, hingga pindang.
Tradisi Bawa Oleh-Oleh
Salah satu pemudik asal Bogor, Yuyun Muslihat, mengaku rutin membeli telur asin setiap kali pulang kampung ke Tegal. “Untuk dimakan bersama keluarga, lalu saya bagikan ke saudara dan tetangga sebagai oleh-oleh”, ujarnya.
Kebiasaan membawa oleh-oleh khas daerah tetap kuat di kalangan pemudik saat momen Lebaran.
Penjualan Terus Meningkat
Pemilik usaha telur asin ‘Yes Brebes’, Dhani Bagus Purnama, menyebut tren penjualan terus meningkat sejak hari pertama Lebaran.
Ia mengatakan permintaan terus naik hingga arus balik berlangsung. Setiap hari, pembeli menghabiskan sedikitnya 15 ribu butir telur asin.
Harga produk bervariasi, mulai dari Rp8.500 per butir untuk telur asin rebus hingga Rp9.500 per butir untuk telur asin bakar.
Oleh-Oleh Lain Ikut Diburu
Selain telur asin, pemudik juga membeli berbagai produk khas Brebes lainnya. Mereka membeli kerupuk telur asin, saus telur asin, bawang merah, bawang goreng, kerupuk rambak, hingga bandeng presto.
Lonjakan ini menunjukkan jalur Pantura tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal selama musim mudik dan arus balik. (MR-01)






